Kinerja PT BPR Solok Sakato, Asset Tumbuh, NPL Hanya 0,31 Persen

60
Direktur Utama PT BPR Solok Sakato Afdhal Zubir

Realisasi assetnya bertumbuh, Kreditnya naik dan Non Performance Loan (kredit bermasalahnya) menurun hingga di bawah 1 persen. Itulah yang terlihat dari kinerja PT BPR Solok Sakato tahun 2020, total asset tercapai Rp28,23 Miliar, Realisasi kredit sebanyak Rp 21,53 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 20,14 dan ratio NPL hanya 0,31 persen dengan laba bersih usaha sebesar Rp 678 Juta.

Alhamdulilah di tahun berat ini kita di PT BPR Solok Sakato masih mampu mempertahankan pertumbuhan usaha dan terus mempercantik kualitas usaha. Total asset tercapai Rp 28,23 Miliar, realisasi Kredit sebanyak Rp 21,53 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 20,14 Miliar dengan ratio intermediasi (Loan to deposit ratio) 82,80 persen, ratio NPL sebesar 0,31 persen dan laba bersih usaha sebanyak Rp 678 Juta,” ujar Direktur Utama PT BPR Solok Sakato Afdhal Zubir yang didampingi Direkturnya Syamsuriza, kemarin.

Menurut Afdhal, secara umum kinerja kita di tahun 2020 masih terbilang bagus dan sering masih bertumbuhnya kinerja dan kian membaiknya kualitas aktiva produktif PT BPR Solok Sakato. Semuanya ini merupakan kerja keras dan masih tingginya kepercayaan nasabah pasa PT BPR Solok Sakato di tahun 2020 ini.

Dari audit yang dilakukan akuntan public Herry Putranto per 31 Desember 2020 tercatat total asset PT BPR Solok Sakato sebanyak Rp 28,23 Miliar atau bertumbuh dibandingkan realisasi asset tahun 2019 yang lalu dengan realisasi asset sebanyak Rp 26,24 miliar.

Bertumbuhnya secara year on year total asset dengan nominal Rp hampir Rp 2 Miliar ini sama sama dikontribusi oleh relative bagusnya kinerja dana dan distribusi kredit sepanjang tahun 2020. Total dana yang mampu dihimpun sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 20,14 Miliar sedangkan realisasi Kredit tercapai sebanyak Rp 21,53 Miliar.

Dana Pihak Ketiga

Dari audit yang dilakukan per 31 Desember 2020 tercatat total Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 20,14 Miliar atau tumbuh dibandingkan realisasi Dana Pihak Ketiga tahun 2019 yang lalu dengan realisasi sebanyak Rp 18,10 Miliar.

Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama sama menghasilkan pertumbuhan. Total dana tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 9,54 Miliar atau tumbuh dibandingkan dana tabungan tahun 2019 yang lalu dengan realisasi sebanyak Rp 8,74 Miliar atau tumbuh secara year on year sebesar 9,15 persen.

Begitu juga dengan dana deposito. Sepanjang tahun 2020 terhimpun dana deposito sebanyak Rp 10,60 Miliar atau tumbuh dibandingkan realisasi dana deposito tahun 2019 yang lalu dengan realisasi sebesar Rp 9,36 Miliar atau tumbuh sebesar 13,25 persen secara year on year.

Menebalnya likuiditas sepanjang tahun 2020 juga terlihat pada penempatan dana antar bank. Penempatan dana antar bank selama tahun 2020 mengalami peningkatan dari Rp 4,55 Miliar ditahun 2019 naik menjadi Rp 6,3 Miliar ditahun 2020. Penebalan likuiditas ini terlihat jelas dengan realiasasi Cash Ratio sebesar 20,15 persen.

Baca Juga:  Baru Diluncurkan, Lagu "Pambangkik Batang Tarandam" Langsung Viral!

Naiknya dana pihak ketiga juga berbanding lurus dengan beban bunga  yang musti dipikul selama tahun 2020. Total beban bunga yang musti dibayarkan selama taun 2020 tercatat sebanyak Rp 1,08 Miliar atau tumbuh dibandingkan beban bunga tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 983 Juta.

Ketika mayoritas lembaga keuangan mengalami pertumbuhan minus dalam mendistribusi kredit justru PT BPR Solok Sakato masih mampu tumbuh positif meskipun pertumbuhan itu relative kecil. Tahun 2020 total kredit yang mampu di salurkan tercapai sebanyak Rp 21,53 Miliar atau tumbuh melandai dibandingkan tahun 2019 dengan realisasi kredit sebesar Rp 21,20 Miliar.

Walau terbilang kecil, namun manajemen PT BPR Solok Sakato tahun 2020 dapat bernafas lega. Pasalnya, kualitas kredit yang disalurkan selama tahun 2020 terbilang sangatlah bagus.

Alhamdulillah, kualitas kredit kita ditahun 2020 jauh lebih baik dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Ini terlihat jelas dari realisasi ratio Non Perfomance Loan (NPL) PT BPR Solok Sakato berada dibawah 1 persen tepatnya hanya 0,31 persen. Artinya, dari Rp 21,53 Miliar kredit yang disalurkan 99,69 persenya berada dalam status sehat dan lancar”, ujar Afdhal.

Sukses dalam mempertahan kinerja usaha berhasil diimbangi dengan peningkatan kualitas usaha oleh manajemen PT BPR Solok Sakato. Setidaknya beberapa indicator utama untuk mengukur kualitas usaha terlihat semakin membaik.

Dari sisi efisiensi dan efektifitas tata kelola perusahaan terutama dalam pengendalian biaya, PT BPR Solok Sakato ditahun 2020 terbilang sangat bagus. Ini terlihat pada ratio biaya yang menjadi beban perusahaan. Realisasi ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan operasional (BOPO) terbilang sangat bagus dengan realisasi 82,37 persen. Begitu juga dengan intermediasi. Perbandingan antara dana yang dihimpun dengan kredit yang disalurkan ini tercapai dengan ratio 82,30 Persen.

“Atas nama manajemen kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak terkhusus untuk nasabah setia kami. Semoga tahun 2021 ini kita bisa jauh lebih baik lagi”, tukas Afdhal.

Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPR Solok Sakato merupakan salah satu BPR yang berada dibawah naungan Gebu Minang Minang. BPR ini juga merupakan salah satu BPR yang selalu berkinerja bagus selama lima tahun terakhir. Selain berhasil mencatatkan lompatan usaha. Baik dari sisi nominal asset maupun dari sisi kualitas usaha, PT BPR Solok Sakato juga termasuk salah satu BPR yang pernah meraih apresiasi Infobank Award. (two)

Previous articleTemukan Harga Termurah di Shopee Murah Lebay, Murahnya Lebay Banget!
Next articleAndre Rosiade: Ekosistem BUMN Ultra Mikro Untuk Perangi Rentenir!