6 Orang Positif Covid-19 di Padang, Terbanyak di Kecamatan Padang Timur

Jumlah pasien positif Covid-19 di Padang bertambah. (Redaksi)

Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Padang terus bertambah. Rabu (1/4) bertambah 1 orang menjadi 6 orang dari sebelumnya 5 orang.

Informasi tersebut dibenarkan Ketua Harian Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Padang, Barlius saat dikonfirmasi, tadi malam. “Benar, bertambah jadi 6 yang positif dari sebelumnya 5 orang. Untuk jenis kelamin, usia, dan warga kecamatan mana, saya belum dapat datanya,” katanya.

Dia menambahkan, hingga saat ini pihaknya juga belum mendapatkan informasi tentang rujukan 1 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut. “Apakah isolasi mandiri di rumah atau di rumah sakit rujukan Covid-19 itu kami juga belum dapat informasi. Datanya ada di DKK (Dinas Kesehatan Kota Padang, red),” imbuh Barlius.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, Feri Mulyani saat dihubungi Padang Ekspres tadi malam menuturkan, pihaknya tidak bisa mempublikasikan identitas pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. “Untuk identitas tidak boleh dipublikasikan. Namun, yang bersangkutan dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 yakni Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi,” ujar Feri.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Padang Ekspres di situs resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang per 1 April, warga yang terkonfirmasi positif sebanyak 6 orang, tersebar di 3 kecamatan. Antara lain 1 orang di Kecamatan Kototangah, 1 orang di Kecamatan Lubukbegalung dan 4 orang di Kecamatan Padang Timur.

RSUD Rasidin jadi Rujukan

Sementara itu, Pemko Padang menetapkan RSUD Rasidin Padang sebagai rumah sakit khusus penanganan Covid-19 di Kota Padang.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, penetapan RSUD Rasidin Padang sebagai RS penanganan Covid-19 berdasarkan rapat koordinasi bersama Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno beberapa waktu yang lalu.

“Ya kita sudah membicarakan hal tersebut dengan Pak Gubernur. Jadi memang RSUD Rasidin Padang dijadikan RS khusus penanganan Covid-19 di Kota Padang,” jelasnya.

Setelah penetapan tersebut, mulai 1 April 2020 RSUD Rasidin Padang menghentikan untuk menerima pasien penyakit lainnya. “Saat ini untuk mematangkan kesiapan, RSUD Rasidin Padang tengah menyiapkan isolasi pasien Covid-19,” ungkapnya.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani. Saat ini, katanya tengah dimatangkan persiapan untuk menjadikan RSUD sebagai rumah sakit khusus Covid-19.

Pematangan tersebut meliputi kelengkapan Alat Perlindungan Diri (APD) yang akan digunakan oleh tenaga medis dalam penanganan pasien Covid-19. “Untuk jumlah APD yang kita butuhkan saat ini masih dalam penghitungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, RSUD Rasidin Padang tidak lagi menerima pasien dari penyakit lain per 1 April 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial mengatakan, apa yang telah dilakukan Pemko Padang dengan menetapkan RSUD Rasidin Padang sebagai RS penanganan Covid-19 dinilai baik.

Namun menurutnya, seharusnya Pemko Padang tidak terlalu terburu-buru menetapkan RSUD tersebut menjadi RS khusus penanganan Covid-19. Pasalnya, kelengkapan APD yang belum lengkap sehingga terkesan tidak siap.

“Jadi kesannya terburu-buru. Kita tau banyak tim medis yang akan menangani Covid-19 tersebut, namun APD nya saja tidak ada. Jadi bagaimana merawat pasien tersebut,” jelasnya.

Budi menambahkan, Pemko Padang harus memikirkan matang-matang tentang penetapan RSUD Rasidin tersebut. “Pikirkan apakah tim medis disana sudah siap atau tidak, APD sudah lengkap atau tidak, dan ruang isolasi bagaimana,” tukasnya.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Padang sebanyak 96 orang, Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 11 orang, menunggu hasil tes swab 1 orang, dinyatakan negatif 4 orang, dan 1 orang meninggal dunia akibat Covid-19. (*)