Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Makna Sa’i dalam Ekonomi Syariah

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
Prof Elfindri
Prof Elfindri

Advertisement

Penulis : Elfindri - Guru Besar FEB Unand

Selalu yang menjadi pertanyaan besar adalah kenapa kita melakukan ibadah Sa’i sebagai salah satu rukun haji dan atau umrah. Pembelajaran apa yang telah diberikan Bunda Siti Hajar kepada kita? 

Hal ini selalu menjadi tanda tanya besar bagi saya sejak setiap musim haji datang. Tanpa mendapatkan pemahaman yang benar, maka tentu kita hanya mengikuti apa yang sudah dilaksanakan oleh orang lain, penjelasan dari guru agama seringpula tidak memuaskan diri, kita pun perlu belajar sampai menemukan pemaknaan di belakangnya.

Advertisement

Maka dengan kerendahan hati, mari kita pahami bahwa Sa’i merupakan rukun haji dan umrah, karena tersedia dalilnya dalam Al Quran sebagai berikut:
“Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.” (Qs. Al Baqarah: 158)

Safa dan Marwa itu syiar Allah. Artinya, tempat dan amalan ini adalah tanda-tanda ibadah yang Allah syariatkan. Ini tidak boleh diremehkan. Karena dia hukumnya wajib dalam pelaksanaan haji dan umrah. Awalnya sahabat ragu karena Safa-Marwa dulunya ada berhala di zaman jahiliyah. Ayat ini turun buat menegaskan: tidak apa-apa, bahkan wajib, karena ini mengikuti jejak Siti Hajar.

 Sa’i mengenang perjuangan Siti Hajar lari bolak-balik antara Safa dan Marwa cari air buat Nabi Ismail yang kehausan di padang gersang. Dari situ muncul air Zamzam. Jadi, Sa’i bukan sekadar ritual fisik, tapi juga bentuk ketaatan dan tawakkal.

Advertisement

Singkatnya Allah SWT memerintahkan umat Islam buat melakukan Sa’i 7 kali antara Safa-Marwa sebagai bagian dari haji/umrah, sekaligus mengingatkan kita pada kesabaran dan tawakkal Siti Hajar.

Posisi Air Zamzam

Setelah memandang posisi jabbal Safa dan Marwa, maka tidak akan masuk ke dalam logika manusia ada kehidupan di antaranya, mengingat keduanya merupakan lokasi bukit batu terpisah, sementara sisi kiri di antaranya  tempat Maqam Ibrahim (tepat di depan Ka’bah), namun Air Zamzam tersedia, sebagai bentuk kekuasaan Allah dalam memberikan rezeki kepada umatnya.

Saya memahami hal ini sebagai sebuah bukti ketawakalan yang diperlihatkan oleh Siti Hajar, rezeki tidak selalu linier dengan pekerjaan dan usaha. Namun usaha “usaha first” rezeki kemudian Allah yang menentukan.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kota Padang Masuk Nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026

Kota Padang Masuk Nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026

Kota Padang masuk enam besar nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026 berkat berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Ekonomi Dunia Islam dalam Tekanan Neo-Imperialisme

Ekonomi Dunia Islam dalam Tekanan Neo-Imperialisme

EKONOMI dunia Islam berada dalam posisi paradoks. Negara-negara muslim menguasai cadangan energi besar, jalur perdagangan strategis, pasar konsumen

Bank Nagari Syariah: Konversi, Spin-Off, atau Dinamika Menuju Kepastian?

Bank Nagari Syariah: Konversi, Spin-Off, atau Dinamika Menuju Kepastian?

ADA yang mengganjal dari na­ra­si besar ekonomi syariah Sumbar. Se­bagai provinsi yang men­junjung ti­nggi nilai-nilai Islam melalui fi­losofi ABS-SBK

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer