PDP Meninggal asal Batipuh Negatif Covid-19

Ilustrasi virus korona. (INTERNET)

Warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 asal Tanahdatar yang meninggal di RSUD Padangpanjang dinyatakan negatif mengidap virus tersebut.

Status tersebut berdasar hasil uji swab Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand).

“Hasil swab atas pasien PDP yang meninggal sudah keluar. Hasilnya negative Covid-19,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Tanahdatar Roza Mardiah.

Ia menyebutkan sampai saat ini pasien positif Covid-19 tetap berjumlah 2 orang (1 orang menjalani isolasi di rumah dan 1 orang sudah dinyatakan sembuh dengan hasil negatif).

Sementara jumlah ODP turun menjadi 39 orang, PDP 2 orang (1 orang meninggal asal Kecamatan Batipuh dan 1 orang masih dirawat di RSUD Padangpanjang). Sedangkan
warga dengan status notifikasi berjumlah 2.476 orang.

Ia meminta masyarakat tetap waspada dan patuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah, apalagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah dimulai.

“Mari patuhi bersama aturan ini sehingga tidak ada perpanjangan PSBB di Sumbar. Tujuan utama dari PSBB ini adalah mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sementara Kabag Humas Setda Tanahdatar Yusrizal menyebut Pemkab Tanahdatar sudah mengeluarkan instruksi agar perantau dari daerah pandemi menjalani karantina mandiri sesuai protokol isolasi mandiri.

Kebijakan itu sesuai Instruksi Bupati Tanahdatar kepada Camat dan Wali Nagari se-Kabupaten Tanahdatar Nomor 443/01/O.Pch.GT/2020 tanggal 22 April 2020 perihal Pengawasan Pelaksanaan Karantina Mandiri bagi Pendatang dalam Rangka Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tanahdatar serta instruksi kedua Nomor 443/02/O.Pch-GT/2020 tentang Pembatasan Sosial dimulai dari lingkup nagari.

“Kami harap masyarajat datang dari luar daerah termasuk perantau agar mematuhi imbauan ini untuk kebaikan bersama sehingga wabah Covid-19 tidak menyebar,” pungkasnya.(mal)