Stok Hewan Kurban Diklaim Aman, DPRD Sumbar Sambangi Tanahdatar

15
KUNJUNGAN: Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib disambut Wabup Tanahdatar Richi Aprian saat melakukan kunjungan, Kamis (16/6).(IST)

Stok hewan kurban untuk Tanahdatar dinilai telah aman dan mencukupi. Karena hewan untuk kurban telah jauh hari sebelumnya dibeli, dan dipelihara hingga waktu kurban tiba. Bahkan, jauh sebelum kasus PMK merebak, stok hewan kurban telah lebih dahulu tersedia.

“Ternak sapi khusus untuk hari raya kurban sudah dibeli para konsumen jauh sebelum PMK merebak, dan dirawat masyarakat sampai hari raya besok. Jadi stok sapi aman, mungkin yang diperlukan nantinya adalah menutupi kekurangan sekiranya ada yang membutuhkan lebih,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Richi Aprian, saat menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Sumbar, Kamis (16/6).

Richi menjelaskan, jika Pemkab Tanahdatar setelah mendapatkan informasi terjadinya beberapa kasus Penyakit Kaki dan Mulut (PKM) dibeberapa Kabupaten di Jawa Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh, langsung bergerak cepat dengan melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan pihak terkait.

“Setelah terjadi kasus PMK pertama di Tanahdatar 16 Mei lalu, pemkab dipimpin bupati langsung melaksanakan rakor menghadirkan pimpinan DPRD Tanahdatar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Camat se-Tanahdatar, asosiasi pedagang dan peternak. Serta instansi terkait dan menghasilkan keputusan menutup pasar ternak Batusangkar selama  14 hari, kemudian terbitkan Surat Edaran Bupati tentang PMK,” sampai Wakil Bupati Richi Aprian.

Kemudian diungkapkan Richi, dalam mengatasi dan memutus perkembangan PMK itu, juga dilaksanakan pengawasan terhadap lalu lintas hewan terutama sapi dipintu masuk ke Tanahdatar sampai penyemprotan disinfektan.

Baca Juga:  Paragon-Padek Go to School Meriah di SMAN 1 Batusangkar, Yuk Intip!

“Ada beberapa kebutuhan yang diperlukan untuk penanggulangan kasus PMK di lapangan adalah pengadaan obat-obatan, pengadaan disinfektan, dan kebutuhan sarana prasarana dan SDM,” ujarnya.

Richi menambahkan, ketersediaan hewan kurban di Tanahdatar saat ini dinilai mencukupi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib yang hadir bersama Ketua Komisi II DPRD Sumbar Mochlasin didampingi Jefri Masrul, Arkadius Dt. Intan Bano, Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar Sukardi mengatakan, kunjungannya bersama tim untuk mengetahui perkembangan PMK dan ketersediaan hewan kurban di Tanahdatar.

Dikatakan Suwirpen, apa yang diperoleh dari kunjungan di Tanahdatar bakal dibawa dan disampaikan ke kunjungan daerah lain.

“Hasil kunjungan ini akan kami bawa dan sampaikan kunjungan selanjutnya ke daerah lain, karena memang masih banyak peternak dan masyarakat yang belum mengetahui PMK,” katanya.

Hal senada  juga disampaikan Arkadius Dt. Intan Bano, dimana dia juga mengharapkan Pemerintah Daerah bersama dinas terkait terus dan selalu mengawasi perkembangan kasus PMK ini.

“Meski PMK tidak menular kepada manusia, namun tentunya dinas terkait terus memantau dan berusaha memutus kasus ini, terutama tidak berapa lama lagi akan memasuki hari raya kurban,” tukasnya. (stg)