Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Setahun Mengontrak, Penyintas Galodo Rambatan Kini Menempati Huntap

Tandri Eka Putra
Penulis: Tandri Eka Putra❯
Deretan hunian tetap (huntap) tahap II di kawasan Ladang Laweh, Jorong Rambatan, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, yang disiapkan bagi warga terdampak bencana. (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR).
Deretan hunian tetap (huntap) tahap II di kawasan Ladang Laweh, Jorong Rambatan, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, yang disiapkan bagi warga terdampak bencana. (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR).

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Setelah rumah mereka hanyut diterjang galodo pada 2024, Vevi Irza Elianti dan Suherman Chan, harus menjalani kehidupan dengan menyewa rumah. Setahun lamanya mereka menyewa rumah untuk tinggal. 

Advertisement

Kini, pasangan suami istri itu telah menempati hunian tetap (huntap) tahap I di kawasan Ladang Laweh, Jorong Rambatan, Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Bagi keduanya, keberadaan huntap bukan sekadar mendapatkan bangunan untuk ditinggali. Rumah tersebut memberikan kembali kepastian tempat tinggal setelah mereka kehilangan rumah akibat bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi.

“Kami sangat bersyukur dengan huntap yang diberikan kepada kami ini. Meski sifatnya hanya hak pakai, namun sangat membantu kami usai rumah kami habis diseret galodo,” ungkap mereka saat ditemui di kawasan huntap, Kamis (29/10/2026).

Advertisement

Vevi mengungkapkan, sebelum menempati huntap, mereka harus tinggal di rumah kontrakan. Mereka baru dapat pindah setelah kawasan hunian tersebut diresmikan pada 23 Mei 2025, sekitar setahun setelah bencana.

Kehidupan di hunian baru itu dinilai lebih nyaman dan aman dibandingkan ketika masih mengontrak. Rumah yang ditempati memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Kawasan tersebut juga dilengkapi fasilitas umum, seperti musala, balai warga, dan taman.

Meski demikian, mereka masih merasakan suasana lingkungan yang relatif sepi. Vevi dan Suherman berharap semakin banyak warga menempati kawasan tersebut agar kehidupan bertetangga kembali tumbuh.

“Kalau harapannya bisa ramai yang tinggal. Kayak rumah tahap pertama ini, pengennya dihunilah sama warga. Supaya merasa bertetangga,” kata mereka.

Pemulihan Hunian Berlanjut

Pembangunan huntap di Rambatan, menjadi bagian dari upaya pemulihan permukiman warga terdampak bencana. Pemerintah menyiapkan hunian bagi penyintas yang rumahnya rusak berat atau hilang, terutama mereka yang membutuhkan relokasi dari kawasan berisiko.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Negara Hadir bagi Vevi dan Suherman,  Penyintas Galodo Rambatan Ini Kini Menempati Huntap

Negara Hadir bagi Vevi dan Suherman, Penyintas Galodo Rambatan Ini Kini Menempati Huntap

Vevi Irza Elianti dan Suherman Chan merasakan manfaat huntap Rambatan setelah rumah mereka hanyut diterjang galodo pada 2024.

Pemulihan Sawah di Padang, Soal Produktivitas Petani Butuh Perhatian

Pemulihan Sawah di Padang, Soal Produktivitas Petani Butuh Perhatian

Satgas PRR mencatat pemulihan 3.902 hektare sawah di Padang. Kolaborasi Pemko dan BUMN turut mendukung penanganan dampak bencana, sementara

Satgas PRR Catat Pemulihan 3.902 Hektare Sawah di Padang, Produktivitas Petani Akan Meningkat

Satgas PRR Catat Pemulihan 3.902 Hektare Sawah di Padang, Produktivitas Petani Akan Meningkat

Satgas PRR mencatat pemulihan 3.902 hektare sawah di Padang. Kolaborasi Pemko dan BUMN turut mendukung penanganan dampak bencana, sementara

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer