Pasokan Mulai Kurang, Harga Sembako Merangkak Naik

Memasuki hari pertama Ramadhan, aktivitas perdagangan masih menggeliat meski harga sejumlah sembako di Pasar Raya Solok, mulai merangkak naik dimulai dari harga bawang merah, gula, dan telur. Begitu juga di Kabupaten Solok Selatan, meski ada kenaikan harga, namun tak begitu siginifikan.

Seperti disampaikan Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Solsel, May Rizki, tidak ada lonjakan harga sembako yang signifikan walau jalur Padang-Solsel lumpuh. Beberapa komoditi yang terbilang mahal saat ini, justru naiknya sebelum bencana terjadi.

”Seperti gula pasir, bawang merah, bawang putih, ini belum putus jalan juga sudah mahal. Hanya perkembangannya, setelah terjadi longsor harga semua bahan dapur itu terpantau stabil sejauh ini,” katanya di Padangaro, Jumat (24/4).

Hasil survei petugas di lapangan katanya, terpantau harga gula pasir masih bertahan di angka Rp 20 ribu per kilogram atau belum turun semenjak naik awal Maret lalu. Demikian juga dengan bawang putih bertahan di harga Rp 40 ribu per kilogram dan bawang merah berkisar Rp 35-36 ribu per kilogram.

Justru katanya, beberapa komoditi mengalami penurunan harga, seperti cabai merah dan ayam boiler konsumsi. Pekan ini katanya, cabai merah anjlok di harga Rp 15-16 ribu per kilogram. Sedang ayam turun Rp 5 ribu dari harga pekan lalu Rp 55 ribu.
Terkendala dari Alahanpanjang karena jalan di Air Dingin putus, pedagang dari Surian masih lancar ke Solsel. Begitu pun dengan pedagang dari Kerinci.

Menurut seorang pedagang bawang merah di Pasar Raya Solok Blok B, Rahmayanti, 36, saat ini harga bawang merah mengalami kenaikan yang sudah berlangsung sebulan belakangan.

Harga bawang merah Rp 50 ribu per kilogram sebelumnya Rp 40 ribu. Cabai merah bertahan di harga Rp 28 ribu per kilogram, cabai merah Rp 28 ribu per kilogram, cabai muda Rp 24 ribu per kilogram. Begitu juga dengan bawang putih mengalami penurunan harga sebelumnya Rp 45 ribu perkilonya. Berbeda dengan harga tomat masih stabil diharga Rp 10 ribu.

Ia juga menjelaskan, naiknya harga bawang ini dikarenakan kurangnya pasokan bawang merah dari di beberapa daerah penghasil bawang merah seperti dari Alahanpanjang, Cupak dan Kayuaro.

Tapi berbeda dengan pengakuan pedagang sembako, Blok E , Yusnimar. Dia mengatakan untuk saat ini harga gula mengalami kenaikan Rp 20 ribu per kilogramnya. Sebelumnya gula di harga Rp 18 ribu. Sementara minyak goreng bertahan di harga Rp 12 ribu.

Hal senada juga diungkapkan pedagang beras, di Blok A Pasar Raya Solok, Resmawati. Dia mengatakan, saat ini harga beras masih stabil dan tidak mengalami kenaikan.

Sementara pedagang ayam yang terletak di los ayam dan daging Pasar Raya Solok, Ita, menyampaikan, saat ini harga ayam kampung juga mengalami kenaikkan dari harga Rp 45 ribu per ekornya menjadi Rp 50 ribu per ekornya.

”Kenaikan harga ini berlaku sejak 3 minggu yang lalu beriringan dengan kenaikkan harga bawang merah. Dikarenakan mulai berkurangnya jumlah ayam dari pemasok, dan biasanya ini juga sudah biasa mengalami kenaikkan harga karena akan masuknya bulan puasa,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang telur, di Blok E Pasar Raya Solok, Andi. Dia mengatakan, saat ini harga telur juga mengalami kenaikan seperti halnya telur bebek yang sebelumnya Rp 65 ribu per dusnya sekarang menjadi Rp 70 ribu per dusnya, telur ayam beras yang sebelumnya Rp 42 ribu per dusnya sekarang menjadi Rp 45 ribu per dusnya.

Begitu juga dengan harga telur ayam kampung juga mengalami kenaikan Rp 60 ribu per dusnya menjadi Rp 70 ribu per dusnya. ”Kenaikan harga ini biasanya memang terjadi saat masuknya Ramadhan, terlebih dengan bertambahnya jumlah peminat pembeli,” katanya.

Seorang pedagang daging di los daging dan ayam Pasar Raya Solok, Ril, mengatakan hal berbeda dengan harga daging sapi tidak mengalami kenaikkan dan masih stabil diharga Rp 120 ribu per kilogram. ”Harga daging masih stabil. Jika dinaikkan harga daging takutnya para pembeli pada kabur, karena mendengar harga daging mahal,” ujarnya. Pembeli, Yuningtyas, 33, mengaku terkejut dengan kenaikan harga sembako ini.

Wakil Wali Kota Solok Reinier, membenarkan adanya kenaikan harga sembako saat masuknya puasa. Kenaikan harga ini memang sering terjadi saat Ramadhan. (*)