Siapkan Pakar Dukung Pertanian, Tanahdatar Gandeng Unand

11
DISKUSI: Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian beserta OPD terkait, tim teknis percepatan pembangunan sektor pertanian Tanahdatar, para pakar Ilmu Pertanian Unand ketika berdialog dan diskusi khusus, di Auditorium Kampus Unand.(IST)

Pemerintah Kabupaten Tanahdatar terus bertekad menggenjot sektor partanian dengan berbagai upaya. Seperti program unggulan bajak gratis bagi petani terutama lahan sawah. Ini juga mengingat lebih dari 70 persen masyarakat Tanahdatar bermata pencaharian sebagai petani.

Dalam mewujudkan itu,  dukungan dari berbagai pihak pun berdatangan. Seperti yang datang dari Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat dan Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand).

Dekan Fakultas Teknik Pertanian (Fateta) Unand Feri Arlius mengatakan  pihaknya akan siap mambantu program unggulan Pemkab Tanahdatar yaitu bajak gratis bagi petani dan program-program pertanian lainnya di Tanahdatar.

Hal itu disampaikannya dihadapan Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian  beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan tim teknis percepatan pembangunan sektor pertanian Tanahdatar dan para pakar Ilmu Pertanian Unand Padang ketika berdialog dan diskusi khusus,  di Auditorium Kampus Unand.

“Kami semua pakar-pakar Ilmu Pertanian Unand demi menyukseskan program-program pertanian di Tanahdatar siap berada dibelakang, kalau masih kurang juga kami siap menambah,” ucap Dekan Pertanian yang juga putera asli dari Tanahdatar itu.

Feri juga menyebut untuk meningkatkan kualitas SDM dibidang pertanian, Unand saat ini membuka program penerimaan mahasiswa baru yang bekerjasama dengan pemda. Dari itu Indra mengajak Pemkab Tanahdatar untuk dapat memberikan beasiswa bagi putra dan putri terbaik Tanahdatar untuk kuliah di Faperta Unand tanpa tes alias langsung diterima.

Sebelumnya Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian mengatakan,  Tanahdatar masyarakatnya lebih dari 70 persen bermata pencaharian sebagai petani. Baik petani lahan kering maupun lahan basah.

Richi menyebut walau Tanahdatar mendapat penghargaan dari Presiden RI, karena pengendalian inflasi terbaik sewilayah Sumatera, namun saat ini masih ditemui ketika panen raya tomat harga sangat rendah dan mencapai sekitar  Rp1000 per kilogramnya.

Dari itu wabup sangat berharap kepada pihak Unand, untuk dapat mencarikan solusi sehingga nilai jual dari produksi tomat ini meningkat.  Untuk komoditas bawang wabup menyebutkan Tanahdatar sudah memiliki varietas lokal unggul yaitu bawang merah sumbu merapi, selain itu juga ada cabe merah, tanaman perkebunan yang terkenal seperti kulit manis, kopi, sementara lahan basah padi sawah.

Baca Juga:  Ekonomi Nagari Andaleh Baruh Bukik Menggeliat

Untuk menunjang pertanian dengan menekan biaya produksi dan meningkatkan indeks pertanaman, wabup juga sampaikan bahwa pemda mempunyai program unggulan seperti bajak sawah gratis yang tidak lama lagi bakal di-launching.

“Kita akui walau bajak gratis ini memang bukan yang pertama di Indonesia namun sudah ada yang memulai seperti di Provinsi Gorontalo dengan tahap awal brigade alsintan dan dilanjutkan dengan bajak gratis dan kita adopsi dari sana,” ucapnya.

Ditambahkan Richi,  saat ini jumlah mesin bajak bantuan yang tersebar pada kelompok tani sekitar 1.500 unit. Itu tentu ada yang tidak beroperasi lagi akibat rusak dari itu pemkab akan memperpaiki dan akan kembali dipergunakan dan akan dimenej lagi pengoperasiannya.

Wabup juga mengatakan dukungan dari BLK Provinsi Sumatera Barat yang akan menjadikan Tanahdatar sebagai lokasi workshop untuk alsintan.

Kepala Teknologi Industri Pertanian Unand  Erigas Ekaputra yang juga hadir saat itu menyampaikan untuk percepatan progul bajak gratis ini sudah bisa dilaksanakan dengan memanfaatkan bajak yang sudah ada sembari menunggu brigade alsintan yang juga harus disiapkan.

Erigas juga minta Pemkab Tanahdatar untuk memanfaatkan lahan-lahan produktif yang masih kosong untuk ditanami casiavera atau kulit manis, sementara bibitnya pihak Unand yang menyediakan dan masyarakat yang menanam.

Sementara dikesempatan yang sama Rektor Unand Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH saat pertemuan tersebut menyampaikan apresesiai dan memberi dukungan dengan program pertanian Pemkab Tanahdatar.  (stg)