alexametrics
Home Blog

Satu Warga Irlandia, Batita 2 Tahun dan Wanita 90 Tahun Terpapar Covid-19

Ilustrasi pencatatan pasien positif Covid-19. (Foto: DW)

Satu dari 15 pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumbar, Minggu (31/5/2020), ternyata warga negara asing yakni Irlandia.

Hal tersebut berdasarkan laporan Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Bukittinggi.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa total sampai Minggu (31/5/2020) telah 567 orang warga Sumbar terinfeksi Covid-19.

“Terjadi penambahan 15 orang warga Sumbar positif Covid-19. Sedangkan  yang sembuh bertambah 9 orang, sehingga total sembuh 265 orang,” kata Jubir Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, Minggu (31/5/2020).

Penambahan 15 orang itu berdasarkan pemeriksaan 1.558 sampel yang diterima dua laboratorium yang dipimpin Dr dr Andani Eka Putra.

Warga negara asing asal Irlandia yang terkonfirmasi positif itu berjenis kelamin laki-laki dan berusia 41 tahun.

“Pekerjaannya swasta, dan diduga terpapar dari riwayat perjalanan. Penanganannya sekarang isolasi mandiri sementara. Jika ada yang merasa pernah kontak, diharapkan melapor ke rumah sakit atau puskesmas terdekat,” kata Jasman.

Sementara itu untuk 14 pasien baru lainnya, terdiri dari sejumlah pedagang, ibu rumah tangga, pelajar dan tenaga kesehatan. Mereka dilakukan isolasi mandiri sementara.

“Ada juga batita laki-laki berusia dua tahun warga Piai Tangah yang terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, dan penanganannya isolasi mandiri sementara,” kata Jasman.

Selain itu, kata Jasman, ada juga wanita berusia 90 tahun warga Koto Lua berstatus ibu rumah tangga yang terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi sebelumnya, dan penanganan isolasi mandiri sementara.(esg)

Situjuah Batua Tempel Nama Penerima BLT di Warung Kopi dan Tempat Ibadah

Pemerintah Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh  Kota, Provinsi Sumatera Barat, secara terbuka menempelkan daftar nama warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah karena terdampak pandemi Covid-19.

Daftar penerima BLT tersebut ditempelkan  secara transparan di warung-warung kopi, tempat ibadah, kantor nagari, dan sarana umum lainnya.

“Sejak bulan puasa lalu, semua masyarakat Situjuah Batua yang menerima semua jenis bantuan dari pemerintah. Baik BLT Covid-19, PKH, bantuan sembako, ataupun Kartu Indonesia Sehat, kami tempelkan daftar namanya. Tidak hanya di kantor nagari saja, tapi juga di warung-warung, tempat ibadah, dan tempat umum lainnya. Jika tidak percaya, silahkan cek atau datang langsung dengan mengikuti protokol kesehatan,” kata Wali Nagari Situjuah Batua Dhon Vesky Datuak Tan Marajo, Sabtu (30/5/2020).

Tan Marajo mengatakan, Pemerintah Nagari Situjuah Batua menempelkan daftar nama penerima BLT Covid-19 secara terbuka, sesuai imbauan Ombudsman RI Perwakilan Sumbar dan Surat Gubernur Sumbar Nomor: 489/138/Humas-2020 tertanggal 6 Mei 2020 perihal Penyediaan Layanan Informasi dan Pengaduan Penyaluran Bansos Covid-19.

“Selain itu, kami mengumumkan daftar nama warga penerima BLT Covid-19 dan bantuan lain dari pemerintah,  sesuai amanat Peraturan Nagari Situjuah Batua Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pencegahan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme Berbasis Hukum Adat Salingka Nagari. Peraturan ini, kami buat bersama Bamus dan disetujui Lembaga Adat Nagari, dengan dampingan dari Tenaga Ahli Nagari Situjuah Batua Wendra Yunaldi,” kata Tan Marajo.

Dia menyebut, penempelan atau pengumuman daftar nama warga Situjuah Batua yang menerima bantuan ini secara terbuka, dimaksudkan Pemerintah Nagari Situjuah Batua, agar semua elemen masyarakat, ikut bersama-sama memantau, mengawasi, dan mengawal penyaluran bantuan.

“Dengan pengumuman ini, kami lebih mudah mengetahui, siapa masyarakat kami yang belum dapat bantuan sama sekali. Dan, siapa pula yang dempet menerima bantuan,” jelas Tan Marajo.

Menurut Tan Marajo, warga Situjuah Batua yang menerima BLT Covid-19 dari Kemensos berjumlah 166 KK (Kepala Keluarga), di mana 147 KK lewat Pos dan 19 KK lewat Bank).

Sedangkan warga Situjuah Batua yang menerima BLT dari Pemprov Sumbar sebanyak 250 KK. Kemudian, BLT atau Bansos dari Pemkab Limapuluh Kota 35 KK. Lalu, ada warga dapat PKH  290 KK dan bantuan Sembako  346 KK.

Di luar BLT dari Kemensos, BLT dari Pemprov Sumbar, BLT atau Bansos dari Kabupaten, PKH dan bantuan sembako itu, juga ada BLT yang bersumber dari Dana Desa.

BLT Dana Desa ini, diberikan Pemerintah Nagari Situjuah Batua kepada 197 KK di nagari tersebut. Pemberian BLT Dana Desa ini, berbeda dengan BLT dari Kemensos, BLT dari Pemprov Sumbar atau Kabupaten.

“Kalau BLT dari pusat dan provinsi, itu langsung masuk ke rekening penerima di bank atau lewat Pos. Yang menentukan penerima bantuan langsung pusat dan provinsi. Kita di nagari hanya mengusulkan saja. Sedangkan BLT Dana Desa yang sudah dibagikan di Situjuah Batua, warga yang menerimanya, disepakati berdasarkan musyawarah pemerintah nagari dan lembaga nagari,” kata Tan Marajo.

Dia menjelaskan, penerima BLT Dana Desa di Situjuah Batua, langsung menerima bantuan di rumah mereka masing-masing.

“Kepala jorong bersama kader Yandu di Situjuah Batua, langsung mengantar ke rumah masyarakat yang menerima BLT Dana Dana Desa. Dimana, di rumah tersebut juga dipasangi stiker, untuk mencegah adanya penerima ganda,” kata Tan Marajo.

Sedangkan terhadap masyarakat Situjuah Batua yang patut menerima bantuan, tapi tidak terdaftar sebagai penerima bantuan, pemerintah Nagari Situjuah Batua sudah merangkum nama-nama masyarakat tersebut, untuk diajukan ke dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kemensos.

Selain itu, warga yang tidak dapat bantuan, padahal pantas menerima, diberikan solusinya oleh pemerintah nagari Situjuah Batua, berupa bantuan beras.

“Jadi, sebelum Hari Raya Idul Fitri kemarin, ada perantau Situjuah Batua yang punya usaha Bubur Ayam C7, menyumbangkan 2 ton beras. Nah, beras dari perantau ini, kami salurkan kepada masyarakat yang tidak dapat bantuan dari pemerintah. Di samping, nama masyarakat itu juga kami rangkum untuk diusulkan ke dalam BDT Dinsos atau Kemensos,” kata Tan Marajo.(frv)

Sebelum Berlayar ke Mentawai, Wagub Jalani Rapid Test

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menjalani tes cepat (rapid test) sebagai salah satu syarat melakukan tugas keluar daerah, baik antar-kabupaten maupun antar-provinsi.

Hal itu dilakukan Nasrul bersama jajaran dari Pemprov Sumbar sebelum berangkat ke Kabupaten Kepulauan Mentawai, Minggu (31/5/2020).

“Tanpa terkecuali, setiap orang, termasuk saya sendiri harus ikut rapid test sebagai cek kesehatan untuk mengetahui apakah kena wabah atau tidak. Sesuai protap, setiap masuk ke Mentawai harus dilengkapi hasil rapid test non-reaktif Covid-19,” tegas Nasrul.

Nasrul bersama jajaran akan  mengunjungi Mentawai untuk  peninjauan pelaksanaan penanganan Covid-19, terutama terkait fasilitas kesehatan dan SMA/SMK di beberapa daerah terpencil di Mentawai.

“Daerah Kepulauan Mentawai untuk fasilitas kesehatan masih kekurangan dalam penanganan Covid-19. Untuk itu kita ditugaskan Pak Gubernur untuk melakukan pengecekan, karena di  Mentawai sudah ada yang positif,” ucapnya.

Wagub menjelaskan, Mentawai memiliki tiga pulau besar, yaitu Sipora, Sikakap dan Siberut. Memiliki rumah sakit pratama yang dipersiapkan untuk penanganan Covid-19. Pihaknya  memfasilitasi dengan alat-alat kesehatan, termasuk alat pelindung diri (APD) untuk tim kesehatan.

Selain itu wagub Sumbar juga akan mengunjungi tempat fasilitas umum dan keramaian untuk persiapan segala sesuatu dalam penerapan kehidupan baru produktif yang aman Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan.

“Kita khawatir, jangan sampai ada penyebaran Covid-19 di sana. Kalaupun ada, sudah dipastikan tertular dari luar. Upaya mengatasi penyebaran Covid-19 ini tidak akan bisa dalam waktu singkat karena itu kita wajib tes, agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 ini ” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday mendukung kebijakan gubernur mewajibkan pendatang dari luar Sumbar untuk memiliki surat kesehatan, yakni  hasil tes kesehatan rapid test dan surat hasil test swab polymerase chain reaction (PCR). Termasuk daerah kepulauan Mentawai.

“Seharusnya memang begitu, mewajibkan pendatang memiliki surat kesehatan yakni hasil tes kesehatan rapid test dan surat hasil test swab polymerase chain reaction (PCR) sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona,” ungkap Merry.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, Wagub dan jajarannya yang berjumlah 14 dinyatakan non-reaktif atau negatif semuanya.

“Selanjutnya untuk mengunjungi Mentawai akan dilengkapi dengan surat keterangan bebas Covid dari Dinas kesehatan,” kata Merry.(rel/esg)

Gelanggang Olahraga Senilai Rp 30 Miliar Ditarget Tuntas Akhir Juni

Pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Gelora Energy di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) yang dibangun PT. Supreme Energi Muara Laboh (SEML) hampir rampung seratus persen.

“Insya Allah akhir Juni 2020 ini tuntas. Mundur dari target awal karena kondisi pandemi korona. Sekarang lagi tahap penyelesaian akhir lapangan parkir,” kata Site Support Manager PT. SEML Yulnofrin Napilus, Sabtu (30/5/2020).

Lapangan tersebut, menurut pria yang akrab disapa Nofrin itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas olahraga, termasuk mendukung pengembangan dunia persepakbolaan di Solsel.

Gelanggang olahraga senilai Rp 30 miliar tersebut berada di ketinggian Pekonina, Nagari Alam Pauah Duo menggunakan salah satu jenis rumput terbaik standar Organisasi Sepakbola Internasional FIFA, yang dikenal dengan Zoyzia Matrella (ZM) atau biasa disebut rumput Manila.

Rumput terbaik sejenis ZM ini dikabarkan baru pertama kalinya digunakan lapangan sepakbola di Sumbar.

Pembangunan GOR tertutup dengan luas 34 x 24 meter serta lapangan bola yang didesain tahun 2018.

Menurut Nofrin, sesuai pesan Founder dan Chairman Supreme Energy, Supramu Santosa, GOR tersebut diberi nama “Gelora Energy”. Hal ini dimaksudkan untuk membangkitkan energi terutama para milenial di solsel

Menurut berbagai sumber, rumput Zoyzia Matrella merupakan jenis rumput yang paling baik digunakan di lapangan sepakbola.

Rumput ini memiliki elastisitas yang tinggi, sehingga memudahkan untuk bola bergulir dengan lancar.

Zoysia Matrella menjadi rumput yang direkomendasikan oleh FIFA untuk digunakan sebagai rumput di lapangan sepakbola, terutama untuk negara beriklim tropis seperti Indonesia.(rel/esg)

Antisipasi Arus Balik Ratusan Ribu Kendaraan, “Jalur Tikus” juga Disekat

Pemeriksaan kendaraan yang keluar-masuk DKI Jakarta. (Foto: Dok. Kemenhub).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan antisipasi menghadapi adanya potensi lonjakan arus balik pada masa setelah Idul Fitri 1441 H yang diprediksi terjadi pada Sabtu (30/5/2020) hingga Senin (1/6/2020).

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyebutkan, pihaknya bersama stakeholder terkait telah menyiapkan antisipasi potensi lonjakan arus balik tersebut, mengacu Permenhub 25/2020, SE Gugus Tugas 5/2020 dan Pergub DKI Jakarta 47/2020.

“Fokus kami adalah pengawasan potensi puncak arus balik, khususnya yang melalui jalur darat,” ujar Adita, di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Tiga hari yang diprediksi terjadi puncak arus balik yaitu pada 30-31 Mei 2020 dan 1 Juni 2020. Pasalnya, pada tanggal tersebut merupakan hari libur yang biasa dimanfaatkan masyarakat melakukan perjalanan arus balik dari kampung halaman ke kota besar, seperti Jakarta, setelah merayakan Idul Fitri di kampung halaman dan bersiap kembali bekerja.

“Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan melarang mudik dan balik, serta meminta masyarakat menunda dulu keinginannya kembali ke Jakarta jika tidak memiliki kepentingan mendesak, dalam upaya mencegah kembali terjadi penyebaran Covid-19 di Jakarta,” jelas Adita.

Untuk itu, lanjut Adita, Kemenhub bersama tim gabungan memperketat pengawasan untuk memastikan orang-orang yang melakukan perjalanan hanya mereka yang memenuhi kriteria dan syarat sebagaimana diatur SE Gugus Tugas dan Pergub DKI Jakarta 47/2020 tentang Surat Izin Keluar/Masuk DKI Jakarta (SIKM).

Kemenhub memprediksi kendaraan yang akan melakukan perjalanan pada arus balik 2020 sebanyak 284.892 unit mobil dan 814.835 unit motor, mulai dari H+1 atau 26 Mei 2020 sampai H+6 atau 31 Mei 2020.

Sementara pada arus balik tahun 2019, tercatat 2.260.859 unit mobil dan 554.488 unit sepeda motor.

“Dari prediksi tersebut, di satu sisi jumlah mobil menurun sangat signifikan dibanding tahun lalu. Namun untuk sepeda motor diprediksi terjadi peningkatan signifikan,” ungkapnya.

Mengantisipasi itu, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat telah berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder seperti Kemenkes, Kepolisian, TNI, pemda, Tim Gugus Tugas dan pihak terkait lainnya.

Upaya yang dilakukan adalah, melakukan penyekatan di sejumlah titik check point di sejumlah ruas jalan, termasuk ke jalan-jalan kecil atau “jalur tikus”.

“Penyekatan pada jalur-jalur utama arus balik yang menuju ke wilayah Ibu Kota Jakarta dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten, dan juga di “jalur-jalur tikus”,” tukasnya.

Penyekatan secara khusus juga dilakukan di 11 titik untuk pengecekan kepemilikian SIKM DKI Jakarta, di antaranya di Kabupaten Tangerang 4 titik (di Jalan Syekh Nawawi, Gerbang Tol Cikupa, Jalan Raya Serang, Jalan Raya Maja), di Kabupaten Bogor 4 titik (Jalan Jasinga, Jalan Ciawi-Cianjur, Jalan Ciawi-Sukabumi, Jalan Raya Tanjung Sari), dan di Kabupaten Bekasi 4 titik (Jalan Raya Pantura (Kedung Waringin), Jalan Inspeksi Kalimalang, dan Ruas Tol Cikarang Km 47 arah Jakarta).

Selanjutnya, pemeriksaan ketat di simpul-simpul transportasi seperti terminal, pelabuhan, bandara dan stasiun untuk memastikan orang-orang yang bepergian memenuhi kriteria SE Gugus Tugas dan memiliki SIKM.

Untuk pengawasan itu, telah ditambah personel tim gabungan agar pemeriksaan persyaratan dokumen para calon penumpang berjalan lebih lancar.(rel/esg)

Video TikTok Polisi India Bantu Keluarga Temukan Ayah yang Hilang

Video TikTok ini membantu keluarga R Venkateshwarlu's menemukannya. (Foto: BBC)

Sebuah video TikTok yang awalnya bertujuan mengajak orang-orang membantu warga miskin saat pandemi Covid-19, secara mengejutkan justru membantu menyatukan kembali seorang pria dan keluarganya.

R Venkateshwarlu yang telah hilang selama dua tahun, terlihat dalam video yang direkam di bawah jembatan layang, 2.000 km dari rumahnya di Telangana.

Seorang warga memberi tahu keluarganya, dan kemudian menghubungi polisi di negara bagian Punjab utara untuk membantu menyatukan mereka kembali.

“Saya menangis ketika pertama kali melihatnya,” kata putranya kepada BBC.

R Venkateshwarlu yang memiliki kesulitan mendengar dan berbicara, menjalani seluruh hidupnya di sebuah desa di negara bagian selatan Telangana.

Dia memiliki seorang istri dan lima anak dan bekerja sebagai buruh.

Pada April 2018, dia naik truk untuk pergi ke desa lain untuk bekerja.

“Ayah saya tertidur dan sopir truk itu tidak tahu dia ada di sana. Beberapa kilometer kemudian, pengemudi itu menyadari bahwa ayah saya ada di dalam truk dan dia menurunkannya di tengah jalan dan meninggalkannya di sana,” kata R Peddiraju.

Sendirian di jalan yang tidak dikenal, Venkateshwarlu berharap bisa menumpang pulang, dan akhirnya menemukan truk lain yang bersedia memberinya tumpangan.

Tetapi berjam-jam kemudian, dia menyadari bahwa kendaraan itu bergerak ke arah yang berlawanan.

Pengemudi itu menurunkannya di Ludhiana, sebuah kota industri besar yang jauh di negara bagian Punjab utara.

Venkateshwarlu akhirnya hidup dari sumbangan makanan dari penduduk setempat. Masalah komunikasinya semakin terhambat karena dia tidak mengerti bahasa Punjabi.

Sementara itu, keluarganya berusaha mencari dengan bantuan polisi setempat di Telangana, tapi gagal.

Terlihat saat Pembagian Makanan
seperti dilansir BBC, sejak India menerapkan karantina wilayah untuk menekan penyebaran Covid-19, polisi Punjab Ajaib Singh berkeliling Ludhiana, menyumbangkan makanan dan barang-barang penting untuk pekerja migran dan orang miskin.

Akun TikTok miliknya, yang memiliki lebih dari 800.000 pengikut, menampilkan video aksi amal selama karantina wilayah.

Dalam salah satu video yang diunggah pada Maret, Singh terlihat membagikan makanan kepada orang-orang yang hidup di bawah jembatan di Ludhiana.

Di Telangana, seorang teman Peddiraju yang menonton video itu mengenali Venkateshwarlu yang terekam di video dan segera memberi tahu keluarganya.

Mereka menghubungi polisi Ludhiana yang kemudian melacak Venkateshwarlu dan menghubungkannya kepada putranya dengan telepon.

“Kami berdua menangis ketika pertama kali melihat satu sama lain. Dia meminta saya datang dan membawanya pulang, memberi isyarat dengan caranya sendiri,” kata putranya.

Polisi menyarankan dia pergi dan menjemput ayahnya begitu lockdown selesai.

“Tapi kami tidak bisa menunggu selama itu untuk bertemu dengannya. Jadi, kami berhasil mendapatkan izin yang memungkinkan saya melakukan perjalanan lintas negara bagian,” kata Peddiraju.

Dalam waktu seminggu, dia berada di Ludhiana bersama ayahnya. Mereka kembali ke desa mereka pada Selasa malam lalu.

“Ini adalah pertama kalinya ayah kami berada jauh dari kami selama ini. Dia hanya hidup dengan roti selama dua tahun terakhir dan dia tidak biasa makan seperti itu,” kata putranya.

“Hal pertama yang akan kami lakukan sekarang adalah memberinya nasi panas,” ungkapnya.(BBC)

Mengabdi di Kampung Halaman, Erick Optimistis Bawa Pasbar Maju Pesat

Calon Bupati Pasaman Barat Erick Hariyona. (Foto: Dok. Pri)

Pengusaha muda Sumbar Erick Hariyona menyatakan siap maju menjadi calon bupati di Pilkada Pasaman Barat (Pasbar) 2020.

Ia berharap bisa menjadi calon pemimpin yang membawa optimisme serta perubahan dalam pengelolaan ekonomi dan pembangunan sehingga pesat kemajuannya serta layanan publik yang mengadopsi teknologi.

Apalagi Pasbar memiliki potensi sumber daya bidang perkebunan, pertanian, perdagangan serta kelautan dan perikanan yang terbilang besar di Sumbar.

“Saya maju bukan sebagai bakal calon, tapi langsung calon Bupati Pasbar. Sebab peluang menjadi calon sangat terbuka bagi saya,” tegasnya kepada wartawan, akhir pekan lalu di Padang.

Keikutsertaan putra sulung pasangan Hariadi dan Emma Yohanna ini, merupakan ikhtiar membangun kampung halamannya Pasbar ke arah lebih baik lagi ke depan.

Bakat politik dan kesuksesannya dalam berusaha memang menurun dari kedua orangtuanya. Namun, dalam menempuhnya Erick menjalaninya secara mandiri. Jauh dari bayang-bayang orangtua.

Buktinya, saat ini Erick dipercaya sebagai Bendahara Partai Golkar Sumbar dan Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumbar serta punya banyak jaringan bisnis.

Keputusan maju di Pilkada Pasbar 2020, menurut Erick dengan pertimbangan untuk mengembangkan potensi daerah Pasbar yang membutuhkan sentuhan tangan profesional dan berjiwa entrepreneur serta layanan publik yang lebih maju.

“Sebagai pengusaha saya tertantang mendedikasikan waktu dan pikiran untuk pengembangan potensi kampung halaman saya, Pasbar di masa depan. Dalam penglihatan saya, pengelolaannya masih belum optimal. Dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong semua pihak, saya optimistis Pasbar bisa maju pesat,” ungkapnya.

Erick menginginkan Pasbar ke depan tumbuh menjadi daerah yang berkembang melalui program diversifikasi produk perkebunan, sehingga memberikan nilai tambah kepada daerah.

“Saya optimistis dapat melakukan itu bersama para investor perkebunan dan pertanian di Pasbar. Asalkan skema yang dibuat relevan dengan indikator ekonomi dan bisnis,” jelas tokoh muda yang murah senyum dan low profil ini.

Erick yakin akan konsep percepatan pembangunan Pasbar karena dirinya memahami skenario pembangunan infrastruktur dan ekonomi, selain juga didukung oleh relasinya yang kuat di sektor pemerintahan dan swasta nasional di Jakarta.

Walaupun usianya masih 38 tahun, mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumbar ini sudah malang melintang di bidang usaha jasa konstruksi, pengadaan, entertain dan bidang pendidikan, mulai di Sumbar sampai ke tingkat nasional.

Sebagai wirausaha muda, kiprah Erick Hariyona tak asing lagi bagi masyarakat ranah Minang. Apalagi bagi kalangan milenial atau kaum muda.

Di samping berwirausaha dan tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), lelaki kelahiran Padang 23 Oktober 1982 ini juga dikenal sebagai aktivis organisasi kepemudaan yang dekat kaum pemuda.

Ia menamatkan pendidikan terakhir Jurusan Administrasi Bisnis di salah satu perguruan tinggi Kuala Lumpur, Malaysia. Pendidikan SLTA, SLTP dan SD, dilaluinya di Kota Padang.

Dalam organisasi kepemudaan, Erick dinilai berhasil memperkuat kader di setiap kabupaten dan kota di Sumbar. Selaras dengan program utamanya, yaitu memberdayakan setiap kader sesuai motto Pemuda Pancasila.

“Alhamdulilah, konsolidasi dan kepengurusan terbentuk sampai ke tingkat kabupaten/kota bahkan kecamatan. Dan sudah jalan aneka program yang bermanfaat untuk masyarakat, termasuk bidang sosial, seperti membantu masyarakat korban bencana alam dan terdampak ekonominya akibat Covid-19,” ujar Erick.

Masih terkait kepemimpinan dalam organisasi kemasyarakatan (ormas), Erick Hariyona juga dipercaya sebagai Ketua Masyarakat Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). Pengukuhannya sebagai ketua dilakukan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP MKGR.(rel/ehc)

Objek Wisata Bukittinggi Dibuka Bertahap, Seluruh Pekerja Dites Swab

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit bersama Wako Bukittinggi Ramlan Nurmatias meninjau Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan. (Foto-Humasprov)

Pemerintah Kota Bukittinggi optimistis menjadi daerah percontohan penerapan tatanan normal baru (new normal) yang aman dari Covid-19.

Seluruh aspek terkait penerapan new normal telah dikaji dan diterapkan secara menyeluruh sebelum membuka secara bertahap semua objek wisata.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan pihaknya telah melakukan tes swab bagi pekerja di tempat tempat objek wisata, restoran dan rumah makan serta hotel.

Sedangkan untuk rumah ibadah, pihaknya juga mengatur agar sesuai dengan protokol kesehatan.

“Bahkan sampai posisi mimbar di masjidpun kami atur. Harus ada jarak antara khatib dengan jamaah,” tukasnya saat mendampingi Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meninjau sejumlah titik fasilitas umum di Kota Bukittinggi, Sabtu (30/05/2020).

Secara bertahap, kata Ramlan, perekonomian kembali dipulihkan dengan membuka kembali semua objek wisata, perhotelan, pasar, sekolah, serta tempat ibadah dengan peraturan protokol kesehatan.

Selain itu, secara massif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk edukasi kepada siswa tentang Covid-19 sehingga memiliki pemahaman sama dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Agar itu semua berjalan, pihaknya telah menyiapkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol Covid-19 yang telah ditetapkan.

“Jika kedapatan tidak pakai masker, kami minta yang melanggar itu membeli tiga masker,” tambahnya.(esg)

Bukittinggi Masuki New Normal, Wagub Cek Masjid, Pasar dan Hotel

Wagub Sumbar Nasrul Abit meninjau kesiapan pedagang Pasar Bukittinggi jelang penerapan new normal. (Foto: Diskominfo)

Kota Bukittinggi satu-satunya daerah dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, yang akan menerapkan tatanan normal baru (new normal) yang aman dari Covid-19 mulai Senin (1/6/2020).

Untuk melihat kesiapan kota wisata itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meninjau sejumlah titik fasilitas umum di Kota Bukittinggi, Sabtu (30/05/2020).

“Kedatangan saya beserta jajaran terkait untuk memastikan bahwa persiapan Bukittinggi memasuki tatanan normal baru pada Senin lusa (1/6/2020) benar-benar telah optimal dari semua sektor, terutama dari segi agama dan perekonomian,” ungkap Nasrul Abit kepada Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.

Didampingi Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar, lokasi pertama yang disambangi Nasrul Abit adalah rumah ibadah.

Mantan Bupati Pessel dua periode itu mengecek kesiapan protokol kesehatan Covid-19 pada Surau Buya Gusrizal dan Masjid Mukhlishin Manggih Bukittinggi, khususnya terkait pelaksanaan ibadah Shalat Jumat.

“Saya kira semua sudah diatur, penyediaan thermogun, physical distancingnya dijaga, berwudhu dari rumah, membawa sajadah sendiri, khutbah hanya sepuluh menit. Ini bisa menjadi role model nantinya bagi kabupaten dan kota lain yang bersiap lepas dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar),” kata Nasrul Abit.

Untuk sektor perekonomian, Wagub meninjau Pasar Bawah, Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Pasar Atas dan Kawasan Pedestrian Jam Gadang.

“Pemerintah Kota Bukittinggi telah menyatakan siap menerapkan kebijakan perubahan kehidupan baru aman Covid-19 dengan menerapkan secara konkret protokol kesehatan, seperti pengaturan pembukaan objek wisata, pasar dan hotel serta rumah makan hingga ibadah di masjid,” ungkapnya.

Penerapan protokol kesehatan Covid-19 terlihat dengan telah dilakukan penempatan aparat keamanan di sejumlah titik.

“Alhamdulillah, hari ini kita lihat, persiapannya sudah cukup matang. Ini sebenarnya yang diharapkan Pak Gubernur, kalau sudah siap jangan setengah-setengah,” tukasnya.

Dengan nol kasus positif Covid-19 di Bukittinggi, dia mengingatkanjangan sampai membuat kewaspadaan melemah. Apalagi Bukittinggi banyak dikunjungi wisatawan. Maka, tetap waspada dan terus menjalankan protokol kesehatan.

“Bekerja sama dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 inilah yang kita tegaskan. Supaya nantinya menjadi model inovasi atau percontohan bagi daerah lain,” ingatnya.

Terkait kontribusi Pemprov Sumbar terhadap penerapan tatanan normal baru di Bukittinggi, Nasrul menyatakan siap memberikan dukungannya.

“Untuk tes swab PCR nanti kita akan bantu, kita saling support saja, seperti Bukittinggi belum punya rumah sakit, manfaatkan rumah sakit yang ada. Jadi kita tidak harus kaku,” imbuhnya.

Sementara itu Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan seluruh aspek terkait penerapan tatanan normal baru di kota yang dipimpinnya telah dikaji dan diterapkan menyeluruh.

Agar semua tatanana normal baru berjalan sukses, pihaknya juga telah menyiapkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol Covid-19 yang telah ditetapkan.

“Jika kedapatan tidak pakai masker, kami minta yang melanggar itu membeli tiga masker,” tambahnya.(esg)

Masyarakat di 102 Kabupaten/ Kota Zona Hijau Bisa Beraktivitas Produktif

Ketua Gugus Tugas Doni Monardo memberikan keterangan pers. (Foto: Humas BNPB)

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan kewenangan 102 pemerintah kabupaten dan kota yang kini dinyatakan zona hijau untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman dari virus Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Doni Monardo menyebutkan, keputusan itu berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo pada 29 Mei 2020.

Adapun 102 wilayah tersebut meliputi Provinsi Aceh ada 14 kabupaten/kota, Sumatera Utara ada 15 kabupaten/kota, Kepulauan Riau ada 3 kabupaten, Riau 2 kabupaten, Jambi 1 kabupaten, Bengkulu 1 kabupaten, Sumatera Selatan 4 kabupaten/kota, Bangka Belitung 1 kabupaten dan Lampung 2 kabupaten.

Kemudian Jawa Tengah ada 1 kota, Kalimantan Timur, 1 kabupaten, Kalimantan Tengah, 1 kabupaten, Sulawesi Utara, 2 kabupaten, Gorontalo, 1 kabupaten, Sulawesi Tengah, 3 kabupaten, Sulawesi Barat, 1 kabupaten, Sulawesi Selatan, 1 kabupaten, Sulawesi Tenggara, 5 kabupaten/kota.

Selanjutnya Nusa Tenggara Timur ada 14 kabupaten/kota, Maluku Utara, 2 kabupaten, Maluku, 5 kabupaten/kota, Papua, 17 kabupaten/kota dan Papua Barat 5 kabupaten/kota.

Dalam implementasinya, Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengharapkan tiap daerah tersebut tetap meneruskan anjuran pemerintah untuk menegakkan protokol kesehatan secara ketat, penuh kehati-hatian dan waspada terhadap ancaman Covid-19.

Selain itu, Doni meminta setiap daerah memperhatikan ketentuan tentang testing yang masif, tracing yang agresif, isolasi yang ketat, serta treatment yang dapat menyembuhkan pasien.

Pada kesempatan sama, Doni memberikan arahan kepada para bupati dan wali kota sebagai ketua Gugus Tugas kabupaten/kota, agar proses pengambilan keputusan melalui forkopimda dan DPRD serta melibatkan komponen pentahelix yang meliputi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan media massa.

“Termasuk pakar kedokteran, Ikatan Dokter Indonesia, pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, atau budayawan, tokoh masyarakat, pakar di bidang ekonomi kerakyatan, tokoh pers di daerah, dunia usaha, dan tentunya DPRD, melalui pendekatan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas,” tambahnya.

Dalam proses tersebut, para bupati dan wali kota dapat melakukan konsultasi dan koordinasi yang ketat dengan pemerintah provinsi, khususnya para gubernur.

Proses pengambilan keputusan tersebut juga harus melalui tahapan prakondisi, yaitu edukasi, sosialisasi, kepada masyarakat, dan juga simulasi sesuai dengan sektor atau bidang yang akan dibuka.

Adapun sektor yang dimaskud adalah seperti pembukaan rumah ibadah masjid, gereja, pura, vihara. Selain itu juga pasar atau pertokoan, transportasi umum, hotel, penginapan, dan restoran, perkantoran, dan bidang-bidang lain, yang dianggap penting, namun aman dari ancaman Covid-19.

“Tahapan-tahapan sosialisasi tersebut, tentunya harus bisa dipahami, dimengerti, dan juga dipatuhi oleh masyarakat. Intinya, keberhasilan masyarakat produktif dan aman Covid-19 sangat tergantung,” jelas Doni.

“Saya ulangi sekali lagi, sangat tergantung kedisiplinan masyarakat dan kesadaran kolektif, dalam mematuhi protokol kesehatan, antara lain, wajib pakai masker, jaga jarak aman, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, senantiasa melaksanakan olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, dan juga tidak boleh panik, serta upaya akan selalu dapat mengkonsumsi makanan yang bergizi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gugus Tugas Pusat juga meminta setiap daerah menyiapkan manajemen krisis untuk monitoring dan evaluasi. Waktu dan sektor yang akan dibuka kembali, ditentukan oleh para pejabat bupati dan wali kota.

“Apabila dalam perkembangannya, ditemukan kenaikan kasus, maka Tim Gugus Tugas tingkat kabupaten/kota bisa memutuskan untuk melakukan pengetatan atau penutupan kembali. Gugus Tugas Pusat bersama pemerintah provinsi, senantiasa memberikan informasi, memberikan pendampingan, dan evaluasi, serta arahan sesuai dengan perkembangan keadaan,” jelasnya.(rel/esg)

Artikel Terpopuler

Kasus Melonjak Tajam di Sumbar, Kepatuhan Masyarakat Rendah

Kado kurang mengenakkan datang pascasepekan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kasus baru positif korona mencatatkan penambahan terbesar sejak pertama kali dilaporkan pada Sabtu...

Tim Rider Buntuti Mobil Masuk Padangpanjang

Untuk mengatasi adanya kendaraan yang mencoba mengelabui Tim Gugus Tugas yang menjaga pintu masuk Kota Padangpanjang, telah disiapkan tim rider guna membuntuti kendaraan tersebut.

Klaster Covid-19 Terbesar Kedua Diputus, Jangan Lengah saat Lebaran

Setelah melakukan penelusuran kontak (tracking) terhadap warga terpapar virus korona (Covid-19) di Pegambiran, akhirnya klaster terbesar kedua di Kota Padang berhasil diatasi. Klaster tersebut berhasil...

Berita Utama

Cek Langsung Distribusi Bansos ke Masyarakat, Mensos Ajak Ketua KPK

Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengecek proses distribusi bantuan sosial (bansos) sembako bantuan presiden di dua titik di wilayah Jakarta Selatan, yaitu di RT...

Korona Dinilai tak Mematikan, tapi Penyebarannya Masif

Persoalan mendasar penanganan virus korona (Covid-19) di Sumbar belum duduknya pemahaman yang sama terkait virus korona (Covid-19). Bukan hanya lapisan masyarakat, namun tenaga medis pun...

Pegadaian Salurkan Donasi Rp2 Miliar untuk Penanganan Covid-19

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menerima donasi sebesar Rp2 miliar dari PT. Pegadaian (Persero) yang dihimpun melalui “Pegadaian...
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com