Sistem Transportasi Pendukung Dibenahi, Untuk Kawasan Agrowisata Payo

9
BAHAS WISATA: Wako Solok Zul Elfian Umar berikan arahan dalam penyusunan kajian sistem transportasi pendukung pengembangan kawasan agrowisata Payo, Rabu (12/1).(IST)

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Solok dalam mendukung pengembangan kawasan agrowisata Payo.

Kali ini Pemerintah Kota Solok kembali gelar penyusunan kajian sistem transportasi pendukung pengembangan kawasan agrowisata Payo, Rabu (12/1), dalam rangka meningkatkan aksesibilitas agrowisata Payo.

“Ini (kajian) merupakan langkah lanjut dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, tentang bagaimana eksekusi dari sistem transportasi pendukung kawasan wisata Payo,” ujar Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar, Rabu (12/1).

Kajian ini terlaksana atas kerja sama Balitbang Kota Solok dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (LPPM Unand) Padang dan melibatkan tim teknis dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Zul Elfian menjelaskan, Payo merupakan sebuah kawasan agrowisata yang terletak di atas perbukitan dengan ketinggian 900 mdpl.

Kawasan itu masih perlu dikembangkan, salah satu caranya melalui perbaikan sistem transportasi menuju agrowisata Payo yang berjarak 4,6 kilometer dari pusat Kota Solok. Oleh karena itu, dibutuhkan penyusunan kajian sistem transportasi pendukung pengembangan kawasan agrowisata Payo.

Ia menambahkan, agrowisata Payo merupakan kawasan yang menjadi sasaran pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Solok Tahun 2021-2026.

Dijelaskannya, kawasan Payo dari awal memang diplot sebagai salah satu destinasi wisata unggulan berbasis agrowisata, dengan bunga krisan dijadikan sebagai daya tarik unggilan.

Ia berharap, semoga ke depannya berdampak positif terhadap kunjungan wisata ke Kota Solok dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, aksesibilitas tidak dapat terpisahkan dari destinasi pariwisata.

“Saya juga berharap nantinya juga ada oleh-oleh yang khas di agrowisata payo agar menarik wisatawan berkunjung, seperti kopi dan sayuran organik,” katanya.

Bidang kepariwisataan mempunyai peran penting dalam memajukan suatu daerah. Sehingga diperlukan untuk dibangun secara sistematis dan terpadu bidang kepariwisataan dengan tetap memberikan perlindungan kepada nilai-nilai adat dan budaya.

Ia mengimbau, agar setiap instansi bisa menciptakan inovasi di tengah kesulitan akibat pandemi seperti saat ini, perlu langkag-langkah efektif dalam membangun Kota Solok termasuk pariwisata.

“Jangan jadikan pandemi ini penghambat dalam berinovasi, dan mari kita jadikan pademi ini sebagai pemacu untuk melahirkan kreativitas dalam mensejahterakan warga Kota Solok,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Balitbang Kota Solok, Jonnedi menjelaskan pelaksanaan rekomendasi meliputi, pengerasan bahu jalan, peningkatan aspek keselamatan, menambah daya tarik lokasi agrowisata, pengembangan lokasi parkir, dan pengoperasian mobil wisata.

“Itu akan kita laksanakan pada 2022 ini, dan saya berharap hal itu bisa bermanfaat bagi pariwisata Kota Solok dan khususnya bagi masyarakat setempat,” tutupnya. (frk)