4 Km Jalan Tani Butuh Pengaspalan, Telah Dibuka Melalui TMMD 2020

11
ERBENGKALAI: Jalan tani di Nagari Panyalaian saat dibuka dalam program TMMD 2020 dan kondisi saat ini yang terbengkalai butuh pengaspalan.(IST)

Sekitar 4 kilometer jalan yang menjadi tumpuan harapan petani di Nagari Panyalaian, hingga saat ini terbengkalai karena tidak kunjung ditindaklanjuti pengaspalan untuk dapat layak dilalui kendaraan.

Petani setempat, YK Datuk Mandah Kayo sangat berharap perhatian pemerintah untuk segera menyikapi kondisi jalan tani yang sulit dilalui jika kondisi hujan. Sementara di satu sisi, tujuan jalan ini dibuka melalui program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) 2020 lalu guna meringankan beban petani ketika panen.

Dikatakan Kayo, jalan tani yang melintas dari Jorong Pasarabaa, Pincurantinggi, Bintungan dan Kubuambacang tersebut merupakan hasil dari pembebasan lahan tanpa ganti rugi. Hal ini terwujud karena melihat begitu pentingnya akses jalan tersebut untuk memudahkan proses distribusi hasil panen.

”Dengan kondisi panjang hampir 4 kilometer dengan lebar lebih kurang 6 meter, tidak sedikit nilainya yang diibahkan untuk kepentingan pembangunan jalan ini. Kenapa masyarakat mau dengan ikhlas menyerahkan lahannya, karena ingin adanya kemudahan serta meringankan beban biaya distribusi hasil panen selama ini,” beber Kayo ditemui di sawahnya.

Baca Juga:  Pembangunan Jalan Usaha Tani Taratak Dievaluasi

Wali Nagari Panyalaian, Roni Dt Panduko Sirajo ditemui secara terpisah membenarkan adanya aspirasi petani yang selama ini belum terjawab terkait pengaspalan jalan tani sepanjang 4 kilomter tersebut.

Selaku pemerintah nagari, pihaknya telah menyampaikan kondisinya terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahdatar dan wakil rakyat di DPRD kabupaten maupun provinsi.

Roni juga menyebut, akses jalan tersebut sangat mendukung peningkatan kesejahteraan terhadap setengah dari potensi 248 hektare lahan pertanian yang terdapat di Nagari Panyalaian. Kekhawatiran nagari, pengabaian terhadap lahan yang sudah dibebaskan tersebut dapat mengubah pemikiran pemilik.

”Kondisi jalan saat ini di beberapa titik sudah mulai tertutupi rumput, sehingga khawatir nanti digarap lagi untuk lahan pertanian. Terkait pengaspalan, tentunya sudah di luar kemampuan nagari untuk menindaklanjutinya.

Semoga saja dengan telah disampaikan ke Pemkab, jalan ini bisa segera diaspal. Jalan ini nantinya selain akses pertanian, juga bisa menjadi jalur alternatif jalan lintas umum Padangpanjang-Bukittinggi dan sebaliknya,” jawab Roni. (wrd)