Jalan Simpang Canduang Rampung, Agam Perkuat Akses Evakuasi dan Ekonomi Warga


PADEK.JAWAPOS.COM — Perbaikan Jalan Simpang Canduang–Simpang Bukik Batabuah di Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, telah menuntaskan pengaspalan utama sepanjang sekitar 1,3 kilometer. Jalan ini sebelumnya rusak parah, kini kembali setelah perbaikan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat akses evakuasi di kawasan rawan bencana Gunung Marapi.
Peningkatan jalan senilai Rp3,5 miliar tersebut dibiayai melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan dan APBD Perubahan Kabupaten Agam Tahun 2026. TKD Tambahan (Tambahan Transfer ke Daerah) adalah alokasi dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah—khususnya guna mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana atau untuk mendukung penanganan kebutuhan mendesak lainnya.
“Ini sudah tinggal waktu yang pendek, Oktober, November, Desember. Tidak hanya mengandalkan pemerintah pusat, daerah juga bergerak, membantu masyarakat di bidang-bidang yang terdampak,” ujar Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pasca Bencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian.
Berdasarkan data teknis hingga akhir Oktober, pekerjaan fisik pengaspalan telah mencapai 100 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir sebelum proses serah terima sementara atau *Provisional Hand Over* (PHO).
Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, sebelumnya menegaskan pentingnya penanganan ruas tersebut saat meninjau sejumlah jalan rusak di Kabupaten Agam pada 22 September 2026.
“Peninjauan langsung ini dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus memetakan kebutuhan penanganan infrastruktur jalan. Beberapa ruas membutuhkan penanganan segera dan sebagian lainnya telah direncanakan masuk dalam program perbaikan melalui perubahan anggaran tahun 2026. Ruas yang menjadi perhatian utama antara lain Simpang Canduang–Simpang Bukik Batabuah sepanjang sekitar 1,3 kilometer,” jelas Benni.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, perekonomian, serta keterhubungan antarwilayah. Penentuan prioritas penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kemampuan anggaran daerah.
Anggaran Tambahan TKD untuk Jalan dan Jembatan
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Agam, Widodo Budiyanto, menjelaskan, alokasi Tambahan TKD Tahun 2026 pada bidang yang ditanganinya mencakup 11 paket pekerjaan jalan yang meliputi 24 ruas, serta 18 paket pekerjaan jembatan. Satu paket jembatan tidak jadi dilaksanakan karena lokasinya telah ditangani melalui pembangunan jembatan *bailey* oleh TNI.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




