Kembangkan Transportasi Agrowisata Payo, Kota Solok Fokus Dua Desa Wisata

30
BAHAS WISATA: Seminar kajian sistem transportasi pendukung kawasan Agro wisata Payo, Senin (25/10).(IST)

DPRD Kota Solok menyebut Pemko Solok harus serius dalam membenahi salah satu objek wisata potensial Kota Solok, yakni Kawasan Agrowisata Payo, dimana akses menuju tempat tersebut cukup memprihatinkan dan perlu pengembangan lebih lanjut.

”Kami berharap hasil rekomendasi yang dihasilkan dari kajian Sistem Transportasi Kawasan Agrowisata Payo, yang dilakukan oleh Balitbang Kota Solok dapat ditindaklanjuti oleh OPD terkait dalam sebuah rencana aksi yang selanjutnya dituangkan dalam program,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kota Solok, Yoserizal, Senin (25/10) saat seminar kajian sistem transportasi pendukung kawasan Agro wisata Payo.

Ia menyebut perencanaan tersebut dapat terlaksana dan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas sistem transportasi yang memadai dalam mendukung program pengembangan Agrowisata Payo Kota Solok.

Sebelumnya daerah Payo bisa dikatakan sangatlah ketinggalan dan bisa dikatakan tidak terlalu tersentuh oleh pembangunan. Dan, saat ini daerah Payo sudah mulai berkembang seiring telah dikembangkan kawasan agrowisata di Batu Patah Payo. Sudah banyak dana APBD yang disalurkan untuk pembangunan yang manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di daerah Payo.

Semenjak kawasan Agrowisata Batu Patah Payo dibuka untuk umum, daerah ini sudah mulai dikenal tidak hanya oleh masyarakat Kota Solok dan sekitarnya tetapi juga dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari luar Sumatera Barat.

Sayangnya seiring dengan dibukanya kawasan Agrowisata Batu Patah Payo dan mulai dikenal hingga luar Sumatera Barat, jalur menuju Payo mulai terasa sesak dan hal ini akan menimbulkan ketidaknyamanan pengunjung untuk berkunjung ke Payo.

”Atas hal itu, kami DPRD Kota Solok menyambut baik sistem transportasi pendukung pengembangan kawasan Agrowisata Payo Kota Solok,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Balitbang Kota Solok, Jonedi, mengatakan dalam perencanaan sistem transportasi pendukung kawasan Agrowisata Payo, Pemko Solok gelar kerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. (LPPM) Universitas Andalas.

”Kawasan tersebut masih perlu dikembangkan, salah satu caranya melalui perbaikan sistem transportasi menuju Agrowisata Payo yang berjarak 4,6 km dari pusat kota Solok,” ujarnya.

Baca Juga:  Pertanian Masih Bisa Dikembangkan, DPRD Minta Pemko Solok Serius

Ia menambahkan, agrowisata Payo merupakan kawasan yang menjadi sasaran pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Solok Tahun 2021-2026.

Maka itu, dibutuhkan Pengetahuan dan pemahaman dari seluruh pihak terkait tentang sistem transportasi pendukung pengembangan kawasan agrowisata Payo.

Menurutnya, seminar yang dilaksanakan tidak hanya sebatas dukungan sistem transportasinya tetapi juga mempersiapkan destinasi yang terintegrasi dan terpadu dalam satu kawasan.

Dijelaskannya, kawasan Payo dari awal memang diplot sebagai salah satu destinasi wisata unggulan berbasis agrowisata, dengan bunga krisan dijadikan sebagai daya tarik unggulan.

Saat ini di areal 1,5 hektare tersebut, baru ada dua green house untuk budidaya, dengan jumlah itu, mengingat tingginya minat, juga masih sangat kurang untuk memenuhi permintaan pengunjung.

Selain bunga Krisan, ikon kedua objek wisata Payo yakni kopi payo. Kopi payo merupakan kopi jenis robusta yang memang masih peninggalan saat tanam paksa oleh Belanda dulu kalanya. Kopi Payo yang dijual dan diolah sendiri oleh masyarakat sekitar, mulai dari penanaman, pengolahan dan pengepakan.

Kabar baiknya, untuk menikmati sensasi mewah dari destinasi itu, wisatawan masih dibebaskan dari retribusi. Semuanya gratis, mulai dari parkir dan biaya masuk. Namun demikian, bagi pengunjung yang tidak keberatan juga bisa memberikan uang parkir seikhlasnya pada petugas.

Terpisah, Wako Solok Zul Elfian Umar mengatakan, dalam rangka memajukan perekonomian daerah, sektor kepariwisataan menjadi salah satu prioritas Kota Solok kedepannya, salah satunya dengan pengembangan 2 desa wisata yang ada di Kota Solok, salah satunya Agrowisata Payo.

”Bidang kepariwisataan mempunyai peran penting dalam memajukan suatu daerah. Sehingga diperlukan untuk dibangun secara sistematis dan terpadu bidang kepariwisataan dengan tetap memberikan perlindungan kepada nilai-nilai adat dan budaya,” tutupnya. (frk)