Berantas Hoax, Buya Boby Gusriadi Dukung Polri Lakukan Tindakan Hukum

39

Hoax tentang vaksin Covid-19 banyak beredar di masyarakat. Kabar yang menyesatkan tersebut membuat sejumlah masyarakat memilih untuk tidak memberikan vaksin kepada anak mereka.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Talib, Laiang, Kota Solok, Boby Gusriadi SAg, menyatakan mendukung upaya tindakan hukum yang dilakukan Kepolisian, dalam menyikapi berbagai hoax, yang berdampak meresahkan dan memecah anak bangsa.

“Saya mendukung tindakan Kepolisian dalam melaksanakan proses pemeriksaan pada orang-orang yang melakukan hoax atau menyebar isu, sehingga menyebabkan keresahan pada masyarakat, khususnya berkaitan dengan program vaksinasi, dalam memutus mata rantai covid-19,” ujar Buya Boby.

Seperti diketahui, program vaksinasi Covid-19 sudah mulai dilaksanakan pada tataran tenaga kesehatan dan masyarakat. Seiring itu, banyak beredar di media sosial berbagai hoax.  Seperti; vaksin mengandung pengawet yang beracun, vaksin menyebabkan asma, dan autisme, vaksin itu tidak alami, tidak aman dan punya efek samping yang merugikan.

Buya Boby mengimbau agar jangan ada lagi isu dan hoax. Hal itu hanya membuat masyarakat menjadi takut, seolah-olah hanya karena vaksin, seseorang akan mati, padahal vaksin itu untuk membangun daya tahan tubuh, bukan mematikan.

Ditambahkannya, umat manusia harus membawa pesan damai di bumi Allah. Jangan membuat kehancuran, termasuk dengan menyebar berbagai isu dan fitnah. “Islam, hadir untuk kemaslahatan dunia, bukan hanya untuk sesama muslim, termasuk juga untuk hewan dan tumbuhan. Allah SWT mengatakan, tidak akan diizinkan mencium surga-Nya, jika masih berurusan dengan manusia lainnya, artinya semua kita harus bisa menjaga hubungan baik, dengan tidak menyebar kebencian,” ulas Buya Boby lagi.

Buya Boby menegaskan, kalau ada yang sering mengajak untuk membenci, itu perlu dipertanyakan keislamannya, karena tidak ada satu ayat Allah yang mengajarkan kebencian, semua mengajar rasa sayang dan cinta.

Makanya, Buya Boby sangat mendukung  Polri untuk melakukan tindakan hukum, jika ada yang menyebar kebencian, dengan cara menyebar fitnah serta hoax, karena itu bukan hanya melanggar hukum negara, juga melanggar ajaran agama.

“Agar tidak menjadi masalah di kemudian hari, saya mengajak semua pihak untuk jujur, meninggalkan kecurangan, tidak menyebar kebohongan untuk membenci orang lain, apalagi membenci pemimpin negara, yang merupakan dosa besar,” tutup Buya Boby. (*)