IRT Meninggal Tertimpa Longsor

Anggota Polsek Padangganting melakukan olah tempat kejadian peristiwa di lokasi ditemukan Anis Warti, 58, ibu rumah tangga yang tewas akibat longsor. (IST)

Musibah longsor terjadi di Jorong Taratak VIII Nagari Atar Kecamatan Padangganting, Minggu (29/3). Akibat kejadian itu, seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Anis Warti, 58, warga Jorong Taratak VIII, tewas tertimpa longsor, sekitar 400 meter dari tempat tinggalnya.

Kemarin (30/3) pagi jasad korban dikburkan pandam pakuburan keluarga di Jorong Taratak VIII Nagari Atar. Informasi yang dihimpun dari keluarga dan kepolisian, peristiwa itu terjadi sekitar 17.30. Saat itu Anis Warti menjemput ternak kerbau miliknya ke lokasi kejadian. Saat itu Anis Warti menjemput ternak kerbau miliknya ke lokasi kejadian. Saat menjemput kerbau, hujan deras. Hingga pukul 19.30, korban belum juga pulang, sehingga membuat pihak keluarga terutama suami korban, Saharduin dan sang adik Syafrianto khawatir.

Keduanya setelah itu memperoleh informasi ada bencana bukit dan tebing longsor di lokasi korban Anis Warti menjemput ternak.
Mengetahui hal itu, suami besama adik korban serta keluarga lainnya langsung menyusul ke lokasi kejadian. Sesampai di lokasi, mereka menemukan Anis Warti sudah meninggal dunia dengan posisi tergeletak di antara longsoran tanah tebing.
Warga beserta wali jorong yang ikut ke lokasi langsung mengevakuasi korban ke rumah duka.

Kapolsek Padangganting Iptu Kamaluddin membenarkan kejadian tersebut. Longsor tersebut terjadi karena curah hujan yang tinggi sehingga membuat tebing di lokasi kejadian mengalami longsor. ”Diduga saat kejadian tersebut korban tidak bisa menghindari longsor,” ujarnya.

Ia menambahkan pihak keluarga juga sudah ikhlas menerima musibah tersebut dan tidak melakukan visum. Karena kejadian itu, korban Anis Warti mengalami luka lebam di dekat mata. ”Jenazah korban sudah dikuburkan pagi tadi (kemarin, red),” ujarnya.
Ia mengimbau agar masyarakat berhati-hati ketika keluar rumah. Apalagi ketika terjadi hujan deras yang dapat menyebakan bencana banjir dan longsor. (mal)