Dinas Komunikasi dan Informatika Agam mengikuti acara tersebut bersama 6 kabupaten lainnya yaitu Lampung Tengah, Siak, Gresik, Karangasem, Merangin, dan Seluma.
Rapat kerja ini dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan GSM di tujuh kabupaten tersebut. Acara dibuka oleh Aditia Iskandar, Ketua Tim Kerja Jaringan Telekomunikasi Ditjen Telekomunikasi Kemkominfo RI.
Hari pertama penyelenggaraan rapat, 16 Oktober 2023, DirjenTelekomunikasi Kementerian Kominfo RI menyampaikan bahwa telah menyediakan aplikasi signal yang dapat digunakan oleh Pemda Dan Operator Seluler.
Keberadaan aplikasi ini bagi daerah berguna mengajukan usulan blank spot 4G yang perlu dituntaskan oleh Operator Seluler di wilayah Non 3T, sementara bagi operator seluler, aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan dalam berdiskusi dengan Kementerian Kominfo terkait wilayah blank spot yang sanggup dibangun infrastruktur mobile broadband 4G mulai tahun 2023 dan tahun selanjutnya hingga tuntasnya permasalah wilayah (desa/nagari/ kelurahan) blankspot 4G di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan via telepon oleh Kepala Bidang TIK Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Jhoni Indra yang menghadiri acara, Rabu, (17/10).
"Kita sangat bersyukur dapat mengikuti acara ini karena Kemkomifo telah sediakan aplikasi untuk bisa kita gunakan sebagai wadah pengusulan BTS bagi daerah Blank Spot yang ada di Kabupaten Agam" kata Jhoni.
Pemkab Agam selama ini telah menyampaian permohonan ke Operator Seluler maupun ke Kementerian Komunikasi dan Informatika RI perihal daerah blank spot, dan pada pertemuan itu mendapat perhatian dan pembahasan oleh Tim Kerja Jaringan Kominfo.
Pada rapat kerja itu, Diskominfo Agam melakukan asistensi usulan pembangunan BTS di Agam.
"Kita berharap semua usulan ini bisa diterima Tim dan bisa ditindaklanjuti oleh Operator Seluler dengan membangun BTS di lokasi yang sudah kita usulkan," tutup Jhoni tanpa merinci daerah blank spot itu. (*) Editor : Hendra Efison