Pengunjung Istano Basa Pagaruyung Lebihi Target

24
OBJEK WISATA FAVORIT: Ribuan wisatawan lokal memadati Istano Basa Pagaruyuang. Setiap momen Lebaran, objek wisata ini ramai dikunjungi.(iST)

Hampir setiap destinasi wisata di Tanahdatar dipadati pengunjung pascalebaran. Baik yang dikelola oleh nagari maupun oleh Pemkab Tanahdatar sendiri. Berbagai persiapan juga sudah dilakukan sebelumnya dalam menyambut liburan Lebaran kali ini.

Sehari setelah Lebaran kemarin, kunjungan ke Istano Basa Pagaruyung membeludak, bahkan kunjungan melebihi target yang di perkirakan.

Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) Tanahdatar Efrison menyebut, jika dalam target yang diperkirakan kunjungan ke Istano Basa Pagaruyung selama sepekan setelah Lebaran sebanyak 70 ribu pengunjung. Namun, kenyataannya diperkirakan akan melebihi estimasi itu.

“Dalam sehari kita targetkan pengunjung sebanyak 7 ribu orang, namun hari Rabu kemarin saja mencapai 11 ribu orang lebih,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/5).

Efrison mengatakan, kunjungan masih didominasi oleh wisatawan lokal maupun perantau yang pulang kampung. Kunjungan itupun mulai menggeliat sehari setelah Lebaran.

Efrison mengatakan, tidak hanya Istano Basa Pagaruyung saja yang dipadati pengunjung, namun objek wisata lain yang ada di Tanahdatar seperti Air Terjun Lembah Anai, dan Danau Singkarak, serta objek wisata yang ada di nagari-nagari di Tanahdatar juga membeludak kunjungan.

“Diperkirakan tahun ini pengunjung melebihi dua tahun terakhir yang memang terkendala Covid 19, semoga dengan ini ke depan pariwisata Tanahdatar semakin berkembang,” sebutnya.

Sebelumnya persiapan terhadap objek wisata Istano juga menjadi perhatian oleh pimpinan daerah Tanahdatar. Sehari sebelum Lebaran, Bupati Tanahdatar Eka Putra menyambangi Istano untuk melihat persiapan.

Tidak mau kecolongan dalam melakukan pelayanan terhadap para wisatawan yang datang ke Tanahdatar selama libur Lebaran tahun ini, Bupati Tanahdatar Eka Putra, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Istano Basa Pagaruyung.

Hanya didampingi ajudan dan Prokopim, Bupati datang ke Istano Basa Pagaruyung, dan tempat pertama yang dituju adalah toilet umum Istano.

Sampai disitu Bupati sempat marah-marah karena tidak ada satupun pegawai Dinas Parpora yang ada ditempat, sementara kondisi toilet kotor dan tanpa pengharum sama sekali.

Baca Juga:  Ekonomi Nagari Andaleh Baruh Bukik Menggeliat

Setelah beberapa saat berada di Istano Basa Pagaruyung, barulah Sekretaris Dinas Parpora Yessy Akmaliza datang mendampingi Bupati. Sementara pejabat yang membidangi sektor pariwisata Tanahdatar Efrison dan diharapkan ada sejak awal terlambat datang.

Di kesempatan itu, Bupati Eka Putra meminta kepada pihak Parpora untuk mempersiapkan Istano Basa Pagaruyung yang merupakan ikon pariwisata Tanahdatar dan Sumatera Barat ini sebaik mungkin dalam menyambut kedatangan para pengunjung selama libur Idul Fitri tahun ini.

“Toilet harus bersih dan harum, jangan sampai ada pengunjung kita yang muntah disini karena kondisi toilet kita yang kotor dan bau. Satu lagi, jangan sampai kondisi Istano yang sudah bagus rusak hanya gara-gara toiletnya yang kotor,” kata bupati memberikan perintah langsung kepada Kabid Pariwisata.

“Intinya toiletnya harus bersih, wangi serta yang paling penting harus ada yang menjaganya, sehingga pengunjung akan senang dan merasa nyaman,” tambahnya.

Selain toilet, Bupati Eka Putra juga meninjau beberapa fasilitas umum lainnya termasuk posko kesehatan, Pos PAM lebaran yang berada di kawasan Istano, serta tempat penjualan e-Ticket masuk Istano.

Di sela-sela kegiatannya selama meninjau Istano, Bupati juga sampaikan bahwa ini dilakukan dalam rangka persiapan sebagai pengelola agar betul-betul maksimal dalam menyambut kedatangan para pengunjung selama libur Idul Fitri.

“Yang pertama tentu kebersihan, tadi saya sudah keliling dan yang menjadi perhatian serius kita hari ini adalah toilet. Toilet harus betul-betul bersih dan harum supaya pengunjung kita nyaman, didalam Istanonya nyaman dan apabila ingin ke toilet juga nyaman,” tambah Eka Putra saat itu.

Selama berada di Istano Basa Pagaruyung, bupati juga menyempatkan waktu untuk berdialog dan bersua foto dengan beberapa pengunjung yang rata-rata adalah perantau Tanahdatar yang berasal dari Medan, Bandung dan juga dari Jakarta.(stg)