Imbas Covid-19, Satu Hotel di Solok Tutup

Sumber foto: Traveloka

Mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. Hotel Taufina Novalinda di Kota Solok menghentikan pelayanan inap. Selain itu, saat ini tingkat kunjungan tamu hotel juga mengalami penurunan.

General Manager Hotel Taufina Novalinda Lukman menjelaskan, sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan pihaknya memilih untuk tidak beroperasional sampai batas yang belum ditentukan.”Penutupan sebagai bagian dari peran industri hotel dan restoran untuk mengikuti arahan Pemerintah terkait kebijakan social distancing,” jelasnya.

Menurutnya, hal yang paling penting saat ini adalah fokus pada pemulihan kondisi dari wabah Covid-19. Sebelumnya, Hotel Taufina tetap buka seperti biasanya dan dilakukan upaya pencegahan di pintu masuk hotel dengan menyediakan  handsanitizer.

Ketentuan lain yang diterapkan, pada setiap kamar, hanya membolehkan dua orang tamu dengan dua tempat tidur yang terpisah. “Pokoknya kami selalu menggunakan aturan sesuai protokol kesehatan terkait penaganan Covid-19,” jelasnya.

Berhubung posisi Hotel Taufina terdapat di jalan lintas Sumatera, pihaknya tidak bisa memantau setiap pengunjung yang datang. Seperti halnya pengunjung dari daerah luar Kota Solok.

“Imbas dari penutupan, kami terpaksa merumahkan sekitar 15 karyawan dan kami belum dapat memastikan kapan kebijakan penutupan hotel berakhir,” paparnya.

Kepala Seksi Industri Kreatif dan Pelayanan Jasa Dinas Pariwisata Kota Solok, Patrisia Juwita mengatakan, sebagai langkah pencegahan Covid-19 di Kota Solok, pihaknya telah mendatangi seluruh perhotelan dan pelaku ekonomi kreatif serta pelaku usaha pariwisata lainnya agar mengikuti anjuran pemerintah.

Ia menambahkan, dari tiga hotel yang ada di Kota Solok,  saat ini hanya satu hotel memilih menghentikan operasionalnya yaitu Hotel Taufina. Sedangkan Hotel Caredek dan Mami Hotel, memilih utuk tetap beroperasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai yang di anjurkan oleh Dinas Kesehatan.

Intinya, para pelaku usaha diharapkan dapat terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata yaitu pada bidang ekonomi kreatif, untuk menangani dampak Covid-19 bagi dunia usaha.  “Kami berupaya secara maksimal agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja dengan karyawan,” kata Patrisia, Selasa (28/4).

Ia berharap, para pelaku usaha dapat memantau dan melaporkan dampak ekonomi akibat pandemi virus korona di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Mudah-mudahan setelah pandemi Covid-19 berakhir, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali bangkit dan lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya. (o)