4.061 Orang Sembuh Dari Covid-19 Sejak Maret 2020, 4.899 Orang Terpapar

2
Ilustrasi masyarakat terhadap vaksinasi.(IST)

Sebanyak 4.061 orang yang terpapar Covid-19 di Tanahdatar berhasil sembuh dengan hasil negatif,  sejak dilanda pandemi Covid-19 Maret 2020. Sedangkan hingga saat ini total yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Tanahdatar tercatat 4.899 orang.

Kepala Bidang (Kabid) Pecegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanahdatar Roza Mardiah mengatakan angka paparan Covid-19 di Tanahdatar cukup intens pada tahun ini. Oleh karena itu, berbagai upaya pencegahan juga terus dimaksimalkan, termasuk dengan cara vaksinasi.

“Akumulasi kasus konfirmasi paparan positif covid hingga hari ini (14/9) tercatat 4.899 orang. Dari jumlah itu 4.061 orang sudah sembuh dengan hasil negatif. Sedangkan angka meninggal dunia mencapai 168 orang,” ujar Roza,  Selasa (14/9).

Roza menyebutkan, 580 orang saat ini tengah menjalani isolasi mandiri. Sisanya di rawat di berbagai rumah sakit yang ada di Sumatera Barat seperti 1 orang dirawat pada RS Hermina Padang,  9 orang dirawat di RSOMH Bukittinggi,  5 orang dirawat di RSU Bunda BMC Padang,  15 orang dirawat di RSUP M Djamil Padang,  8 orang dirawat di RSAM Bukittinggi, 15 orang dirawat di RS Ibnu Sina Padang Panjang,  10 orang dirawat di RSUD Padang Panjang.

10 orang dirawat di RSUD Hanafiah Batusangkar,  9 orang dirawat di RS Ibnu Sina Bukittinggi,  3 orang dirawat RSUD Adnan WD Payakumbuh,  4 orang dirawat RSI Ibnu Sina Payakumbuh,  3 orang dirawat RSUD Padang Pariaman,  2 orang dirawat RSUD Bukittinggi,  1 orang dirawat RSI Ibnu Sina Padang, 1 orang dirawat pada RSUD Muara Labuh Solok Selatan, 2 orang dirawat pada RSUD M. Natsir Solok, 1 orang dirawat pada RSJ HB Saanin Padang.

”Untuk hari ini saja (Selasa, red) tercatat 148 orang berhasil sembuh. Sedangkan empat orang lainnya dinyatakan positif,” jelasnya.

Baca Juga:  Hasilkan 18 Ton Per Ha, Petani Pandai Sikek Panen Perdana Bawang Batu Ijo

Kurangnya kesadaran menerapkan prokes, ujar Roza, dan rasa tidak percaya akan paparan Covid-19 menjadi penyebab dominan tingginya paparan covid di Tanahdatar. Padahal berbagai upaya telah diupayakan untuk meminimalisir penyebaran oleh Pemerintah Kabupaten melalui Satuan tugas maupun isntansi terkait.

Upaya-upaya yang telah dilakukan diantaranya meningkatkan sosialisasi kepada seluruh elemen,  hingga memberikan sanksi kepada pelanggar prokes, sampai pemberian vaksin. Kurangnya kepercayaan terhadap vaksin pada awalnya menjadikan angka realisasi vaksinasi di Tanahdatar minim. Namun, setelah berbagai usaha dilakukan sedikit demi sedikit mulai menampakkan peningkatan.

Roza Mardiah mengatakan, secara keseluruhan persentase vaksinasi di Tanahdatar telah mencapai lebih kurang 17,50 persen baik vaksinasi tahap awal maupun tahap dua.  Dari jumlah persentasi itu,  Tenaga kesehatan memiliki persentasi paling tinggi,  dimana pada vaksin tahap awal realisasi mencapai 110,88 persen dan tahap dua 102,52 persen.

Kemudian tenaga pelayanan publik mencapai 82,66 persen untuk vaksin tahap awal,  sedangkan pada tahap dua mencapai 41,45 persen. Sedangkan untuk masyarakat umum untuk tahap awal mencapai 7,45 persen,  dan 2,69 persen untuk vaksin tahap dua.

Sedangkan untuk remaja 12-17 tahun masih minim,  baru berkisar pada 0,73 persen untuk tahap awal,  dan 0,05 persen untuk vaksinasi tahap kedua. Sedangkan untuk lansia, vaksinasi tahap awal mencapai 4,92 persen,  dan vaksinasi tahap kedua baru mencapai 1,72 persen.

Roza menyebutkan, meningkatnya partisipasi masyarakat untuk melakukan vaksin itu disebabkan oleh beberapa hal,  diantaranya,  karena upaya sosialisasi dan instruksi dari Pemerintah Pusat hingga kabupaten yang gencar menyerukan upaya vaksinasi. (stg)