Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebocoran PDAM Dinilai masih Mengkhawatirkan

A
Penulis: Adriyanto Syafril❯
Anggota Baleg DPR RI, Mulyadi saat berbicara pada RDPU Baleg DPR RI bersama PERPAMSI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Anggota Baleg DPR RI, Mulyadi saat berbicara pada RDPU Baleg DPR RI bersama PERPAMSI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM -- Anggota Badan Le­gis­lasi (Baleg) DPR RI Mulyadi me­nyoroti tingginya tingkat kebocoran jaringan air minum di seluruh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia yang dinilai masih belum mengalami perbaikan signifikan selama bertahun-tahun.

Menurutnya, tingkat kehilangan air yang masih berada di atas 40 per­sen menunjukkan masih rendahnya efisiensi layanan air minum di berbagai daerah.

Hal tersebut disampaikan Mulyadi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Badan Legislasi DPR RI bersama Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Advertisement

Dalam rapat tersebut, Mulyadi mengingatkan bahwa tingkat kebocoran jaringan air minum yang dapat ditoleransi seharusnya berada di bawah 20 persen. Ia menilai besarnya angka kehilangan air menjadi indikasi masih banyak air bersih yang terbuang sia-sia.

“Kebocoran itu di atas 40 persen semua. Padahal standar kebocoran yang ditoleransi, kalau tidak salah saya masih ingat, di bawah 20 persen,” ujar Mulyadi.

Menurut legislator Fraksi Partai Demokrat itu, tingginya angka kehilangan air dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi jaringan pipa yang telah menua hingga dugaan pencurian air yang masih terjadi di sejumlah daerah.

Advertisement

Mulyadi juga mengkritisi peran PERPAMSI sebagai organisasi yang telah berdiri sekitar lima dekade. Menurutnya, sebagai asosiasi yang menaungi PDAM di seluruh Indonesia, PERPAMSI semestinya mampu mendorong peningkatan kinerja anggotanya, khususnya dalam menekan tingkat kebocoran jaringan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masya­rakat.

Ia mengingatkan bahwa operasional PERPAMSI didukung oleh iuran dari PDAM di seluruh Indonesia sehi­ngga organisasi tersebut memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk membantu memperbaiki kinerja perusahaan air minum daerah.

“Tolong juga sebagai asosiasi yang sudah berdiri lima puluh tahun itu, apa yang sudah Bapak bisa perbuat untuk kemajuan masalah air minum ini?” kata Mulyadi.

Ia menambahkan, apabila PERPAMSI mampu menunjukkan perbaikan nyata dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan air minum nasional, pemerintah diyakini akan memberikan dukungan yang lebih besar terhadap organisasi tersebut pada masa mendatang.

Advertisement
Editor : Adriyanto Syafril
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Nevi Zuairina Soroti Peran Industri Perikanan dalam Meningkatkan Nilai Tambah Nelayan

Nevi Zuairina Soroti Peran Industri Perikanan dalam Meningkatkan Nilai Tambah Nelayan

Nevi Zuairina menyoroti penguatan industri perikanan, hilirisasi, cold chain, dan akses pasar ekspor demi kesejahteraan nelayan.

Nevi Zuairina: Keluarga yang Kuat Jadi Fondasi Kepemimpinan Publik Berintegritas

Nevi Zuairina: Keluarga yang Kuat Jadi Fondasi Kepemimpinan Publik Berintegritas

Nevi Zuairina menegaskan keluarga yang kuat menjadi fondasi kepemimpinan pejabat publik yang amanah, berintegritas, dan melayani masyarakat.

BEM FH Unand Desak DPR Telaah Syarat Pendidikan Gibran, Siapkan Petisi di Padang

BEM FH Unand Desak DPR Telaah Syarat Pendidikan Gibran, Siapkan Petisi di Padang

BEM FH Unand mengirim surat aspirasi ke DPR RI terkait syarat pendidikan Gibran dan menyiapkan petisi serta aksi lanjutan di Padang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer