Petani Kacang Tanah Keluhkan Sulitnya Bibit Unggul

25
Ilustrasi petani kacang tanah keluhkan sulitnya bibit unggul.(NET)

Sebagai penggarap komoditi kurang populer di Kota Solok, petani kacang tanah kesulitan mendapatkan bibit unggul untuk meningkatkan kualitas komoditi kacang tanah di Kota Solok.

”Untuk saat ini yang menjadi kendala bagi petani kacang tanah yaitu masih sulitnya untuk mencari bibit unggul atau setidaknya bibit yang berkualitas baik,” ujar Jasmi, petani kacang tanah di Kelurahan Tanahgaram.

Meskipun demikian, ia tidak kehilangan semangat untuk menanam kacang tanah, sebab menurutnya potensi dan peluang pasarnya cukup menjanjikan.

Untuk memenuhi kebutuhan bibit, ia hanya mencari bibit kacang tanah di pasar yang mutunya belum tentu terjamin. Karena itu ia berharap kepada Pemko Solok agar ikut memperhatikan kondisi petani, khususnya dalam pengadaan bibit unggul.

Petani lainnya, Efendi mengatakan, selain bibit unggul, persoalan lain adalah penggunaan alat takar untuk penjualan kacang ketika pascapanen yang hanya menggunakan sukatan yang terbuat dari kaleng roti.

Menurutnya, cara tersebut akan merugikan petani, karena saat pembeli memasukkan buah kacang dengan cara ditekan ke dalam sukatan dan membumbung berlebih di atas sukatan.

Ia juga menyebut, saat ini perlu dilakukan bimbingan teknis cara pengolahan kacang tanah yang telah dipanen, supaya menjadi suatu produk yang memiliki nilai tambah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa menyebut, komoditi kacang tanah akhir-akhir ini berkembang pesat di Kota Solok, khususnya di Kelurahan Tanahgaram, Kecamatan Lubuksikarah.

Baca Juga:  Pertanian Masih Bisa Dikembangkan, DPRD Minta Pemko Solok Serius

”Kita sudah koordinasikan ke tim penyuluh untuk memberikan perhatian lebih ke petani kacang tanah, dan ada beberapa petani yang sudah masuk petani binaan dan percontohan,” ujarnya, Selasa (7/12).

Tak hanya itu, terkait penyediaan bibit yang berkualitas, pihaknya sudah mengkoordinasikan dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lubuksikarah, dan agar segera direalisasikan, namun kemungkinan akan bisa dilakukan pada tahun 2022 mendatang.

Pemilihan bibit yang tepat dapat memudahkan perawatan dan memberikan hasil panen yang berlimpah. Hal ini berlaku untuk budidaya tanaman apapun, termasuk budidaya tanaman kacang tanah.

Koordinator BPP Kecamatan Lubuk Sikarah, Rahmad Yendi mengatakan, saat ini selain persoalan bibit, yang menjadi prioritasnya yakni pengendalian hama.

Bercocok tanam di kawasan perbukitan salah satu kendala bagi petani di Kota Solok, banyaknya hama dan hewan pengganggu terutama babi dan kera yang selalu menjadi ancaman untuk tanaman kacang.

Jika tanaman kacang tanah dibiarkan atau tidak dijaga oleh petani akan berdampak kepada gagal panen sehingga mengharuskan petani berjaga di lokasi kebun kacang siang dan malam. (frk)