Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Kaji Batasi BBM Subsidi Berdasarkan CC Kendaraan

j
Penulis: jpg❯
Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM tetap sesuai kebijakan pemerintah serta menjaga distribusi energi agar tetap aman di seluruh wilayah Indonesia.(Foto: Pertamina)
Ilustrasi. (DOK PADEK)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah mulai menyiapkan skema baru penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar penggunaannya lebih tepat sasaran. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pembatasan pembelian Pertalite dan Biosolar berdasarkan jenis kendaraan serta kapasitas mesin kendaraan atau cubic centimeter (CC).

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Robert Dumatubun mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dan arahan pemerintah terkait kebijakan tersebut.

Saat ditanya apakah aturan tersebut sudah pasti dilaksanakan, Robert menyebut, pemerintah pusat yang memiliki wewenang untuk menyampaikan kepastian kabar tersebut.

Advertisement

Pertamina Patra Niaga, lanjutnya, terus berkoordinasi dan siap menjalankan keputusan pemerintah. “Kita saat ini sama-sama menunggu,” ucapnya kemarin (18/5).

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM yang saat ini masih dalam tahap pembahasan.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengatakan, pembatasan tersebut bertujuan menekan konsumsi BBM subsidi yang selama ini dinilai belum sepenuhnya dinikmati masyarakat yang berhak.

Advertisement

“BBM Pertalite, solar, terserah nanti kalau Perpres 191 itu yang sudah didiskusikan di DEN dengan Pertamina Patra Niaga itu bisa kita realisasikan, kita batasi,” ujar Satya dalam webinar Sarasehan Energi-Transisi Energi di Tengah Disrupsi Geopolitik Global belum lama ini.

Menurut dia, pembatasan berdasarkan jenis kendaraan dan kapasitas mesin berpotensi memangkas konsumsi BBM subsidi secara signifikan. “Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15 persen daripada volume,” katanya.

Tak hanya sektor BBM, pemerintah juga mulai menyiapkan transformasi subsidi elpiji 3 kilogram dari skema berbasis barang menjadi berbasis penerima manfaat.

Nantinya distribusi elpiji subsidi akan mengacu pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pertamina Buka Pengaduan Konsumen soal Kendala Usai Isi Pertalite, Ini Syarat Lapor

Pertamina Buka Pengaduan Konsumen soal Kendala Usai Isi Pertalite, Ini Syarat Lapor

Pertamina membuka pengaduan bagi konsumen yang mengalami kendala setelah isi Pertalite melalui Contact Center 135 dan seluruh SPBU Sumatera

Pertamina Periksa Pertalite di 6 SPBU Padang dan Agam, Tindaklanjuti Informasi Masyarakat

Pertamina Periksa Pertalite di 6 SPBU Padang dan Agam, Tindaklanjuti Informasi Masyarakat

Pertamina memeriksa sampel Pertalite di enam SPBU Padang dan Agam setelah menerima informasi masyarakat terkait kualitas BBM.

Pertamina Tambah 17 Mobil Tangki, Distribusi BBM Sumbar Dikebut Imbas Gangguan Jalur Logistik

Pertamina Tambah 17 Mobil Tangki, Distribusi BBM Sumbar Dikebut Imbas Gangguan Jalur Logistik

Pertamina menambah 17 mobil tangki dan mengoperasikan terminal 24 jam untuk menjaga distribusi BBM Sumbar tetap lancar di tengah hambatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer