Masih Banyak Terjadi Pelanggaran PSBB di Kota Solok

Walikota Solok Zul Elfian.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di Kota Solok dan Kabupaten Tanahdatar belum maksimal. Wali Kota Solok meminta kondisi tersebut menjadi perhatian setiap instansi yang ada.

“Memang kita masih zona hijau. Ini harus dijadikan patokan untuk memaksimalkan kinerja dalam menerapkan PSBB,” kata Wali Kota Solok, Zul Elfian.

Berdasar hasil laporan diterima, Zul Elfian mengakui masih banyak pelanggaran masyarakat dalam penerapan PSBB. Seperti pelanggaran tidak menggunakan masker, berkendara tidak sesuai protokol yang berlaku, kurang maksimalnya pengecekan kendaraan yang masuk ke Solok.

Selain itu, masih banyak masjid dan mushala yang masih melaksanakan shalat tarawih berjamaah. “Untuk itu perlu diberikan lagi pemahaman kepada pengurus masjid untuk menerapkan protokol PSBB yang telah berlaku,” imbaunya.

Yang menjadi perhatian terhadap pelaksanaan PSBB setelah berjalan selama satu minggu ini, bagaimana memutus penularan dengan berbagai pembatasan aktivitas warga.

Terkait bantuan sosial kepada masyarakat, ia menilai masih didapatkan keluhan bahwa masih ada masyarakat yang belum memperoleh bantuan. “Untuk itu diharapkan kepada Dinas Sosial melakukan pendataan yang akurat dalam pemerataan pendistribusian Bansos ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Solok Asril, mengungkapkan masih ada beberapa kelemahan pada penerapan PSBB. Misalnya pada posko check point di tiga titik di Kota Solok. “Kami akui masih belum sempurna dalam pelaksanaan ini. Ke depannya akan kami lakukan pengecekan yang ketat di cek poin,” ujarnya.

Pada setiap titik pos check point dijaga oleh petugas gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, tim media, dan POM, yaitu di Lukah Pandan, Terminal Bareh Solok, dan Banda Panduang.

Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, mengungkapkan masih banyak pengendara belum mematuhi protokol yang telah ditetapkan pemerintah. Misalnya tidak memakai masker, serta pengendara sepeda motor berboncengan tapi berbeda domisili.

Berdasar aturan yang telah ditetapkan pada pelaksanaan PSBB, pengendara sepeda motor bisa berboncengan tapi domisilinya sama dan dibuktikan melalui pemeriksaan kartu identitas.

Pembubaran Kerumunan

Masih belum patuhnya masyarakat terhadap aturan PSBB juga terjadi di Kabupaten Tanhdatar. Kasat Satpol PP Tanahdatar Yusnen menyebut tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 terus melakukan patroli gabungan di sejumlah kecamatan yang ada dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Bahkan tim melakukan pembubaran kerumunan di sejumlah warung pada malam hari. “Masih banyak masyarakat yang kumpul-kumpul bahkan tidak menggunakan masker,” ujarnya.

Pihaknya juga memberikan arahan agar masyarakat tidak mengulangi kegiatan berkumpul-kumpul tersebut. Tim juga meminta secara khusus kepada pedagang makanan untuk hanya melayani pembeli yang membungkus makanan dan tidak melayani pembeli yang makan di tempat. Hal itu dimaksudkan agar mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah. (f/mal)