Talkshow HUT ke-111 PTSP. Siti Nadia: Vaksinasi Harus Dilakukan

31
Talkshow Vaksin Covid-19 dengan narasumber dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid selaku Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan RI pada "Sunday Stream Festival HUT 111 PT Semen Padang", Minggu 21 Maret 2021

Puncak HUT ke-111 PT Semen Padang bertajuk Sunday Streamfest juga diisi dengan talkshow tentang vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi zoom, Minggu (21/3/2021). Tak tanggung-tanggung, Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi MEpid dihadirkan sebagai pemateri.

dr Siti Nadia Tarmizi dalam talkshow tentang vaksinasi Covid-19 menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah terus melakukan vaksinasi terhadap masyarakat, guna melawan penularan virus Covid-19 di Indonesia.

Secara nasional total sasaran vaksinasi di Indonesia adalah sebanyak 181.554.465 orang. Ratusan juta orang yang divaksinasi itu terdiri dari SDM kesehatan, petugas publik dan lansia.

“Vaksinasi ini harus dilakukan, karena sejarah pandemi bukan kali ini saja. Tahun 1918, dunia pernah gempar oleh flu Spanish,” kata Siti, yang juga Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) itu juga mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi yang sedang dilakukan oleh Indonesia saat ini, sudah diatur dalam regulasi Permenkes No 10 tahun 2021 tentang Pelaksanaan vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-10.

Ada lima merk vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan di Indonesia, yaitu Sinovac, navavax, Covax/Gavi, AstraZeneca dan Pfizer. Vaksin tersebut juga sudah dilakukan uji klinis terhadap 1.600 orang relawan di Bandung. “Selain uji klinis, MUI juga mengeluarkan fatwa untuk penggunaan vaksin AstraZeneca adalah mubah (dibolehkan),” ujarnya.

Fatwa itu dikeluarkan oleh MUI, kata Siti melanjutkan, berdasarkan lima alasan. Pertama, kondisi kebutuhan yang mendesak dan darurat. Kedua, adanya keterangan dari ahli yang kompeten dan terpercaya tentang adanya bahaya dan risiko fatal jika tidak segera dilakukabn vaksinasi Covid-19.

Ketiga, ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok. Keempat, adanya jaminan keamanaan penggunannya oleh pemerintah. Kelima, karena pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin Covid-19, mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia.

“Vaksin ini sangat penting di masa pandemi saat ini, karena vaksin dapat menurunkan jumlah kejadian infeksi hingga 65,3 persen. Sedangkan orang yang tidak divaksinasi, berisiko terinfeksi Covid-19 tiga kali lebih tinggi dari pada risiko yang yang divaksinasi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 Kembali Melonjak, Semen Padang Hospital Siap Siaga

Untuk penerima vaksinasi, Siti juga membeberkan kriterianya. Pertama, usia di atas 18 tahun dan bagi wanita tidak dalam kondisi hamil. Namun, suhunya harus di bawah 37,5 derajat celsius. JIka memiliki gejala demam, batuk, pilek dan sesak napas dalam 7 hari, maka vaksinasi ditunda sampai 14 hari setelah gejala muncul.

Kemudian, orang yang pernah terkonfirmasi Covid-19 juga boleh divaksinasi, namun harus setelah 3 bulan sejak terkonfirmasi Covid-19. Bahkan, vaksin tersebut juga dapat diberikan kepada ibu menyusui dan lansia dengan umur di atas 60 tahun, namun harus dengan catatan.

“Vaksinasi tidak boleh diberikan hanya kepada orang yang mengidap penyakit kronis (paru obstruktif kronis dan asma, penyakit jantung, gangguan ginjal dan liver) yang sedang dalam kondisi akut atau yang belum terkendali. Tapi bagi yang sedang mendapat pengobatan penyakit kanker, vaksinasi dapat diberikan atas rekomendasi dari dokter yang merawat,” tuturnya.

Siti pun juga menyampaikan upaya pengendalian pandemi Covid-19. Kata dia, selain menerapkan 3M, keluarga juga merupakan bagian terpenting dalam pengendalian pandemi Covid-19. Sebab, dampak dari pandemi tersebut juga membuat ketahanan keluarga terancam.

Untuk itu, agar ketahanan keluarga tidak terancam di masa pandemi ini, Situ pun mengajak masyarakat untuk tidak panik menghadapi musibah Covid-19. Kemudian, jalankan arahan dan petunjuk pemerintah, dan keluarga harus berempati, menolong serta ikut bertanggung jawab untuk tidak menjadi perantara virus dan penyakit.

Selanjutnya, membangun rasa aman dan nyaman serta terlindungi dari paparan virus dan penyakit. Kemudian, keluarga sebagai kesinambungan generasi harus terjaga dari ancaman yang menurunkan kualitas kesehatan. Menjaga diri selalu bersih dengan menutup mulut ketika batuk, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun.

“Selan itu, mari tanamkan pola hidup yang hemat. Kemudian, juga peduli pada kebersihan dan kelestarian lingkungan serta membangun semangat gotong-royong, agar terhindar dari paparan penyakit dan virus,” pungkas Siti. (*)

Previous articleSunday Streamfest HUT ke-111 Semen Padang Dimeriahkan KIM dan Senam
Next articleTemukan Harga Termurah di Shopee Murah Lebay, Murahnya Lebay Banget!