Sampah Pasar tak Terkelola Baik

22
ilustrasi. (net)

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Tanahdatar berjanji mengatasi persoalan sampah di Nagari Padangganting, Kecamatan Padangganting. Terutama persoalan sampah pasar yang menggunung yang selama ini dibuang di tepi batang air.

Bantuan itu dijanjikan dengan pengadaan kontainer sampah yang akan diletakan di dekat Pasar Rabu (Balai Rabaa), persisnya di area pembuangan sampah saat ini. Kesepakatan itu muncul saat kunjungan kerja Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Erman Rahman didampingi dinas Perkim LH, Koperindag, dan PMDPPKB Tanahdatar ke Padanggantiang.

Dalam kunjungan kerja itu, rombongan disambut Camat Padangganting Reni Susanti, dan Wali Nagari Padangganting Marzal Umar dan utusan dari nagari lainnya serta Kapolsek dan Danramil Padangganting.

Persoalan sampah menjadi kaduan utama dari pihak Nagari Padangganting. Dimana persoalan sampah terutama sampah pasar merupakan persoalan klasik sejak dahulunya karena Padangganting tidak memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

”Jadi sampah ini dibuang ke sini, bahkan tidak jarang batang air dan bandar menjadi sasaran pembuangan sampah. Persoalan ini sudah sejak lama, bahkan sejak pasar ini ada sampah ini sudah dibuang ke sini,” ujar Marzal Umar saat mendampingi Pjs ke lokasi pembuangan sampah di tepi Batang Selo yang tidak jauh dari Balai Rabaa.

Kepala Dinas Perkim LH Desi Trikorina menyampaikan dihadapan bupati, jika pihaknya berjanji akan membantu mengatasi persoalan sampah itu dengan menyediakan kontainer yang nanti bisa dijemput oleh mobil sampah.

”Persoalan sampah ini memang menjadi momok bagi warga di Tanahdatar. Dari 75 nagari yang ada baru 22 nagari yang memiliki bank sampah. Oleh karena itu, kita terus melalukan imbauan kepada pemerintah nagari, pemerintah kecamatan untuk menyediakan sampah di nagari masing-masing,” ujarnya.

Desi mengatakan, jika dalam sepekan ke depan kontainer yang saat ini dalam proses perbaikan akan segera diletakan di dekat kawasan pasar. Dengan syarat warga bersedia memberikan area untuk penempatan kontainer tersebut.

Baca Juga:  Keliling Tanahdatar, Andre Rosiade tebar Bantuan dan jadi Saksi Nikah

Sementara itu, Kadis PMDPPKB Tanahdatar Nofenril menyebutkan, jika sejauh ini pihaknya juga telah mendorong agar nagari-nagari untuk menyediakan bank sampah untuk mengatasi persoalan sampah. “Dari anggaran dana desa, nagari bisa membangun bank sampah ini. Bisa melalui Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag), dan bisa juga melalui kelompok yang dibentuk,” terangnya.

Sementara itu Pjs Bupati Tanahdatar Erman Rahman mengatakan, jika pihak nagari diperbolehkan membangun, atau membuat bank sampah melalui anggaran dana desa dengan catatan tercatat dalam Musrembang atau Rencana Kegiatan Pembangunan (RKP) nagari dengan persetujuan bersama.

Dalam kunjungan kerja yang diawali dengan diskusi di aula kantor camat setempat, dia mengatakan, jika untuk saat ini pemerintah pusat hingga kabupaten/kota memiliki tugas penting dalam menangani pandemi Covid 19. Oleh karena itu, dia mengimbau agar memahami kondisi masyarakat yang mulai jengah dengan Covid-19. ”Kita harus memaklumi perasaan masyarakat yang sudah jengah dengan kondisi ini yang berlarut-larut,” imbaunya.

Dirinya yang dipercaya sebagai Pjs Bupati di Tanahdatar dalam hal ini juga melakukan koordinasi dengan Forkopimda terkait penanganan Covid-19. “Diketahuilah jika Tanahdatar memiliki beberapa persoalan seperti keterbatasan logistik, minimmya APD terutama APD level tiga, hand sanitizer, dan segala macam lainnya. Untuk itu langsung kita lakukan penanganan awal dengan memesan APD dan sudah kita terima beberapa waktu lalu yang dikirim dengan helikopter,” terangnya.

Terkait persoalan sampah di Padangganting, dia meminta Dinas Perkim LH untuk segera menyelesaikannya. “Usahakan sebelum pemilihan dalam pilkada nanti urusan sampah ini sudah ditangani. Selain itu kepada nagari-nagari kita imbau untuk melakukan penanganan sampah di nagari masing-masing dengan memanfaatkan dana desa,” sebutnya. (stg/mal)