
PADEK.JAWAPOS.COM - Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk masuk dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN) kategori City of Gastronomy tahun 2027.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan momentum strategis untuk mengangkat budaya dan kuliner Minangkabau ke panggung internasional.
Nanda menegaskan, perjuangan menjadikan Kota Padang sebagai kota gastronomi dunia bukan sekadar agenda seremoni atau pencapaian administratif semata. Lebih dari itu, upaya tersebut dinilai sebagai bagian dari ikhtiar besar memperkuat marwah budaya Minangkabau melalui kekuatan kuliner yang telah lama dikenal hingga mancanegara.
“Ini bukan hanya tentang Kota Padang, tetapi tentang bagaimana Sumatera Barat memperlihatkan identitas dan kekuatan budayanya kepada dunia internasional. Kuliner Minangkabau memiliki sejarah panjang, filosofi, nilai sosial, hingga kekuatan ekonomi yang sangat besar. Karena itu, DPRD Sumbar memberikan dukungan penuh terhadap langkah yang sedang diperjuangkan Pemko Padang,” ujar Nanda Satria.
Menurutnya, apabila Kota Padang berhasil mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai City of Gastronomy, hal tersebut akan menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan wisata budaya dan gastronomi nasional.
Ia menilai dampak dari pengakuan tersebut tidak hanya akan dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga akan memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, industri kreatif, petani, hingga sektor jasa pendukung lainnya.
“Kita ingin kekayaan kuliner Minang tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga karena ekosistem budayanya yang kuat dan berkelanjutan. Tradisi seperti makan bajamba, nilai kebersamaan dalam budaya urang awak, hingga proses pengolahan makanan tradisional merupakan kekuatan yang tidak dimiliki banyak daerah lain,” katanya.
Nanda juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengawal seluruh tahapan seleksi UCCN yang dikenal ketat dan kompetitif. Menurutnya, keberhasilan tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja bersama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, komunitas kreatif, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Kita tentu berharap seluruh elemen bergerak bersama. Ini momentum besar bagi daerah. Ketika Padang berhasil masuk dalam jaringan kota kreatif dunia UNESCO, maka dampaknya akan menjadi kebanggaan sekaligus peluang ekonomi yang sangat luas bagi Sumatera Barat,” tutupnya.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Padang terus mempercepat langkah mewujudkan visi sebagai pusat kuliner nasional sekaligus kandidat representasi Indonesia dalam jejaring kota kreatif dunia UNESCO Creative Cities Network kategori City of Gastronomy tahun 2027.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




