Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Korban Lalu Lintas di Agam masih Tinggi, Operasi Keselamatan kembali Digelar

Putra Susanto • Selasa, 3 Februari 2026 | 10:15 WIB

Wakapolres Agam Kompol Muddasir menyematkan pita pencanangan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 pada personel utusan lintas kesatuan saat apel gelar pasukan di Mapolres Agam, Senin (2/2).
Wakapolres Agam Kompol Muddasir menyematkan pita pencanangan Operasi Keselamatan Singgalang 2026 pada personel utusan lintas kesatuan saat apel gelar pasukan di Mapolres Agam, Senin (2/2).
PADEK.JAWAPOS.COM–Jalan raya di Kabupaten Agam masih belum ramah bagi keselamatan. Catatan kelam tahun lalu menunjukkan, 15 orang meregang nyawa akibat kecelakaan lalu lintas. Angka itu menjadi alarm keras digelarnya Operasi Keselamatan Singgalang 2026, yang ditandai dengan apel gelar pasukan di Mapolres Agam, Senin (2/2).

Apel gelar pasukan dipimpin Wakapolres Agam, Kompol Muddasir, yang menyampaikan amanat Kapolda Sumatera Barat. Operasi ini menjadi bagian dari upaya Polri bersama pemangku kepentingan untuk menekan pelanggaran lalu lintas sekaligus meminimalisir potensi kecelakaan menjelang Operasi Ketupat 2026, periode yang biasanya diiringi peningkatan mobilitas masyarakat.

”Polri memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang kondusif. Ini harus dilakukan secara berkesinambungan, sistematis, sinergis, dan terkoordinasi dengan seluruh stakeholder,” tegas Muddasir.

Data kepolisian menunjukkan, sepanjang pelaksanaan Operasi Keselamatan 2025 tercatat 74 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Agam. Dari jumlah tersebut, 15 orang meninggal dunia, 15 orang mengalami luka berat, dan 99 orang luka ringan. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 166,27 juta.

Tak hanya kecelakaan, pelanggaran lalu lintas juga masih tinggi. Sepanjang operasi tahun lalu, polisi menindak 3.073 pelanggaran dengan tilang, serta memberikan 8.769 teguran kepada pengguna jalan. Tingginya angka pelanggaran ini dinilai masih menjadi salah satu pemicu utama terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Operasi Keselamatan Singgalang 2026 akan digelar selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini mengedepankan langkah-langkah preventif dan preemtif melalui edukasi serta imbauan kepada masyarakat, namun tetap dibarengi penegakan hukum secara tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Wakapolres Agam menegaskan kepada seluruh personel yang terlibat agar menyiapkan langkah antisipasi secara teknis dan taktis, terutama dalam mengurai potensi kepadatan arus lalu lintas, pelanggaran kasat mata, serta titik-titik rawan kecelakaan. 

”Tujuannya jelas, menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat berlalu lintas,” ujarnya.

Sekretaris Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi AR, yang turut hadir dalam apel gelar pasukan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Agam. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Agam untuk mendukung penuh pelaksanaan Operasi Keselamatan Singgalang 2026.

”Keselamatan di jalan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah siap bersinergi untuk mendorong meningkatnya kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama,” katanya.

Dengan catatan korban jiwa yang masih tinggi, Operasi Keselamatan Singgalang 2026 diharapkan tidak berhenti pada seremonial apel dan razia semata. Yang paling krusial, perubahan perilaku pengguna jalan, mulai dari penggunaan helm dan sabuk pengaman, kepatuhan rambu, hingga pengendalian kecepatan, agar jalan raya tak lagi menjadi arena berulangnya tragedi. (*)

 

Editor : Eri Mardinal
#keselamatan berkendara #operasi keselamatan singgalang #polres agam