Pemkab Berharap Ada BPOM di Tanahdatar

11
TINJAU VAKSINASI: Wabup Tanahdatar Richi Aprian meninjau proses vaksinasi saat sosialisasi pemberdayaan masyarakat KIE kemarin (25/ 10) di Gedung Nasional Maharajo Dirajo, Kota Batusangkar.(IST)

Obat, makanan dan kosmetik yang aman merupakan salah satu hal penting yang harus diwujudkan bagi masyarakat. Syarat utama yang harus dipenuhi suatu produk adalah dari segi keamanan, mutu dan kemanfaatan.

”Untuk mewujudkan hal tersebut, maka perlu peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai obat, obat tradisional, makanan dan kosmetik yang aman dan terhindar dari bahan berbahaya yang berisiko bagi kesehatan,” ujar Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian saat membuka sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat dan vaksinasi massal, kemarin (25/10) di Gedung Nasional Maharajo Dirajo, Kota Batusangkar.

Dalam sosialisasi yang terselenggara berkat kerja sama dengan Pemkab Tanahatar, Komisi IX DPR RI dan BP POM di Padang itu, wabup menyebut, penyuluhan seperti ini merupakan hal yang sangat berguna bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat menggunakan produk atau mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya.

”Akhir-akhir ini banyak berkembang berita yang sangat mengkhawatirkan, di mana di pasaran saat ini marak terjadi peredaran obat ilegal, kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, jamu yang mengandung bahan kimia obat, yang bila digunakan efeknya sangat berbahaya,” ujar Richi.

Kondisi ini diperburuk dengan adanya era globalisasi, yang mana arus peredaran barang antar negara semakin ramai dan hal ini tidak terhindarkan. Sehingga banyak masyarakat tergiur dengan iklan dan tanpa pikir panjang langsung membeli tanpa mempelajari manfaat dan efek samping yang ditimbulkan.

Untuk itu, Richi mengimbau kepada masyarakat untuk cerdas dalam memilih dan menggunakan obat, makanan dan kosmetik.

”Sebelum membeli dan menggunakan baca dulu petunjuk, aturan pakai dan kandungannya dengan teliti. Bila perlu lakukan konsultasi dengan pihak kesehatan atau dokter, agar kita tidak salah menggunakan produk atau makanan,” pesan Richi.

Wabup juga mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat terkait arti pentingnya produk makanan, obat-obatan dan kosmetik yang aman digunakan oleh masyarakat.

Kepada pihak BP POM, Richi juga menyampaikan saat ini di Tanahdatar juga belum memiliki POM yang akan melakukan inspeksi dan sertifikasi sarana/fasilitas produksi maupun distribusi obat dan makanan, sertifikasi produk, pengujian obat dan makanan hingga pengawasan fasilitas kefarmasian.

”Mengingat keberadaannya yang sangat penting, untuk itu kami berharap BP POM dapat membentuk Loka POM di kabupaten Tanahdatar. Saat ini, kami sudah memiliki sarana bangunan yang bisa digunakan sementara, dan kami berharap adanya bantuan bangunan yang representatif serta bantuan peralatan yang lengkap untuk Loka POM,” kata Richi.

Baca Juga:  Bajak Gratis

Sekaitan dengan pelaksanaan vaksinasi, wabup menyampaikan saat ini Tanahdatar kembali berada pada PPKM level 3. Hal ini menurutnya disebabkan capaian vaksinasi masih rendah sehingga walaupun sebelumnya sudah berada di level 2 namun statusnya diturunkan lagi oleh Pemerintah Pusat.

Dengan adanya vaksinasi massal kali ini, diharapkan niat untuk mengedukasi masyarakat dan memvaksin masyarakat bisa sama-sama terjalani. ”Hari ini kita mengundang 500 orang untuk divaksin, dan alhamdulillah atensi masyarakat kali ini sangat luar biasa,” kata wabup.

Sementara anggota komisi IX DPR RI Suir Syam mengatakan, pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi, komunikasi, informasi dan edukasi terkait obat-obatan, kosmetik dan bahan makanan yang dilaksanakan saat ini sekaitan dengan banyaknya home industri yang ada di Tanahdatar. (stg)

Dia juga mendukung harapan dari wakil bupati terkait dengan kebutuhan Loka POM di kabupaten Tanahdatar. Menurutnya, keberadaan Loka POM bermanfaat untuk fungsi pengawasan terhadap produk makanan dan obat-obatan yang dihasilkan home industri, sehingga menghasilkan produksi yang benar-benar sehat dan aman digunakan.

”Apalagi Pemkab Tanahdatar sudah melayangkan surat ke BP POM dan ditindaklanjuti, maka saya juga akan berjuang bersama-sama dari pusat, agar cita-cita kita mendirikan Loka POM di kabupaten Tanahdatar segera terwujud,” ujar Suir Syam.

Terkait dengan vaksinasi Covid-19, Suir Syam meminta supaya masyarakat yang divaksin bisa menjadi duta vaksin di Tanahdatar yang akan menyampaikan informasi kepada yang lain bahwa divaksin itu sehat dan menyehatkan serta halal.

”Ini tugas kita bersama, yang sudah divaksin kan bisa merasakan bagaimana rasanya divaksin itu sakit apa tidak, ceritakan ini kepada tetangga, keluarga atau siapa saja yang belum mau divaksin. Katakan pada mereka, tidak ada yang perlu ditakuti dan ajak mereka, supaya Tanahdatar terbebas dari Covid-19,” ujar Suir Syam.

Di kesempatan yang sama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BP POM) Padang Firdaus Umar menyampaikan terkait dengan keinginan wabup untuk memiliki Loka POM di kabupaten Tanahdatar, pihaknya sangat mendukung.

”Loka POM itu membawahi beberapa daerah dan kalau didirikan di Tanahdatar itu pas, sebab letakkan ditengah dan berdekatan dengan beberapa kabupaten/kota lainnya. Apalagi di Tanahdatar ini ada lebih 1.300 home industri yang perlu dibina dan diawasi serta dikembangkan oleh BP POM. Oleh sebab itu sudah sepatutnya Loka POM ada di Tanahdatar,” ujar Firdaus. (stg)