Pasar Syariah Pusat Ekonomi Baru

Ilustrasi aktivitas jual beli di pasar. (Foto: IST)

Penutupan Pasar Raya Solok awal Mei dalam rangka pencegahan penyebaran korona (Covid-19), dijadikan momentum oleh Pemko Solok untuk menata ulang kesemerawutan kondisi Pasar Raya Solok dengan mengalihkan sebagian aktivitas jual beli Pasar Syariah Abdurrahman Bin Auf. Pasar ini khusus penyediaan bahan pokok.

”Alhamdulillah, untuk kebutuhan pokok masyarakat Kota Solok dan sekitarnya bisa mendapatkannya di Pasar Syariah Abdurrahman bin Auf yang sudah dioperasikan di Terminal Bareh Solok,” tutur Wali Kota Solok Zul Elfian.

Pasar Syariah Abdurrahman bin Auf beroperasi mulai dari 06.00 hingga 16.00. Zul Elfian meminta dinas terkait untuk membantu para pedagang dalam penataan Pasar Syariah Abdurrahman Bin Auf. Sehingga lebih representatif, nyaman dan bersih. Diharapkan pasar syariah ini bisa menjadi tujuan berbelanja bagi masyarakat Kota Solok, Kabupaten Solok, serta daerah-daerah lain di sekitarnya.

Pengembangan Pasar Syariah Abdurrahman Bin Auf yang ada di kawasan Terminal Bareh Solok terus diupayakan melalui berbagai macam kebijakan. Salah satunya dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bermukim di wilayah kota Solok untuk berbelanja kebutuhan dapur di pasar itu.

”Pemerintah Kota Solok juga menyiapkan program khusus bagi ASN untuk berbelanja kebutuhan di pasar syariah, yakni dengan memberikan voucher belanja bagi ASN sesuai dengan tingkat kepegawaian,” cetusnya.

Disebutkan Zul Elfian, ditargetkan pada bulan Juni ini ASN sudah mulai berbelanja di Pasar Syariah Abdurrahman Bin Auf menggunakan voucher atau kupon belanja. Nilai minimalnya disesuaikan dengan tingkatan eselon. Melalui program tersebut, diharapkan bisa mendongkrak jumlah pengunjung pasar syariah, dan para pedagang bisa berjualan dengan normal seperti layaknya saat berjualan di Pasar Raya Solok.

Ia berharap OPD terkait untuk bisa maksimal dalam mendorong berkembangnya pasar syariah. Sosialisasi secara masif harus dilakukan kepada masyarakat dan stakeholders terkait. ”Mari kita bersama menyampaikan rencana baik ini demi pedagang kita di pasar syariah yang telah mau berdagang disana. Insya Allah dengan metode ini akan semakin semarak Pasar Syariah Abdurrahman Bin Auf,” ungkapnya.

Sebelumnya, 2 Mei 2020 lalu, Pemerintah Kota Solok memutuskan untuk merelokasi pedagang yang berjualan di sepanjang jalan lingkar Pasar Raya Solok. Mayoritas pedagang di kawasan jalan lingkar merupakan pedagang kebutuhan sembako dan sayur.

Ketika berbicara tentang Pasar Raya Solok, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan Pasar Raya Solok ini sejak dahulunya menjadi jantung perekonomian bagi masyarakat Kota Solok dan daerah sekitar. Jadi, tidak heran hingga saat ini kondisi Pasar Raya Solok menjadi semakin sesak.

Kesemrawutan, kumuh dan bau, seakan menjadi ”pakaian” yang melekat bagi Pasar Raya Solok yang seharusnya butuh pembenahan. Terhadap kondisi Pasar Raya Solok, Pemerintah Kota Solok bukan menutup mata dengan keadaan yang ada.

Pengaktifan Pasar Syariah Abdurrahman Bin Auf dilakukan oleh Pemko Solok sebagai solusi untuk mengurai kesemrawutan Pasar Raya Solok, terutama di kawasan jalan lingkar pasar. Pedagang Jalan lingkar direlokasi untuk berjualan di pasar syariah.

Kendati banyak menuai pro kontra dari sejumlah pedagang, namun Pemko Solok tetap optimis pasar ini akan berkembang sebagaimana layaknya pasar raya Solok sehingga perputaran roda ekonomi juga tidak tertumpu di satu titik saja. (f)