Susuri Kota Tua Batang Arau, Plt Wako Padang Ini Mau Apa Ya?

21

Kawasan Batang Arau dulunya merupakan kawasan perdagangan internasional. Pada masa itu, sekitar tahun 1800-an, Batang Arau menjadi urat nadi Kota Padang. Tempat segala aktifitas masyarakat Kota Padang.

Kini, peninggalan masa lalu masih dapat disaksikan. Bangunan tua dengan arsitektur zaman kolonial tetap berdiri kokoh. Kawasan ini jika dipercantik akan mampu mendatangkan wisatawan ke Padang.

Rabu (24/3/2021), Plt Wali Kota Padang Hendri Septa menyusuri kawasan Batang Arau. Bersama Sekdako Amasrul, Tuako Alam Gunawan dan rombongan dari iNews TV Jakarta, Plt Wali Kota Padang berjalan dari kawasan Batang Arau hingga ke kawasan Kelenteng.

Sambil melihat potensi wisata Kota Tua, Hendri Septa berbincang dengan Tuako Alam Gunawan dan rombongan dari iNews TV. Hendri Septa menuturkan bahwa dirinya berkeinginan besar menjadikan kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata unggulan di Padang ke depannya.

“Kita tak ingin sekadar wacana, kita akan hidupkan kembali Padang Tempo Doeloe atau ‘Padang Old Town’, karena ini merupakan program unggulan yang sudah dijanjikan,” kata Hendri Septa.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Dukung Pengembangan Wisata Alam dan Budaya di Sumbar

Rencananya, nantinya kawasan Kota Tua akan menjadi Kampung Tematik. Dimana nantinya Kampung Tematik akan dikunjungi banyak orang. Di sini akan disuguhkan suasana seperti tempo doeloe.

“Tahun ini kita susun rencana ini dan dianggarkan pada tahun 2022,” ujar Plt Wali Kota.

Tidak saja menjadikan kawasan Batang Arau sebagai Kampung Tematik. Di kawasan ini nantinya juga ada sinematic live, ketika masyarakat masuk ke dalamnya akan merasakan suasana masa lalu. Termasuk penampilan opera yang menceritakan tempo doeloe.

“Yang terpenting dari ini semua selain untuk meningkatkan kunjungan wisata, sekaligus mengedukasi generasi muda bahwa Padang adalah kota sejarah yang penuh peninggalan. Jika ini tidak digaungkan dari sekarang, semua akan hilang,” kata Hendri. (*)

Previous articleWarga Mentawai Binaan Yayasan Semen Padang Dilatih Membuat Maggot BFS
Next articleFebruari, UPZ Baznas Semen Padang Salurkan Zakat Karyawan Rp720 Juta