Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan sekadar Kerusakan Infrastruktur

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
Timtim Deby Purnasebta
Timtim Deby Purnasebta

Advertisement

Catatan : Timtim Deby Purnasebta - Praktisi GIS Sumatera Barat

Jalan amblas di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kabupaten Limapuluh Kota (12/5) lalu bukan sekadar kerusakan infrastruktur akibat hujan deras. Peristiwa itu adalah alarm keras bahwa sebagian lanskap Sumbar sedang berada dalam tekanan risiko bencana yang semakin serius. 

Lubang besar yang muncul di badan jalan akibat tanah amblas yang menyerupai sinkhole, longsor yang memutus akses warga, hingga terisolasinya masyarakat menunjukkan satu kenyataan penting. Hujan ekstrem yang bertemu dengan lanskap rentan dapat berubah menjadi bencana dalam waktu singkat.

Advertisement

Kejadian di Situjuah juga memperlihatkan bahwa ancaman bencana di Sumbar bukan hanya datang dari gempa bumi atau letusan gunung api.

Dalam beberapa tahun terakhir, bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir bandang, tanah amblas, dan kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem justru semakin sering terjadi. Intensitasnya meningkat, dampaknya meluas, dan pola kejadiannya mulai berulang di banyak daerah.

Sayangnya, kita masih sering melihat bencana sebagai kejadian musiman semata. Ketika hujan deras datang, masyarakat menganggapnya sebagai kondisi biasa yang memang rutin terjadi setiap tahun.

Advertisement

Padahal, di wilayah seperti Sumbar, hujan ekstrem memiliki konsekuensi yang jauh lebih kompleks karena bertemu dengan kondisi bentang alam yang memang sensitif terhadap gangguan hidrologi dan gerakan tanah.

Secara geografis, Sumbar berada di kawasan Bukit Barisan dengan topografi yang didominasi lereng curam, lembah sempit, jaringan sungai rapat, serta struktur geologi aktif yang dipengaruhi sesar besar dan kondisi batuan yang kompleks.

Dalam kondisi normal, lanskap ini membentuk panorama alam yang indah dan menjadi kekuatan sektor pariwisata daerah. Namun ketika curah hujan meningkat drastis, karakter alam yang sama dapat berubah menjadi sumber ancaman.

Air hujan yang turun terus-menerus akan memenuhi pori-pori tanah hingga mencapai titik jenuh. Lereng kehilangan kestabilannya, tekanan air di dalam tanah meningkat, aliran permukaan membesar, dan material tanah mulai bergerak.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

2.053 Warga Tak Lagi Terisolasi, Lubang Mirip Sinkhole Belum Ditimbun, DPRD Kritik Kinerja BPBD

2.053 Warga Tak Lagi Terisolasi, Lubang Mirip Sinkhole Belum Ditimbun, DPRD Kritik Kinerja BPBD

Sebanyak 2.053 warga Situjuah Ladang Laweh tak lagi terisolasi pascalongsor, namun lubang mirip sinkhole dan kerusakan jalan belum tertangani.

Payakumbuh Siagakan 2 Ekskavator, 22 Dump Truck hingga 5 Perahu Karet Hadapi Bencana

Payakumbuh Siagakan 2 Ekskavator, 22 Dump Truck hingga 5 Perahu Karet Hadapi Bencana

Payakumbuh siagakan 350 personel dan ratusan peralatan, termasuk 2 ekskavator, 22 dump truck dan 5 perahu karet untuk hadapi bencana.

Kementan Percepat Pemulihan 6.451 Hektare Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Sumbar

Kementan Percepat Pemulihan 6.451 Hektare Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Sumbar

Kementan mempercepat rehabilitasi 6.451 ha sawah rusak di Sumbar dengan pendampingan teknis dan dukungan penuh pemerintah pusat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer