Tarawih dan Semarak Ramadhan Dibolehkan

13
ilustrasi ibadah tarawih sebelum pandemi. (net)

Pemkab Tanahdatar memperbolehkan masyarakat melaksanakan ibadah Tarawih pada bulan Ramadhan di setiap masjid atau mushala. Meski dibolehkan namun protokol kesehatan (prokes) harus tetap diterapkan.

Kabag Kesra Tanahdatar Afrizon mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat jika pelaksanaan ibadah Tarawih dibolehkan. Tidak seperti tahun kemarin yang juga sama-sama berada dalam masa pandemi Covid-19 namun lebih dianjurkan untuk beribadah di rumah.

Selain dibolehkan beribadah Tarawih kembali di masjid, kegiatan semarak mengisi bulan suci atau memperingati Nuzul Quran seperti MTQ juga diperbolehkan, dengan catatan berskala kecil atau setingkat nagari. “Namun, untuk pelaksanaannya harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti satgas kecamatan, atau pemberitahuan kepada pihak terkait lainnya,” ujar Afrizon, Kamis (8/40).

Ia menerangkan, untuk menggelar kegiatan telah kembali dibolehkan sesuai aturan dari pemerintah. Namun, harus tetap menerapkan protokol kesehatan. “Untuk regulasinya kan dari Kementerian Kesehatan. Informasi yang kita terima jika untuk beribadah Tarawih sudah dibolehkan dengan catatan itu tadi. Namun, untuk kegiatan lain seperti semarak Ramadhan yang memang menjadi rutinitas masyarakat kita dalam bulan puasa diperbolehkan dengan standar kecil, namun untuk pastinya kita akan koordinasikan bagaimana prosedurnya nanti,” ujar Afrizon.

Pihaknya bersama Kemenag Tanahdatar telah memberikan imbauan kepada pengurus 327 masjid yang tersebar di Tanahdatar. “Nantinya, jamaah kita imbau tetap memakai masker, ketika shalat shaf boleh rapat, namun selesai shalat jamaah mesti menjaga jarak kembali,” ucap Afrizon yang juga Sekretaris MUI Tanahdatar itu, Kamis (8/4).

Baca Juga:  Sekuriti Semen Padang Serahkan Zakat Fitrah di Sikayan Bansek

Tidak hanya memperhatikan 3M, ujar Afrizon, pemerintah juga telah mengatur durasi ceramah agama yang akan disampaikan oleh para mubaliq, dimana ceramah agama hanya diperbolehkan maksimal 20 menit. Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan materi berupa judul ceramah sebagai pedoman untuk mubaliq.

“Kita mengimbau dua hal kepada mubaliq kita, yang pertama kita upayakan semua mubaliq itu menyajikan materi sesuai dengan judul yang telah kita siapkan. Hal ini agar jamaah kita mendapatkan menu atau tema yang beragam sejak awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan. Yang kedua, kita imbau kepada para mubaliq kita yang menyajikan siraman rohani dengan waktu yang diperpendek maksimalnya 20 menit,” sebutnya.

Aturan dalam pelaksanaan ibadah taraweh ini dibuat kata Afrizon, tak lain guna mencegah penyebaran Covid-19. Sedangkan, untuk materi atau judul yang telah dipersiapkan tersebut berpedoman pada surat edaran menteri agama dan hasil rapat antara MUI, Kemenag dan pemerintah daerah. (stg)

Previous articleSembako Mulai Merangkak Naik
Next articleTargetkan 100 % RDB, Tiga Desa di Pasbar Sudah Dialiri Listrik