Aset PT BPR Malibu Tumbuh Double Digit, NPL Menurun

43

PT BPR Malibu kembali mempertahankan trend pertumbuhan usahanya ditahun 2021. Buktinya total asset tercatat sebanyak Rp 16,33 Miliar, realisasi Kredit sebanyak Rp 11,47 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 12,52 Miliar dan ratio Non Perfomance Loan yang menyusut ke angka 1,35 persen.

Tak mudah untuk mempertahankan pertumbuhan usaha disaat ekonomi yang masih sulit. Namun, kerja keras itu berhasil dicatatkan oleh manajemen PT BPR Malibu ditahun 2021. Selain total asset yang terus merangkak naik, kualitas kreditnya pun kian membaik seiring cukup tajamnya penurunan ratio Non Perfomance Loan (NPL) BPR Malibu ditahun 2021 ini.

“Secara kinerja tahun buku 2021 ini kita masih mampu mempertahankan pertumbuhan usaha. Buktinya total asset terus merangkak naik dan kualitas Assetpun kian membaik. Hingga akhir tahun 2021 terctaat total asset sebanyak Rp 16,33 Miliar, realisasi Kredit sebanyak Rp 11,47 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 12,52 Miliar. Sementara itu kualitas Assetpun kian membaik. Ratio Non Perfomance Loan berhasil diturunkan menjadi 1,35 persen”, ujar Direktur Utama PT Malibu Vicky Azhari yang didampingi Direkturnya Rita Nofriyanti.

Menurut Vicky, membaiknya kinerja asset ditahun 2021 menandakan berjalan baiknya peran intermediasi. Baik dalam menghimpun dana masyarakat maupun dalam mendistribusikan dana itu kembali berbentuk kredit. Buktinya kedua fungsi itu sama sama mengkontribusi pertumbuhan usaha ditahun 2021.

Aset, Dana dan Biaya

Dari audit yang dilakukan akuntan public Amanda dan Ernita Per 31 Desember 2021 tercatat total asset PT BPR Malibu sebanyak Rp 16,33 Miliar. Realiasi asset ini bertumbuh sebesar 12,39 persen jika dikomparasikan dengan realisasi asset tahun 2021 yang lalu dengan nilai Rp 14,53 Miliar.

Merangkak naiknya realisasi asset tak terlepas dari membaiknya kinerja dana. Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 12,52 Miliar atau bertumbuh 16,90 persen secara year on year. Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama sama berkontribusi. Total dana tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 7,50 Miliar. Realisasi tabungan ini bertumbuh 8,85 persen secara year on year. Sementara dana Deposito selama tahun 2021 terhimpun sebanyak Rp 5,02 Miliar.

Bagaimana dengan dana? Hingga akhir tahun 2021 tercatat total beban bunga yang musti dipukul manajemen PT BPR Malibu sebanyak Rp 441 Juta. Realiasi beban bunga ini menurun sebesar 2,01 persen secara year on year. Sementara itu beban operasional hingga per 31 Desember 2021 tercatat sebanyak Rp 2,49 Miliar.

Baca Juga:  Andre Rosiade Bagikan Ribuan Paket Sembako di Tanahdatar

Kredit dan Pendapatan

Sama halnya dengan dana pihak ketiga, realiasi kredit PT BPR Malibu ditahun 2021 juga bertumbuh secara year on year. Hingga akhir tahun 2021 tercatat total kredit yang mampu disalurkan sebanyak Rp 11,47 Miliar atau tumbuh sebesar 8,82 persen secara year on year.

Bertumbuhnya realisasi kredit tentulah berdampak positif pada kinerja pendapatan. Pendapatan bunga yang mampu dibukukan tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 2,38 Miliar sedangkan pendapatan lainnya tercatat sebanyak Rp 200 juta.

“Sebetulnya, nilai pendapatan bunga kita bisa melebihi itu namun karena ada koreksian dari system oleh otoritas maka pendapatan bunga menyusut. Meskipun begitu secara akumulasi total pendapatan masih bertumbuh dan tercatat sebanyak Rp 2,58 Miliar”, ujar Vicky.

Ekspansi Kredit dan Kendalikan NPL

Surplus likuitasnya PT BPR Malibu ditahun 2021 adalah sebuah potensi besar yang musti dimaksimumkan ditahun 2022 ini. Hingga akhir tahun 2021 tercatat penempatan dana antar bank meningkat dari Rp 3,47 Miliar naik menjadi Rp 4,17 Miliar. Selain itu ratio cash juga naik hingga mendekati 20 persen.

“Ekspansi kredit musti dilakukan tahun 2022 dan ini juga sudah menjadi salah satu target yang dituangkan dalam rencana bisnis bank tahun 2022. Kita target tahun 2022 ini kredit masih bertumbuh double digit”, ujar Vicky.

Selain memacu kredit, pengendalian kualitas kredit dan biaya juga musti dilakukan. Alhamdulilah tahun 2021 kualitas kredit sudah semakin membaik. Ratio Non Perfomance Loan berhasil diturunkan hingga menjadi 1,35 persen.

”Khusus untuk kualitas aktiva, target kita adalah mempertahankan kualitas kredit seperti saat ini sambil terus menekan ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO)”, ucap Vicky.

PT BPR Malibu merupakan salah satu BPR yang beroperasional di Kabupaten Tanah Datar. BPR yang berkantor pusat di Kanagarian Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo ini merupakan BPR yang bernaung dibawah binaan gebu Minang. BPR ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh perantau Lintau Buo tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

“Alhamdulillah tahun 2021 sudah kita lewati, semoga saja ditahun 2022 kinerja PT BPR Malibu bisa jauh lebih baik lagi. Untuk itu kami membutuhkan dukungan dari semua pihak”, tukas Vicky. (two)