4 Warga Tanahgaram Terjangkit DBD

Ilustrasi

Di tengah pandemi virus korona (Covid-19), empat warga RT 003 RW 002 Parakanau Kelurahan Tanahgaram, Kota Solok terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Menyikapi itu, Dinas Kesehatan Kota Solok langsung melakukan fogging di area Parakanau.

Empat warga Tanahgaram yang terjangkit DBD masing-masing berinisial R, 16, RA, 13, KM, 11, dan W, 3. Ke empatnya telah menjalani perawatan di RSUD M Natsir. Tiga diantaranya telah diperbolehkan pulang dan satu lagi masih dirawat.

“Saat ini warga tersebut masih dalam proses pemulihan dan tiga diantaranya telah selesai keluar dari rumah sakit,” kata Lurah Tanahgaram, Asril.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Jika ditemukan air di sekitar lingkungan yang tergenang untuk segera menumpahkannya agar tidak terjadi pengembangbiakan nyamuk aedes aegypti pembawa penyakit tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Ambun Kadri pihaknya terus gencar sosialisasi kepada warga terkait bahaya DBD. Penyakit tersebut merupakan penyakit mematikan dan Indonesia menjadi negara nomor dua dengan kasus terbanyak setelah Brazil.

Ia mengimbau, jika ada warga yang terjangkit DBD segeralah hubungi nomor telepon 119. Dengan demikian tim medis bisa menjemput dan memeriksa warga yang terjangkit. Ia meminta warga mengenali mengenali gejala DBD karena penyakit tersebut bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa.

“Gejalanya berupa suhu tubuh sangat tinggi bisa mencapai 41 derajat celcius, nafsu makan kurang bahkan hilang selera, badan terasa lesu, lelah, capek terus menerus, mual hingga muntah. Kemudian wajah berwarna kemerahan, tenggorokan sakit, kepala pusing dan kelenjer getah bening bengkak,” terangnya. (*)