Sisi Lain Museum Terbuka Istano Basa Pagaruyung, Surau Tempat Musyawarah

16
PUSAT KEAGAMAAN: Inilah surau yang ada di Istano Basa Pagaruyung. Dulunya, selain tempat ibadah, surau di istano dijadikan tempat pertemuan.(IST)

Jika kita terlusuri tentang eksistensi Istano Basa Pagaruyung sebagai museum terbuka, di sekitar atau tepat di samping istano terdapat sebuah surau. Dulunya, surau tersebut bukan hanya tempat beribadah, namun juga dimanfaatkan untuk tempat musyawarah dan pertemuan.

Surau yang dibangun di samping istano itu berbentuk bangunan lama dengan atap ijuk. Surau itu berdiri kokoh di dekat Istano Basa Pagaruyung. Dibangunnya surau tersebut tentu dimaksudkan saat masuk waktu shalat pengujung bisa dengan mudah beribadah.

Namun sebenarnya jika ditelusuri lebih dalam, keberadaan surau di Istano Basa Pagaruyung ingin memperlihatkan kalau dulunya, surau itu bagi masyarakat Minangkabau atau Sumatera Barat tidak saja berfungsi sebagai tempat beribadah atau shalat tetapi sudah menjadi tempat/pusat kegiatan masyarakat dalam banyak hal (serba guna).

Mulai dari rapat, pertemuan, peringatan hari-hari bersejarah dan kegiatan sosial lainnya.
Saat ini kebanyakan generasi sekarang atau mileneal sudah tidak bisa lagi memahami tentang makna surau karena dalam pergeseran zaman.

“Bisa dikatakan sekarang ini tidak lagi banyak ditemukan surau-surau di berbagai nagari, tidak saja di Tanahdatar tapi juga di berbagai penjuru Sumbar,” ujar Ketua Umum MUI Tanahdatar Drs Masnefi Ms.

Ia juga ikut mendukung upaya MUI Sumbar untuk menguatkan kembali Sumpah Sati Bukik Marapalam untuk membangkitkan semangat bersatu menggerakkan falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) bersama unsur Tigo Tungku Sajarangan yaitu ninik mamak, alim ulama dan cadiak pandai serta bundo kanduang untuk menjaga amanah Sumpah Sati Bukik Marapalam.

Baca Juga:  Ekonomi Nagari Andaleh Baruh Bukik Menggeliat

Karena komitmen itulah MUI Tanahdatar mendampingi MUI Sumbar bertemu dengan Bupati Tanahdatar Eka Putra, tujuannya, mengandeng Pemkab Tqnahdatar sebagai Luhak Nan Tuo menguatkan kembali Sumpah Sati Marapalam yang sudah dikukuhkan kembali di Puncak Pato Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Buo di tengah-tengah masyarakat Minangkabau pada 15 Desember 2018 semasa almarhum Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi.

Karena itulah dengan adanya surau di Istano Basa Pagaruyung, bisa dijadikan sebagai bahan kajian oleh pengunjung yang datang ke istano. Mereka tidak sekadar untuk melaksanakan shalat saja tapi di surau itu mereka juga mendapat bahan kajian tentang ABSBK.

Bila perlu di surau tersebut kita pajangkan isi Sumpah Sati Marapalam dan tentu ini perlu juga komitmen kita bersama dinas terkait, seperti Pariwisata, Pendidikaan dan yang berwenang di bidang kebudayaan.

Sehingga mereka yang berkunjung tersebut bisa pula mendokumentasikan kelebihan surau yang ada di Istano Basa Pagaruyung, termasuk bisa melihat dokumentasi surau tempo dulu. “Karena fakta tidak bisa dipungkiri banyak tokoh ulama lahir dan ditempa di surau,” ujar Wakil Bupati Tanahdatar priode 2000-2005 Masnefi, dengan optimis.(*)