Kota Solok tak lagi Hijau, Satu Warga Terkonfrimasi Positif Covid-19

100
Tenaga medis di Kota Solok menjalankan tugasnya dalam menekan penyebaran wabah Covid-19. (Foto: Frikel Adilla Mender)

Di masa era normal baru saat ini, protokol kesehatan terkait Covid-19 tak boleh dilupakan. Begitu juga dengan warga yang tinggal di daerah yang sudah dinyatakan zona hijau, harus tetap mematuhi protokol tersebut. Pasalnya, virus korona bisa datang kapan saja dan menjangkiti siapa saja.

Salah satunya terjadi di Kota Solok. Warganya, SP, 21, terkonfirmasi positif Covid-19 pada Sabtu (20/6). Dengan demikian, sejauh ini SP merupakan pasien korona kedua di Kota Solok.

“Tes pertama yang dikeluarkan Jumat lalu, hasilnya inkonklusif. Sabtu paginya, pihak Laboratorium Unand menginformasikan bahwa hasilnya positif Covid-19,” ujar Sekretaris Tim Covid-19 Kota Solok, Syaiful Rustam.

Diketahui, SP sehari-hari bekerja sebagai karyawan di salah satu toko di Pasar Raya Solok. Terungkapnya kasus positif Covid-19 tersebut berawal dari pengambilan sampel tes swab yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Solok di Bandapanduang, Rabu (17/6) lalu.

Disebutkan, pasien 02 itu ikut pengambilan sampel swab di Posko Covid-19 berdasarkan rujukan dari Puskesmas Tanahgaram. Ini karena yang bersangkutan sempat mengeluhkan batuk pilek.

Tim gugus tugas kemudian mengambil sampel swab yang bersangkutan dan dikirim ke Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand.
Menindaklanjuti hal tersebut, surverylans dan tim kesehatan dibantu satgas kelurahan segera melakukan pengondisian terhadap SP untuk ditindak sesuai protokol Covid-19. “Kami sudah bawa pasien 02 ke Padang untuk diisolasi di BPP Padang, serta juga untuk penanganan lebih lanjut secara medis,” katanya.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokomp) Kota Solok, Nurzal Gustim menyatakan, dari catatan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Solok, pasien positif 02 itu tidak memiliki catatan atau riwayat melakukan perjalanan dari luar daerah atau dari daerah terjangkit. Dari hasil tracing diperoleh asumsi sementara terkait penularannya. Yakni pemilik toko tempat pasien 02 bekerja sering berbelanja kebutuhan toko di Bukittinggi.

Kemudian, konsumen toko, sebagian besar berasal dari Dharmasraya, Sijunjung dan Sawahlunto. Lalu, ibu yang bersangkutan bekerja menjadi asisten rumah tangga (ART) di rumah seorang notaris yang sering bolak-balik Solok-Padang.

Pada Minggu (21/6), juga sudah dilakukan pengambilan sampel tes swab terhadap 39 orang. Yakni 12 orang yang diduga kontak erat dengan pasien 02, 17 tenaga kesehatan dan tim swab yang sebelumnya kontak dengan pasien 02, dan 10 orang masyarakat. Selain itu, tim Gugus Tugas Kota Solok juga menargetkan akan mengambil sampel tes swab sekitar 200 hingga 250 orang pedagang di Pasar Raya Solok.

Lebih lanjut, dijelaskan Nurzal Gustim, tim gugus tugas juga sudah menutup lokasi tempat pasien bekerja untuk sementara waktu. Termasuk Puskesmas Tanahgaram yang semula tempat pasien berobat.

Untuk menentukan langkah ke depannya, tim gugus tugas menunggu hasil swab 12 orang yang diduga kontak erat dengan pasien 02. Dengan ditemukannya kasus baru positif Covid-19, Kota Solok kembali masuk zona merah.

“Tim BPBD juga dikerahkan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di rumah pasien 02 dan lingkungan sekitarnya serta tempat kerjanya, juga Puskesmas Tanahgaram,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solok, Reinier meminta masyarakat untuk tidak terlalu reaktif dengan adanya penambahan kasus baru Covid-19 di Kota Solok. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan mematuhi protokol kesehatan.

“Kita minta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak takut berlebihan. Tetap patuhi protokol kesehatan yang sudah kita sampaikan. Cuci tangan pakai sabun, pakai masker dan jaga jarak,” tukasnya. (f)