Korban Banjir Kesulitan Air Bersih

Sejumlah warga Kelurahan Kotopanjang mengambil bantuan di kantor kelurahan, Rabu (13/1). (Frikel Adilla Mender-Padang Ekspres)

Pasca-banjir melanda Kota Solok, Selasa (12/1), masyarakat terdampak mulai mengeluhkan kesulitan mendapat air bersih. Keberadaan air bersih digunakan untuk membersihkan endapan lumpur.

Pantauan Padang Ekspres, sebagian masyarakat terdampak banjir mulai beraktivitas seperti biasa, kemarin. Masyarakat masih terlihat membersihkan rumah serta peralatan dan perkakas terendam banjir. Pembersihan endapan lumpur itu menggunakan air hujan yang ditampung masyarakat.

“Semoga hujannya tidak terjadi dalam waktu lama seperti Senin malam lalu. Kami juga terpaksa menampung air hujan untuk bersih-bersih karena air bersih tidak ada. Pasalnya, air PDAM mati dari kemarin,” ujar warga IX Korong, Hendra, 33, kepada Padang Ekspres, Rabu (13/1).

Ia menyebut, rumahnya direndam banjir mencapai setinggi pinggang. Sebagian besar isi rumahnya terendam banjir. Hanya barang-barang yang mudah dipindahkan bisa diselamatkan.

Maka itu, ia bersama adik dan orang tuanya melakukan pembersihan ekstra karena banyaknya endapan lumpur yang tersisa di dalam rumah. Hal itu tidak bisa dibersihkan dalam satu hari saja. Apalagi, di rumahnya air mulai surut total sekira pukul 13.00. (Selasa, red).

“Sekarang masih banya endapan lumpur. Belum lagi tikar, dan lainnya. Sedangkan air bersih tidak ada. Kalau untuk makan, ada diberikan dari dapur umum Pemko Solok, yang jelas untuk bersih-bersih ini yang susah,” tambahnya.

Hal sama juga diungkapkan, Sri Darmi, 40, warga KTK. Sulitnya akses air bersih menjadi kendalanya dalam membersihkan perlengkapan di rumahnya. Sebab, sisa-sisa endapan lumpur masih ada. “Apalagi, hujan masih terjadi meskipun sebentar, kami juga was-was sebab jarak sungai begitu dekat dengan rumah kami,” katanya.

Baca Juga:  Berantas Hoax, Buya Boby Gusriadi Dukung Polri Lakukan Tindakan Hukum

Kepala Dinas Sosial Kota Solok, Zulfadli mengatakan untuk penyerahan bantuan usai banjir ini masih menunggu data warga yang terdampak banjir dari pihak kelurahan agar bantuan yang diserahkan tepat sasaran. “Kami tunggu dulu data dari kelurahan masing-masing. Mudah-mudahan hari ini (Rabu, red) selesai dan bantuan bisa diberikan,” harapnya.

Adapun bantuan darurat yang akan segera diberikan berupa kasur, tikar, dan sembako kepada warga yang terdampak banjir. Karena hal itu mendesak. Apalagi kebanyakan warga kesulitan dalam membersihkan kasur maupun tikarnya.

Pemko Solok juga telah mendistribusikan bantuan sebanyak tiga ribu bungkus makanan berupa nasi dan sambal yang sudah dimasak di dapur umum ke warga terdampak banjir.
Dapur umum tersebut dipusatkan di halaman kantor Balai Kota Solok. Puluhan personel dari pegawai Dinas sosial, Tagana, PSM, Pedsos dan unsur lainnya dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Dalam pendistribusian nasi bungkus yang dimasak di dapur umum, Dinas Sosial Kota Solok berkoordinasi dengan pihak kelurahan, RT dan RW serta unsur terkait agar lebih tepat sasaran. (f)