
Penulis : Elfindri - Guru Besar FEB Unand
Selalu yang menjadi pertanyaan besar adalah kenapa kita melakukan ibadah Sa’i sebagai salah satu rukun haji dan atau umrah. Pembelajaran apa yang telah diberikan Bunda Siti Hajar kepada kita?
Hal ini selalu menjadi tanda tanya besar bagi saya sejak setiap musim haji datang. Tanpa mendapatkan pemahaman yang benar, maka tentu kita hanya mengikuti apa yang sudah dilaksanakan oleh orang lain, penjelasan dari guru agama seringpula tidak memuaskan diri, kita pun perlu belajar sampai menemukan pemaknaan di belakangnya.
Maka dengan kerendahan hati, mari kita pahami bahwa Sa’i merupakan rukun haji dan umrah, karena tersedia dalilnya dalam Al Quran sebagai berikut:
“Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.” (Qs. Al Baqarah: 158)
Safa dan Marwa itu syiar Allah. Artinya, tempat dan amalan ini adalah tanda-tanda ibadah yang Allah syariatkan. Ini tidak boleh diremehkan. Karena dia hukumnya wajib dalam pelaksanaan haji dan umrah. Awalnya sahabat ragu karena Safa-Marwa dulunya ada berhala di zaman jahiliyah. Ayat ini turun buat menegaskan: tidak apa-apa, bahkan wajib, karena ini mengikuti jejak Siti Hajar.
Sa’i mengenang perjuangan Siti Hajar lari bolak-balik antara Safa dan Marwa cari air buat Nabi Ismail yang kehausan di padang gersang. Dari situ muncul air Zamzam. Jadi, Sa’i bukan sekadar ritual fisik, tapi juga bentuk ketaatan dan tawakkal.
Singkatnya Allah SWT memerintahkan umat Islam buat melakukan Sa’i 7 kali antara Safa-Marwa sebagai bagian dari haji/umrah, sekaligus mengingatkan kita pada kesabaran dan tawakkal Siti Hajar.
Posisi Air Zamzam
Setelah memandang posisi jabbal Safa dan Marwa, maka tidak akan masuk ke dalam logika manusia ada kehidupan di antaranya, mengingat keduanya merupakan lokasi bukit batu terpisah, sementara sisi kiri di antaranya tempat Maqam Ibrahim (tepat di depan Ka’bah), namun Air Zamzam tersedia, sebagai bentuk kekuasaan Allah dalam memberikan rezeki kepada umatnya.
Saya memahami hal ini sebagai sebuah bukti ketawakalan yang diperlihatkan oleh Siti Hajar, rezeki tidak selalu linier dengan pekerjaan dan usaha. Namun usaha “usaha first” rezeki kemudian Allah yang menentukan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




