Tower Pemancar Radio Mentawai yang Patah belum Diperbaiki

Tower pemancar gelombang radio Sasaraina milik Pemkab Mentawai tumbang akibat badai dua pekan lalu atau tepatnya pada hari Senin tanggal 16 November 2020. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat robohnya tower pemancar yang memiliki tinggi sekitar 72 meter tersebut.

Hingga kini, kondisi robohnya tiang masih dalam posisi semula atau pada saat roboh. Belum ada upaya atau langkah yang diambil oleh pemerintah menyikapi robohnya tower radio tersebut. Saat ini, tersisa dua stik tower yang masih terpasang pada fondasi tower.

Mizi, 50, salah seorang warga Tuapejat menyebutkan, robohnya tiang pemancar radio tidak semata-mata akibat badai atau angin kencang. Dia mengatakan, bahwa, lebih kurang dua bulan yang lalu, telah dilakukan perbaikan atau penambahan stik tower.

“Saya menilai robohnya tidak semata-mata karena angin. Dimana, stik atau ketinggian tower ditambah, namun, kawat sling sebagai skor tower masih yang lama alias tidak ada ditambah atau dipasang,” ujarnya.

Beni, 40, warga Tuapejat lainnya, menyayangkan, robohnya tower radio Sasaraina milik Pemkab tersebut. Padahal, kata dia, tower tersebut, baru saja diperbaiki dengan menggunakan dana APBD Kepulauan Mentawai.

Baca Juga:  DPRD Mentawai Desak Dishub, Kapal Antar Pulau Dikelola Pihak Ketiga

“Semestinya ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah. Masa anggaran terpakai, namun, tidak berdampak sama sekali. Alangkah, lebih baiknya dulu anggaran penambahan stik tower ini, digunakan untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Tentu akan lebih dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Kominfo Kepulauan Mentawai yang menaungi radio Sasaraina, Heri Robertus yang dihubungi wartawan beberapa kali melalui telepon genggamnya masih enggan berkomentar terkait hal tersebut.(rif)

Previous articlePasien Covid-19 masih Bisa Mencoblos, Petugasnya Pakai APD Lengkap
Next articleHasil Quick Count, Sementara SR-Labuan Ungguli Suara Panji-Yos