Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri PU Tegaskan Percepatan Pemulihan, Jembatan di Agam Dibangun Lebih Tangguh

Tandri Eka Putra
Penulis: Tandri Eka Putra❯
Jembatan Tumayo. Progres fisik pengerjaan Jembatan Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (29/10/2026). Pembangunan kembali jembatan secara permanen menjadi bagian dari pemulihan konektivitas masyarakat setelah akses sebelumnya terputus akibat galodo pada akhir 2025. (DOK: TIM MEDIA SATGAS PRR)
Jembatan Tumayo. Progres fisik pengerjaan Jembatan Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (29/10/2026). Pembangunan kembali jembatan secara permanen menjadi bagian dari pemulihan konektivitas masyarakat setelah akses sebelumnya terputus akibat galodo pada akhir 2025. (DOK: TIM MEDIA SATGAS PRR)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM— Pemulihan infrastruktur menjadi salah satu pekerjaan penting pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera. Pemerintah pusat mendorong agar masyarakat tidak berlarut-larut menghadapi dampak bencana, termasuk akibat rusaknya akses transportasi dan fasilitas umum.

 Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan pentingnya percepatan pemulihan agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Saya sengaja datang untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai masyarakat yang terdampak bencana kemudian tidak bisa tersenyum lagi. Harus secepatnya bisa tersenyum lagi masyarakat kita,” kata Dody saat kunjungan pada 31 Juli 2026.

Advertisement

Komitmen pemulihan tersebut menjadi bagian dari kerja pemerintah dalam menangani dampak bencana. Infrastruktur jalan dan jembatan memiliki peran penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga, akses pendidikan, distribusi hasil pertanian, serta pergerakan ekonomi masyarakat.

Di Kabupaten Agam, salah satu pekerjaan pemulihan infrastruktur adalah pembangunan kembali Jembatan Batang Tumayo di Nagari Sungai Batang dan Jembatan Balok di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.

Kedua jembatan tersebut rusak akibat bencana. Jembatan tersebut menjadi akses penting masyarakat di kawasan Danau Maninjau. Pembangunan permanen dilakukan untuk mengembalikan konektivitas warga. Untuk menghindari kerusakan akibat bencana berulang, maka konstruksi bangunan jembatan yang baru dibuat lebih kuat.

Advertisement

Kedua jembatan tersebut masuk dalam Paket I pada program pembangunan jembatan Kabupaten Agam tahun anggaran 2026. Nilai kontraknya mencapai Rp4,68 miliar dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender, sejak 27 Juli hingga target penyelesaian 27 November 2026.

Hingga 29 Oktober 2026, progres fisik pekerjaan dilaporkan mencapai 70 persen. Pekerjaan telah menyelesaikan abutment dan oprit, serta berlanjut pada perakitan rangka baja.

Satgas PRR Kawal Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Selain pelaksanaan pembangunan oleh instansi terkait, percepatan pemulihan pascabencana juga dikawal melalui pengawasan dan evaluasi oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Warga Lumin Park Merasa Lebih Aman Setelah Tebing Sungai Dikuatkan

Warga Lumin Park Merasa Lebih Aman Setelah Tebing Sungai Dikuatkan

Penguatan tebing dan normalisasi Batang Air Dingin mulai memberi rasa aman bagi warga Lumin Park, Kota Padang.

Satgas PRR Hadirkan Rasa Aman, Trauma Siswa Pascabencana Berangsur Pulih

Satgas PRR Hadirkan Rasa Aman, Trauma Siswa Pascabencana Berangsur Pulih

Revitalisasi UPT SDN 04 Sumpur senilai Rp1,47 miliar memulihkan fasilitas pendidikan pascabanjir. Siswa kembali belajar dan trauma berangsur

Revitalisasi SDN 02 Guguak Malalo Pulihkan Kenyamanan Belajar Siswa Pascabencana

Revitalisasi SDN 02 Guguak Malalo Pulihkan Kenyamanan Belajar Siswa Pascabencana

Revitalisasi SDN 02 Guguak Malalo senilai Rp1,29 miliar melalui APBN memulihkan kenyamanan belajar 45 siswa setelah sekolah terdampak banjir

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer