Sumbar Pacu Transformasi Ekonomi, Target Investasi Rp13,3 Triliun dan Peran CEO Daerah

PADEK.JAWAPOS.COM-Percepatan transformasi ekonomi berbasis investasi menjadi arah pembangunan Sumbar pada tahun 2027. Kebijakan ini dirumuskan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Auditorium Gubernuran, Rabu (8/4).
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyatakan, tahun 2027 menjadi momentum penting untuk mendorong lompatan ekonomi daerah melalui pendekatan pembangunan yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.
“Dengan semangat serempak bergerak, kita ingin memastikan pembangunan tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Baca Juga: Program Bedah Rumah PT Semen Padang Wujudkan Hunian Layak bagi Warga Lambungbukit
Ia menegaskan, Pemprov Sumbar menargetkan realisasi investasi mencapai Rp 13,3 triliun guna mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 6,9 persen, mendukung target nasional.
Menurutnya, strategi pembangunan akan bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu hilirisasi agroindustri, penguatan pariwisata dan ekonomi hijau, serta digitalisasi UMKM, dengan mitigasi bencana sebagai fondasi utama.
Mahyeldi juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi daerah, termasuk dampak bencana hidrometeorologi. Hingga akhir 2025, kerugian akibat bencana tercatat mencapai Rp 33,55 triliun, dengan wilayah terdampak utama seperti Padang, Agam, dan Padangpariaman yang merupakan kontributor signifikan terhadap perekonomian daerah.
Meski demikian, indikator makro menunjukkan capaian positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 berada di angka 77,27, di atas rata-rata nasional, sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 5,31 persen. Capaian ini menjadi modal penting untuk mendorong transformasi ekonomi ke depan.
Dalam arah kebijakan tersebut, Mahyeldi menginstruksikan para bupati dan wali kota untuk berperan layaknya chief executive officer (CEO) yang pro-investasi. Ia menekankan pentingnya kepastian tata ruang, penyediaan lahan yang clean and clear, serta percepatan perizinan melalui sistem OSS.
Dari pemerintah pusat, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas Medrilzam, mendorong Sumbar untuk melakukan diversifikasi sumber ekonomi. Ia menilai selama ini perekonomian daerah masih bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan.
“Sumbar perlu memperluas sumber ekonomi dan tidak hanya bergantung pada satu sektor. Hilirisasi penting agar daerah tidak sekadar menghasilkan bahan mentah, tetapi juga produk turunan bernilai tambah,” ujar Medrilzam.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




