Dua Nagari di Tanahdatar Jadi Pemajuan Kebudayaan

13
BUDAYA: Peresmian sasaran Silek Langkah Ampek Junguik Sati, Nagari Batutaba, Kecamatan Batipuh Selatan. Dua nagari di Tanahdatar dijadikan sebagai desa atau nagari Pemajuan Kebudayaan. Kedua nagari itu di antaranya Nagari Batutaba dan Nagari Pariangan.(IST)

Dua nagari di Tanahdatar dijadikan sebagai desa atau nagari Pemajuan Kebudayaan. Kedua nagari itu di antaranya Nagari Batutaba dan Nagari Pariangan.

Hal ini menunjukkan, jika nagari tersebut memiliki potensi di bidang kebudayan dan itu perlu untuk dikembangkan mulai dari kesenian,  kebudayaan hingga tradisi yang ada.

Terkait tadisi silat,  Bupati Tanahdatar Eka Putra menyebut hal ini sangat penting untuk kemajuan generasi muda ke depan.

Ditambah lagi untuk masuk perguruan silat harus khatam Al Quran dan itu juga akan dapat bersinergi dengan program unggulan daerah yaitu satu nagari satu iven, ditambah lagi silat sudah masuk UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan apresiasi pada seluruh komponen daya desa dan unsur terkait baik langsung maupun tidak langsung yang telah mengangkat  ini. Sehingga nilai-nilai adat dan budaya di nagari-nagari akan tumbuh kembali dan semakin lestari,” ujarnya  saat peresmian sasaran silek Langkah Ampek Junguik Sati, Nagari Batu Taba,  Kecamatan Batipuh Selatan kemarin.

Dia juga minta unsur di nagari, masyarakat dan tuo-tuo silek untuk betul-betul menjaga dan melestarikan tidak hanya saat ini saja namun berkelanjutan dan pemerintah daerah juga akan selalu men-support.

“Pada tahun 2014 yang lalu Silek Minangkabau juga ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat. Dan itu harus dijaga dan ini perlu perhatian lebih dan bersungguh – sungguh dari semua pihak,” ujarnya.

Baca Juga:  Revitalisasi Lapangan Cindua Mato Disorot 

Peresmian juga dihadiri Anggota DPRD Tanahdatar, Perwakilan BPNB Provinsi Sumatera Barat, Kadis Parpora Abdul Hakim, Camat Batipuh Selatan, Camat X Koto, forkopimca, wali nagari se-Kecamatan Batipuh Selatan, Ketua KAN dan BPRN Nagari Batu Taba, serta Dosen dan Mahasiswa ISI Padangpanjang.

Sementara, Wali Nagari Batutaba Destriyanto mengatakan, peresmian sasaran silek yang dirangkai dengan berbagai atraksi budaya itu sebagai upaya melahirkan kembali nilai-nilai seni dan budaya yang semakin tergerus kemajuan zaman.

“Kita sangat bersyukur pada saat peresmian sasaran Silek Tuo Langkah Ampek Junguik Sati Nagari Batu Taba ini, juga dirangkai dengan atraksi budaya daerah yang di-suport oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada kegiatan Desa Pemajuan Kebudayaan. Sehingga akan mengangkat nilai-nilai budaya, khususnya di Batu Taba dan umumnya di Tanahdatar,” ujarnya.

Dikatakan Destriyanto,  kegiatan diisi dengan berbagai kegiatan seni dan budaya seperti Atraksi Silek, Diskusi Silek, Pemutaran Film Surau dan Silek, Pertunjukan Tari, Randai, Jujuang Talam Makan Bajamba, Pacu Biduak dan Lomba Permainan Tradisional Anak tersebut turut di dukung oleh ISI Padang Panjang dan BPNB Provinsi Sumatera Barat.

Untuk kegiatan silek Destriyanto menyebutkan,  diikuti oleh tiga perguruan silek langkah ampek dari tiga nagari yaitu Nagari Batutaba, Nagari Sumpu dan Nagari Gunuangrajo.  (stg)