Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemulihan Sawah di Padang, Soal Produktivitas Petani Butuh Perhatian

Tandri Eka Putra
Penulis: Tandri Eka Putra❯
Usman (70), petani di Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Padang, berdiri di area persawahan yang terdampak banjir bandang November 2025. Ia kembali menggarap sawah setelah membersihkan material banjir secara bertahap, meski hasil panen belum pulih seperti sebelum bencana. (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)
Usman (70), petani di Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Padang, berdiri di area persawahan yang terdampak banjir bandang November 2025. Ia kembali menggarap sawah setelah membersihkan material banjir secara bertahap, meski hasil panen belum pulih seperti sebelum bencana. (DOK. TIM MEDIA SATGAS PRR)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM — Usman, 70 tahun, tak ingin menyerah pada keadaan. Setelah banjir bandang menerjang Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada November 2025, petani ini perlahan membersihkan sawahnya dari material banjir agar kembali bisa ditanami.

Pekerjaan itu tidak mudah. Dengan bantuan gerobak dan cangkul yang diberikan pemerintah, ia membersihkan lahan sedikit demi sedikit selama hampir dua bulan terakhir. Pekerjaan dilakukan sendiri dan diselingi aktivitas lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kini sawahnya kembali digarap. Namun, hasilnya belum seperti sebelum bencana. Dari empat petak sawah yang dikelolanya, produksi yang sebelumnya mencapai sekitar 12 karung beras, kini tinggal tiga karung.

Advertisement

“Alhamdulillah, dari hasil pertanian ini sudah mencukupi kebutuhan keluarga, tapi tidak ada lagi yang bisa dijual,” kata Usman saat menceritakan kondisi sawahnya setelah bencana.

Bagi Usman, sawah bukan sekadar lahan untuk bercocok tanam. Hasilnya menjadi salah satu sumber penghidupan keluarga. Melalui usaha bertani, ia juga telah membangun rumah di atas tanah ulayat milik istrinya.

Karena itu, meski hasil panen menurun, ia tetap berusaha mengolah sawah sambil mencari tambahan penghasilan dengan membantu pekerjaan di heler padi.

Advertisement

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, yang juga Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam Rapat Pemulihan Pascabencana Sumatera di Jakarta pada Rabu (21/10/2026), menegaskan bahwa program pemulihan yang telah direncanakan tidak boleh dikurangi hanya karena adanya penyesuaian anggaran.

“Kegiatannya enggak boleh dikurangi karena akan berdampak ke masyarakat,” kata Tito.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan program rehabilitasi dan rekonstruksi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat terdampak.

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Setahun Mengontrak, Penyintas Galodo Rambatan Kini Menempati Huntap

Setahun Mengontrak, Penyintas Galodo Rambatan Kini Menempati Huntap

Vevi Irza Elianti dan Suherman Chan merasakan manfaat huntap Rambatan setelah rumah mereka hanyut diterjang galodo pada 2024.

Negara Hadir bagi Vevi dan Suherman,  Penyintas Galodo Rambatan Ini Kini Menempati Huntap

Negara Hadir bagi Vevi dan Suherman, Penyintas Galodo Rambatan Ini Kini Menempati Huntap

Vevi Irza Elianti dan Suherman Chan merasakan manfaat huntap Rambatan setelah rumah mereka hanyut diterjang galodo pada 2024.

Satgas PRR Catat Pemulihan 3.902 Hektare Sawah di Padang, Produktivitas Petani Akan Meningkat

Satgas PRR Catat Pemulihan 3.902 Hektare Sawah di Padang, Produktivitas Petani Akan Meningkat

Satgas PRR mencatat pemulihan 3.902 hektare sawah di Padang. Kolaborasi Pemko dan BUMN turut mendukung penanganan dampak bencana, sementara

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer