Biaya Pompa Air Tinggi, Fisika Unand dan Kemendikbud Ristek Bangun PLTMH

9
DIMULAI: Pemasangan pipa PLTMH di Jorong Tuahsakato, Nagari Sawahtangah, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanadatar, Minggu (15/8).(IST)

Tim peneliti Jurusan Fisika Fakultas MIPA Unand memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Jorong Tuahsakato, Nagari Sawahtangah, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanadatar. Kegiatan yang didukung penuh Kemendikbud Ristek dalam bentuk Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dimulai pemasangannya, Minggu (15/8).

Jorong Tuahsakato memiliki topografi dengan kontur perbukitan. Masyarakat di jorong ini, bahkan di sebagian besar Nagari Sawahtangah, mendapatkan suplai air bersih dari mata air yang berada di salah satu lembah di Jorong Tuahsakato. Air bersih dialirkan ke rumah-rumah masyarakat lewat mesin pompa air yang dikoordinir pengoperasiannya oleh nagari.

Namun, biaya yang dikeluarkan tiap tahunnya cukup besar. “Tiap tahun biaya operasional mesin pompa air ini mencapai puluhan juta rupiah,” kata Dedi, Wali Nagari Sawahtangah.

Pihaknya sudah lama memimpikan adanya PLTMH di Nagari Sawahtangah, namun baru dapat terwujud sekarang melalui kegiatan pengabdian dosen Jurusan Fisika Unand ini. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, apa yang sudah lama kami mimpikan, insya Allah akan terwujud dan hari ini sudah dimulai pemasangan pipanya,” ujar Dedi.

Pembangunan PLTMH digawangi Marzuki selaku ketua PKM, beranggotakan Ahmad Fauzi Pohan dan Trengginas Eka Putra Sutantyo. Pembangunannya juga melibatkan Asep Neris Bachtiar dari Jurusan Teknik Mesin Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang. Tim juga melibatkan beberapa mahasiswa Jurusan Fisika Unand.

Kegiatan pembangunan PLTMH di Jorong Tuahsakato ini menggunakan air buangan dari sumber mata air, tidak dari air bersih yang dimanfaatkan masyarakat. “Sumber air di sini cukup besar dan buangannya juga cukup besar, dan PLTMH ini tidak akan mengganggu debit air yang ada. Sebab, kita hanya memanfaatkan air buangan saja,” kata Marzuki.

Baca Juga:  Cari Kafilah Terbaik, LPTQ Tanahdatar Targetkan Kembali Juara Umum!

Lokasi medan yang cukup sulit dan berbatu, membuat pemasangan pipa menghabiskan waktu sekitar dua hari. Ditambah lagi, lokasi mata air tidak dapat dijangkau oleh truk. Akibatnya, pipa PLTMH yang beratnya mencapai ratusan kilogram per batang diangkat secara gotong royong oleh warga.

“Alhamdulillah, pekerjaan berat ini sudah selesai berkat kerja sama wali nagari, jorong, dan masyarakat,” jelas Marzuki.

Setelah peletakan pipa, maka akan dilakukan pengerjaan fisik seperti kolam penampungan, dan sebagainya. Kegiatan tersebut dipercayakan kepada wali nagari untuk mengkoordinir melalui partisipasi masyarakat.

“Pembangunan ini diperkirakan akan rampung pada bulan Oktober dan untuk tahap awal ini baru dilakukan pemasangan pipa. Setelah pekerjaan fisik selesai maka kita akan pasangkan turbin dan generator,” ujar Marzuki.

Dia juga menjelaskan, kegiatan PKM berlangsung sekitar delapan bulan, mulai dari survei lapangan, pembuatan PLTMH, pemasangan dan pengujian. Dia berharap doa masyarakat, semoga PLTMH yang dibangun bisa berfungsi maksimal dan dapat mengurangi beban masyarakat sebagaimana yang diamanahkan melalui kegiatan PKM yaitu untuk membentuk/mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial. (adt)