Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penuh Keseruan Jika Mendekat ke Allah

Novitri Selvia • Senin, 30 Januari 2023 | 10:50 WIB
PEDULI: Jamaah MTI menyalurkan bantuan untuk korban gempa Pasaman dan Pasaman Barat tahun 2022 lalu.(IST)
PEDULI: Jamaah MTI menyalurkan bantuan untuk korban gempa Pasaman dan Pasaman Barat tahun 2022 lalu.(IST)
ALLAH SWT telah memerintahkan manusia untuk selalu beribadah kepada-Nya. Tidak sedikit cara yang ada bagi manusia agar bisa selalu dekat dengan-Nya. Seperti halnya yang dikerjakan Majelis Taklim Indonesia (MTI) Kota Padang, dimana tidak senantiasa dengan kegiatan formal melainkan banyak hal menyenangkan dirasakan.

Ketua MTI Kota Padang, Rosniati Hakim kepada Padang Ekspres, Minggu (29/1) menyampaikan setiap bulan akan selalu ada agenda yang dinanti-nantikan jamaah MTI, seperti pengajian yang rutin dilakukan. MTI tidak hanya sekedar komunitas yang mengajak setiap orang untuk mengikuti pengajian.

“Tapi di sini kita belajar bagaimana suatu himpunan yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan juga kehidupan di akhirat. Apalagi di zaman sekarang yang teknologinya sudah berkembang pesat, sangat sayang jika tidak kita manfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Majelis Taklim Indonesia merupakan wadah sebagai pembina umat, membentuk akhlak mulia, memperkuat iman agama, sebagai tempat pertemuan silaturahim bagi ibu-ibu majelis taklim di Kota Padang. Semakin ke sini pun perkembangan MTI di Kota Padang semakin bagus, tidak sedikit yang telah aktif.

“Setiap masjid dan juga mushala selalu kita upayakan untuk melantik kepengurusannya, sehingga ketika adanya pengurus kegiatan pun akan aktif berjalan, yang mana biasanya pelantikan pengurus tersebut diadakan pada saat pengajian rutin di masjid dan mushala masing-masing,” paparnya.

Menurutnya, banyak orang yang tidak paham dan mengerti bagaimana keseruan dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Banyak ibu-ibu masyarakat Kota Padang yang berombongan untuk bergabung ke dalam MTI, namun tidak sedikit juga yang enggan mengikuti.

“Tentu saja ini hal yang wajar, karena dalam MTI kita tidak dianjurkan untuk memaksa seseorang agar tetap ikut pengajian dan kegiatan lainnya. Namun disini kita menyambut saudara-saudara kita yang memang punya keinginan tinggi dalam belajar ilmu agama, pastinya juga mengejar ridho-Nya,” tuturnya.

Banyak yang menilai bahwa MTI hanyalah sebuah komunitas bertujuan untuk mengikuti dakwah di masjid-masjid. Padahal sebenarnya banyak hal yang menyenangkan dari kegiatan MTI, selain pengajian rutin. Tidak hanya meningkatkan ilmu agama, namun juga belajar mempertahankan suatu budaya seperti rebana.

“Dimana kalau kita lihat sekarang tidak banyak yang bermain rebana lagi, makanya disini jamaah kita aktif bermain alat musik tradisional tersebut. Setiap kali pengajian, beberapa jamaah kita nantinya akan mempersembahkan nyanyian islami, dengan menggunakan rebana,” ujarnya.

Selain itu, pada saat pengajian juga akan dihadirkan zikir bersama, asmaul husna secara bersama-sama. Sehingga dalam pengajian hadirlah suasana yang menyenangkan dan tidak kamu, serta tidak membosankan. Kemudian, pada saat momen-momen Islam tertentu, maka jamaah MTI akan mengikuti lomba rebana.

“Dimana yang menjadi penilaian diantaranya yaitu bagaimana nilai budaya tradisional yang ditampilkan, lalu juga bagaimana kekompakan para peserta dalam hal itu. Sejauh ini, jamaah selalu hadir dengan penuh kekompakan, baik dalam kegiatan rutin, kegiatan sosial dan kegiatan MTI lainnya,” paparnya.

Hal yang paling menyenangkan lagi, kegiatan pengajian MTI tidak hanya dilaksanakan di seputar Kota Padang saja. Namun, juga ada kalanya kegiatan tour jamaah atau dinamakan dengan wisata dakwah. Dimana hingga saat ini MTI Kota Padang sudah sering melakukan melaksanakan kegiatan.

“Kalau untuk pengajian rutin tentu dilaksanakan di masjid atau musala seputar daerah Kota Padang, namun sesekali kita juga mengadakan dan mengajak jamaah untuk mengikuti wisata dakwah ke luar daerah Kota Padang,” ujarnya.

Meskipun dinamakan wisata, bukan berarti hanya sekedar berlibur saja. Namun kegiatan ini juga memberikan ilmu agama yang besar bagi peserta yang ikut. Selain mengenal masjid-masjid indah yang ada di Sumbar, juga dihadirkan dakwah di masjid tujuan.

“Yang hadir dan ikut wisata dakwa ini pun juga tidak sedikit, bisa sampai ratusan jamaah yang ikut dan puluhan bus kita sewa untuk mengajak ibu-ibu MTI mengenal dan menambah wawasan di daerah baru,” sebutnya.

Tambahnya, ciri khas majelis taklim itu ada tiga, yaitu pengajian, zikir, dan shalat. Dimana ketika sampai dimasjid jamaah biasanya akan melaksanakan Shalat Dhuha terlebih dahulu. Lalu, nantinya akan ada zikir asmaul husna bersama-sama.

“Untuk pengadaan acara kita selalu menerapkan on time, kalau sudah waktunya baik ramai atau sedikit yang datang, kita akan langsung mulai acaranya, karena selain membina perkuat ilmu agama, kita juga membentuk karakter yang disiplin kepada semua anggota,” tuturnya.

Kemudian, hal indah lainnya yang bisa ditemukan dan menjadi bagian dari MTI Kota Padang adalah saling berbagi, dalam kegiatan sosial. Dimana setiap kali ada yang membutuhkan bantuan ataupun saudara yang mendapat musibah, maka MTI akan hadir membantu, baik berupa barang maupun dana.

“Dimana biasanya setiap pengajian rutin jamaah akan mengumpulkan infak, infak nantilah dikumpulkan, jika nantinya ada yang butuh akan disalurkan. Seperti sebelumnya, waktu pasaman dilanda bencana gempa, jamaah MTI se-Kota Padang juga turut andil membantu,” tutupnya. (cr4) Editor : Novitri Selvia
#mti #MTI Kota Padang #Rosniati Hakim