LP3ES: Krisis Pangan akan Terjadi

ilustrasi. (INTERNET)

Pandemi covid-19 telah membawa dampak luas pada kehidupan masyarakat. Tak hanya menyebabkan resesi ekonomi, tapi juga berpotensi mengarah pada krisis pangan global.
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pun telah memperingatkan masalah kelangkaan pangan ini. Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan, juga selalu menyinggung terkait kemungkinan krisis pangan dunia.

Menyikapi kondisi ini, Peneliti Agraria LP3ES Iqra Anugrah menilai, dampak dari pandemi Korona patut diwaspadai bersama. Sebab, korban pertamanya pasti adalah kelas menengah ke bawah.

”Dari perspektif agraria, dampak pandemi Covid-19 ini memang mengkhawatirkan. Krisis pangan akan terjadi, dan yang akan terdampak adalah lapisan-lapisan yang paling rentan dari masyarakat, seperti kelas menengah ke bawah dan kelompok-kelompok minoritas di perkotaan,” kata Iqra Anugrah dalam keterangan tertulis yang diterima Koran ini, Senin (27/4).

Menurut Peneliti di Pusat Kajian Asia Tenggara Universitas Kyoto Jepang ini, langkah mitigasi guna mencegah krisis pangan ini mutlak dilakukan pemerintah. Salah satunya dengan mencegah alih fungsi lahan. ”Tentu saja, mencegah alih fungsi lahan sangat penting,” ujarnya.

Tapi tidak hanya itu, lanjut Iqra, yang harus didorong oleh pemerintah adalah pembangunan sektor agraria yang berorientasi kepada kebutuhan masyarakat, alih-alih sekadar kebutuhan pasar semata.

”Kemudian, juga harus didorong lebih lanjut adalah agenda redistribusi lahan. Serta, penyelesaian konflik-konflik agraria. Terakhir, pemerintah juga perlu mengakomodir pola kepemilikan lahan yang bersifat komunal agar dikelola oleh organisasi dan komunitas rakyat di pedesaan,” ungkapnya.

Iqra juga menyarankan, sebaiknya pemerintah segera mengawasi dan menghentikan praktik spekulasi lahan yang dilakukan oleh bisnis skala besar yang cenderung terjadi di tengah masa krisis. Hal ini semata agar tidak ada alih fungsi lahan besar-besaran saat krisis terjadi.

Selain itu, Pemerintah juga perlu menggandeng komunitas rakyat dalam menghadapi ancaman krisis pangan di tengah pandemi ini. Gotong royong antar elemen ini penting guna memastikan tidak ada yang kekurangan pangan di masyarakat.

”Pemerintah juga perlu berkoordinasi dengan berbagai inisiatif yang dilakukan oleh komunitas-komunitas dan organisasi-organisasi rakyat yang telah melakukan upaya untuk menyediakan stok pangan, baik bagi warga desa maupun konsumen di perkotaan,” pungkasnya. (jpg)