Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekraf, Solok Siap Jadi Kota Perdagangan

16
Wako Solok Zul Elfian Umar

Mengusung misi sebagi kota perdagangan, Pemerintah Kota Solok dorong pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf), serta berbagai pembangunan difokuskan untuk mendukung perekonomian daerah.

”Saat ini, setiap aktivitas pembangunan infrastruktur ini merupakan upaya dalam mendorong sektor ekonomi untuk bangkit dari pandemi, hingga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Wako Solok Zul Elfian Umar.

Menurutnya, lapangan usaha berbasis perdagangan besar ataupun UMKM memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi Kota Solok. Apalagi Kota Solok berada dalam jalur strategis, dan menuju kota perdagangan, jasa, serta pendidikan yang maju dan modern.

“Kita akan menjadikan Kota Solok sebagai pusat perdagangan hasil-hasil pertanian, perkebunan dan ekonomi kerakyatan yang tangguh berbasis potensi unggulan daerah, menuju Kota perdagangan,” jelasnya.

Hingga 2021, dari data yang didapat dari Dinas Koperindag UMKM Kota Solok, terdapat lebih kurang 508 Usaha Mikro Kecil Menengah yang aktif di kota Solok, atau naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah 411 UMKM.

UMKM kota Solok secara umum terus dikembangkan dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan sebagai upaya menyejahterakan masyarakat secara berkelanjutan.

Meskipun dilanda pandemi Covid-19, beberapa lapangan usaha di Kota Solok masih ada yang mengalami pertumbuhan positif, dan hal itu berpengaruh besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi kota Solok.

“Untungnya kita masih bisa tumbuh positif pada sektor pertanian dan perdagangan jasa yang memang dua sektor utama di Kota Solok, kami selalu berusaha menjaga konsistensi itu, terlebih di bidang pertanian,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemko Solok juga mendukung penuh pengembangan usaha-usaha kreatif dan inovatif masyarakat, peluang usaha sangat banyak, sehingga bisa mendorong perekonomian masyarakat kota Solok.

Untuk itu, Pemko Solok bersinergi dengan pihak terkait untuk pembenahan ilmu pengetahuan serta bantuan modal melalui program kredit lunak dari pihak ketiga.
Terkait ekonomi kreatif, Tahun 2022 ini Pemko Solok sudah siapkan beberapa program untuk lebih mengoptimalkan SDM yang bergerak di Ekraf.

Ia menyebut, dari 17 subsektor Ekraf yang dirilis Kementrian, di Kota Solok sudah terdapat 9 subsektor diantaranya yang cukup aktif. Yakni fotografi, videografi, kuliner, musik, kriya, seni rupa, dan beberapa sub sektor lainnya

Secara umum, dari data yang dihimpun, gambaran perekonomian Kota Solok dapat dilihat dari sisi PDRB Kota Solok baik berdasarkan harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 2010.

Pada tahun 2015 PDRB Kota Solok sebesar Rp. 2,964 triliun (atas dasar harga berlaku), meningkat menjadi Rp 3.238 triliun pada tahun 2020. Pada sisi harga konstan, PDRB Kota Solok juga naik, dari Rp2.306 triliun pada tahun 2018 menjadi Rp2.840 triliun pada tahun 2020.

Visi menjadi Kota Perdagangan dan Jasa, Kota Solok telah bergerak, pembenahan terhadap sarana dan prasarana perdagangan penting dilakukan, diantaranya revitalisai Pasar Raya Solok yang pada tahun 2016 dan pada tahun 2017. Selanjutnya, tahun 2022 ini juga akan dimulai pembenahan dan revitalisasi Pasar Raya Solok.

Revitalisasi dilakukan sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjadikan pasar yang lebih bersih, higienis dan nyaman, sehingga pasar dapat menjadi tujuan utama sebagaimana pada dasarnya pasar sebagai urat nadi pertumbuhan ekonomi didaerah.

Ia meminta OPD terkait untuk menyelesaikan program strategis tersebut secara baik, dengan memastikan ketepatan dan benar dari sisi mekanisme anggaran, sehingga tidak menyebabkan permasalahan dalam pelaksanaan.

Terkait pemulihan perekonomian pasca Covid-19, Pemko Solok bersinergi dengan pihak terkait untuk pembenahan ilmu pengetahuan serta bantuan modal melalui program kredit lunak dari pihak ketiga.

“Untuk 2022, khusus dalam masa bangkit dari pandemi, saya sudah minta Diskoperindag untuk memprioritaskan bagaimana UMKM di Kota Solok bisa memiliki SDM yang berdaya saing dalam penggunaan media digital, maka itu perlu pelatihan-pelatihan strategis,” pungkasnya. (frk)