PADEK.JAWAPOS.COM-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya mendampingi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam melalui dua program strategis, Kembali ke Sekolah dan Kembali ke Masjid.
Program ini difokuskan pada pemulihan aktivitas pendidikan dan ibadah warga pascabencana, terlebih menjelang Ramadhan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, mengatakan program tersebut dirancang agar anak-anak korban bencana dapat segera kembali belajar, sementara masyarakat bisa beribadah dengan layak dan nyaman.
“Saat ini kita punya program kembali ke sekolah dan kembali ke masjid. Kita ingin anak-anak kembali belajar dan masyarakat kembali beraktivitas di masjid, apalagi sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan,” ujarnya didampingi Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, saat menyalurkan bantuan program tersebut ke wilayah terdampak parah bencana galodo di Salarehaia, Palembayan, Agam, Selasa (6/1).
Melalui program Kembali ke Sekolah, BAZNAS menyalurkan bantuan paket perlengkapan pendidikan berupa sepatu, tas, dan seragam sekolah, disertai bantuan revitalisasi sekolah serta insentif bagi para guru.
Bahkan, kebutuhan pendukung seperti buku tulis, buku pelajaran hingga papan tulis juga masuk dalam daftar bantuan.
Secara nasional, BAZNAS menyiapkan 20 ribu paket bantuan sekolah yang akan disalurkan kepada anak-anak korban bencana, baik sekolah negeri maupun swasta, di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan daerah terdampak lainnya.
Tak berhenti di situ, BAZNAS juga memprioritaskan program beasiswa bagi anak-anak korban bencana, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan, peluang beasiswa ke luar negeri juga disiapkan.
“Program beasiswa ini akan kami prioritaskan untuk anak-anak korban bencana. Kita bantu sampai kuliah, termasuk beasiswa ke luar negeri. Jumlahnya akan kita atur,” tegas Rizaludin.
Sementara itu, melalui program Kembali ke Masjid, BAZNAS menyalurkan bantuan sarung, Al-Quran, karpet masjid, mukena, sound system, serta perlengkapan ibadah lainnya agar masyarakat dapat kembali beribadah dengan nyaman.
Ia menekankan, seluruh bantuan tersebut merupakan amanah dari para muzaki, munfiq, dan mussadiq yang dititipkan melalui BAZNAS.
“Ini adalah titipan dana umat. Mudah-mudahan bisa meringankan beban masyarakat Agam yang terdampak bencana,” katanya.
BAZNAS juga menyatakan siap terlibat dalam fase transisi bencana, mulai dari rehabilitasi hingga rekonstruksi.
Termasuk dalam perencanaan adalah dukungan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), yang seluruhnya bersumber dari dana masyarakat.
“Pemerintah pusat, provinsi, dan daerah punya program. BAZNAS sebagai lembaga nonstruktural hadir melengkapi, membantu masa transisi bencana. Insyaallah kami akan terus hadir,” ujarnya.
Wakil Bupati Agam H. Muhammad Iqbal, SE, M.Com, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian BAZNAS RI terhadap masyarakat Agam.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Agam, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS atas bantuan dan kepeduliannya,” kata Iqbal.
Ia menjelaskan, meski tahun ajaran telah dimulai, tidak semua anak korban bencana belajar di tenda darurat. Sebagian besar siswa telah digabungkan ke sekolah-sekolah yang tidak terdampak.
“Data kerusakan sekolah, jalan, fasilitas umum, rumah dan sawah sudah kita himpun dan sampaikan ke BNPB serta kementerian terkait. Kita menunggu dana bantuan pusat cair agar pembangunan kembali bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Dengan kolaborasi pemerintah dan lembaga zakat, diharapkan pemulihan pendidikan, ibadah, dan kehidupan sosial masyarakat Agam dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan. (ptr)
Editor : Novitri Selvia