Dilatih BLK, Ibu-ibu & Remaja Putri Berhasil Olah Buah dan Mengemas Produk

82

BLK Komunitas Yayasan Bintang Sembilan Peduli Bangsa sukses menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I Kejuruan Agro Industri Sub Kejuruan Pengolahan Buah.

Pelatihan digelar di BLK Komunitas Yayasan Bintang Sembilan Peduli Bangsa, yang beralamat di Jorong Gurun, Nagari Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanahdatar.

Ketua Forum BLK Komunitas Sumatera Barat menyampaikan bahwa pelatihan berbasis kompetensi yang dibuka sejak Kamis 2 September 2021 itu program program BLKK YBSPB yang difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Padang.

Dalam pelaksanaannya fokus dalam pengolahan buah dan limbah olahannya. Pelatihan berlangsung sekitar sebulan dan ditutup Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian, Rabu (6/10/2021).

“Pada pelatihan ini, para peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan remaja putri dibekali teori, praktik pengolahan buah dan penanganan limbah yang masih mengandung nutrisi. Diolah menjadi produk olahan lainnya,” jelas Febby Dt Bangsa.

Sseorang peserta pelatihan, Nurhasni mengungkapkan bahwa para antusias mengikuti pelatihan.

Mereka juga diajarkan tentang bagaimana cara membersihkan, menjaga sanitasi peralatan dan ruangan kerja serta menerapkan sistem dan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Kemudian dilatih pula proses pengemasan yang baik, good manufacturing practices, soft skills dan dibekali ilmu ekonomi sederhana dalam menghitung biaya produksi, HPP, penetapan harga jual serta BEP. Dengan begitu, para peserta dapat mengetahui laba rugi saat berproduksi.

Selama pelatihan yang didanai BLK Padang ini, kata Febby, telah banyak produk yang dihasilkan. Antara lain sirup jeruk, sari buah jeruk, selai jeruk, manisan kulit jeruk, mie daun kelor fortifikasi telur dan using rebon.

Baca Juga:  Pahami Ilmu Dasar Menulis, Padek-Paragon Go to School SMAN 1 Batusangkar

Selanjutnya, ada juga mie merah, stik buah naga, kaldu jamur jahe instan, saos tomat dan sambal, brownies, es krim dan puding alpokat, brulle, bakso ayam.

“Dengan pelatihan ini para peserta akan memiliki keterampilan dalam berwirausaha, baik secara mandiri maupun berkelompok dalam suatu wadah UMKM,” tukasnya.

Diharapkan, nantinya peserta tersentuh program pemerintah kabupaten melalui Dinas Koperasi, UMKM dan BLK dalam bentuk pembinaan dan upgrade ilmu kewirausahaan.

“Alhamdulillah hari ini kita sepakati terbentuknya koperasi simpan pinjam bajapuik dan koperasi yang rencana akan menyediakan bahan baku produksi dan kemasan yang mereka butuhkan. Selain itu, jadi wadah distribusi produk yang mereka jual ke masyarakat sekitarnya hingga tersebar pula di luar kabupaten Tanahdatar,” ujar Febby di hadapan Riswanto selaku Kepala Program Pelatihan BLK Padang.

Sementara itu, Wabup Tanahdatar Richi mengapresiasi terobosan yang dilakukan Febby Dt Bangso yang telah memilih Kejuruan Agro Industri. Apalagi sesuai dengan potensi dan dibutuhkan untuk nilai tambah hasil pertanian dengan berbagai produk turunannya.

Dia juga sependapat agar dana desa bisa juga dimanfaatkan juga untuk peningkatan kapasitas SDM dengan memberdayakan  masyarakat bekerja sama dengan BLK Komunitas yang ada di Tanahdatar. Selain dana desa, kegiatan pelatihan itu juga diharapkan bisa didukung oleh dana pikir dewan dan CSR BUMN.(rel/idr)