
PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, mempercepat pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR), pemerintah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki puluhan kilometer jalan, menangani titik longsor, serta membangun kembali jembatan yang rusak.
Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armizoprades, mengatakan pemerintah provinsi memanfaatkan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp534,98 miliar dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pascabencana.
TKD Tambahan adalah alokasi dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah—khususnya guna mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana atau untuk mendukung penanganan kebutuhan mendesak lainnya.
Dari total alokasi tersebut, Rp258,45 miliar dikelola melalui Dinas BMCKTR Sumbar untuk membiayai 18 program strategis infrastruktur dasar. Program itu mencakup 31 paket pekerjaan jalan daerah dan provinsi.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, sebelumnya menegaskan pentingnya kerja bersama dalam proses pemulihan.
“Pemulihan ini harus dikerjakan bersama-sama. Pusat dapat anggaran, juga K/L dan juga daerah yang juga dapat anggaran, sama-sama paralel bekerja” tegas Menteri Dalam Negeri itu.
Berdasarkan data per 19 Oktober 2026, realisasi fisik keseluruhan program BMCKTR telah mencapai 51,19 persen. Sementara itu, realisasi keuangan tercatat 33,28 persen.
“Capaian realisasi fisik di angka 51 persen ini berjalan sesuai tahapan teknis, pengadaan, dan administrasi yang berlaku. Kami sangat optimistis seluruh paket pekerjaan dapat dituntaskan 100 persen sesuai target pada Desember 2026,” kata Armizoprades.
Dia menjelaskan, anggaran tersebut antara lain digunakan untuk rehabilitasi jalan provinsi sebesar Rp 104,39 miliar, rekonstruksi jalan Rp 49,03 miliar, penggantian jembatan Rp 28,68 miliar, pembangunan jembatan Rp 26,73 miliar, pengadaan jembatan Bailey Rp 14,20 miliar, serta pemeliharaan rutin jalan Rp 15,85 miliar.
Armizoprades juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas selama pekerjaan berlangsung. Menurutnya, pembangunan tersebut diperlukan untuk mewujudkan infrastruktur yang lebih kuat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





