Probiotik Waretha Tekan Biaya Pakan, Efisiensi Penggunaan Ransum Naik 67%

11
PAKAN ALTERNATIF: Suasana bimtek pengolahan pakan alternatif ayam petelur menghadirkan sejumlah pakar asal Fakultas Peternakan Unand di Tanahdatar, baru-baru ini.(IST)

Melambungnya harga pakan diikuti dengan terjadinya penurunan harga telur ayam beberapa waktu lalu, membuat banyak peternak kelabakan. Bahkan, tak sedikit di antaranya gulung tikar akibat tak mampu menutupi biaya produksi yang tidak seimbang dengan pemasukan.

Persoalan ini mendapat perhatian serius dari Dinas Pertanian Tanahdatar. Secara khusus Kadis Pertanian Tanahdatar Yulhardi melaksanakan Bimtek Pengolahan Pakan Alternatif Ayam Petelur dengan menghadirkan sejumlah pakar asal Fakultas Peternakan Unand.

Salah seorangnya Prof Wizna yang konsen meneliti penggunaan probiotik waretha bagi pakan ternak. Menurut Wizna, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukanny tahun 2009, menunjukkan bahwa pemberian probiotik waretha ke broiler 100 gram/1.000 ekor tanpa diberi fed suplemen lainnya (vitamin, obat), menunjukkan hasil positif.

“Terjadi efisiensi penggunaan ransum dari sebelumnya 61% menjadi 67%. Hal ini jelas menguntungkan peternak, karena bisa menekan biaya produksi. Di samping itu, kandang tidak bau dan alas tidak basah. Berikutnya, tingkat kematian turun 70%, karkas naik dari 67% menjadi 72%,” ujar Wizna di hadapan peternak se-Tanahdatar.

Baca Juga:  Warga Jorong Mawar Usulkan Pemekaran Nagari

Artinya, tambah Wizna, memelihara 3.000 ekor broiler dengan berat standar 4.250 menjadi 4.500 kg diperoleh keuntungan lebih Rp 2,5 juta atau setara dengan upah dua orang tenaga kerja kandang. Terlebih lagi, probiotik waretha sudah dipaten dengan nomor Sertifikat IDP.000044746, tanggal 01 Maret 2017.

Berdasarkan percobaan pada pemeliharaan itik Talago Farm Atar beberapa waktu lalu,  berhasil meningkatkan produksi telur sudah 60% dengan masa pemeliharaan 3 minggu oleh mitra atau itik umur 5 bulan. Hal ini menunjukkan probiotik waretha mampu meningkatkan produksi telur itu lebih cepat.

Menurut Wizna, sebelumnyan pihaknya juga diundang Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto guna menyosialisasikan pengembangan ternak unggas petelur dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Acara ini dibuka langsung Wali Kota Deri Asta dan dihadiri PT Bukit Asam, Dewan Pembina dan Ketua Kadinda Kota Sawahlunto Hasjonny Sy dan Alkautsar Akbar, serta Bank Nagari selaku unsur pendukung permodalan di samping bantuan yang akan diberikan pemerintah daerah pada tahun 2022 nanti. (rdo)